BRMS dan Saham Likuid Jadi Andalan Investor Pasca Libur Panjang
Wednesday, March 25, 2026       08:10 WIB
  • IHSG berpotensi tertekan, hindari reaktif.
  • Pilih saham likuid (, , ).
  • kinerja kuat 2025.

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diperkirakan menghadapi tekanan jual besar pada pembukaan bursa setelah libur panjang, seiring penyesuaian terhadap kondisi pasar global. Meski demikian, analis menyarankan investor untuk tidak bersikap reaktif terhadap volatilitas awal.
Menurut Pintar Saham.id, fokus utama investor sebaiknya tertuju pada saham dengan likuiditas tinggi, yang memungkinkan fleksibilitas keluar-masuk posisi di tengah pasar yang volatile. Contohnya adalah saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (), PT Bumi Resources Tbk (), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ().
"Prioritaskan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tinggi seperti , , atau untuk menjaga fleksibilitas di pasar yang volatil," ungkap Pintar Saham, seperti dilansir  Investor,  Rabu (25/3).
Saham ditutup menguat 0,74% ke Rp680 pada perdagangan 17 Maret 2026, setelah sebelumnya anjlok 14,56% pada 16 Maret. Menurut Phintraco Sekuritas, kinerja keuangan pada FY25 meningkat signifikan seiring produksi emas yang membaik.
-Pendapatan tumbuh 54% YoY menjadi USD249 juta
-Laba usaha mencapai USD93 juta, naik 118% YoY
-Laba bersih tercatat sekitar USD50 juta, naik 99% YoY
-Produksi emas mencapai 72.000 oz, meningkat 11% dibanding FY24
Kenaikan kinerja ini didukung harga jual emas yang melejit sekitar 38% serta peningkatan produksi dari operasi tambang yang dikelola anak usaha PT Citra Palu Minerals. Efisiensi operasional turut meningkatkan margin dan profitabilitas pada FY25.
Phintraco mencatat, saat ini diperdagangkan pada PBV 4,63x, lebih tinggi dibandingkan PBV rata-rata subsektor basic materials sebesar 2,75x, mencerminkan premium valuasi akibat kinerja operasional dan likuiditas saham yang kuat. (AI)

Sumber : Investor