- menyiapkan dana internal Rp1 triliun untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo pada 29 Desember 2026.
- Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 Seri A tersebut memiliki peringkat idAAA dari Pefindo.
- Kesiapan likuiditas didukung penempatan dana di Bank Indonesia sekitar Rp104,3 triliun per akhir Juni 2026.
Ipotnews - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk () berencana melunasi surat utang senilai Rp1 triliun yang akan jatuh tempo pada 29 Desember 2026 dengan menggunakan dana internal perusahaan.
Mengacu pada informasi PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) bertanggal 9 September 2026 yang diterima Ipotnews melalui surel, Kamis (10/9), surat utang yang akan jatuh tempo tersebut merupakan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 Seri A yang memiliki peringkat idAAA.
Pefindo menyebut Bank Mandiri berencana menggunakan dana internal untuk memenuhi kewajiban pelunasan obligasi tersebut pada saat jatuh tempo.
Kesiapan likuiditas Bank Mandiri antara lain tercermin dari penempatan dana perseroan pada Bank Indonesia yang tercatat sekitar Rp104,3 triliun per akhir Juni 2026. Dengan posisi tersebut, perseroan memiliki sumber dana internal yang dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban surat utang yang akan jatuh tempo.
Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 Seri A merupakan bagian dari instrumen pendanaan Bank Mandiri yang memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo. Peringkat tersebut mencerminkan kualitas kredit tertinggi dalam skala pemeringkatan Pefindo.
Pelunasan obligasi menggunakan dana internal juga menunjukkan bahwa Bank Mandiri tidak berencana melakukan pembiayaan kembali surat utang tersebut melalui penerbitan utang baru, berdasarkan rencana yang disampaikan dalam informasi Pefindo.
Dengan demikian, jatuh tempo obligasi senilai Rp1 triliun pada akhir Desember 2026 diperkirakan dapat dipenuhi dari sumber likuiditas internal perseroan, dengan mempertimbangkan posisi penempatan dana Bank Mandiri di Bank Indonesia pada akhir Juni 2026.
(Adhitya/AI)
Sumber : admin