AI News - BlackRock, perusahaan manajer aset terbesar dunia, menilai harga emas kesulitan bertahan di atas US$ 4.100 per troy ounce dan menyarankan investor tetap mempertahankan sebagian eksposur pada logam mulia tersebut. Penurunan harga sekitar 25 % sejak puncak Januari dan melemah 7 % secara tahunan menambah tekanan, namun manajer portofolio Russ Koesterich menegaskan peran jangka panjang emas masih relevan.
Poin Penting
- Harga emas berada di bawah US$ 4.100 per troy ounce.
- Harga emas turun sekitar 25 % dari rekor tertinggi yang tercapai pada Januari.
- Secara tahunan, harga emas melemah sekitar 7 %.
- Indeks Dollar Index meningkat lebih dari 6 % sejak Januari.
- Imbal hasil riil obligasi pemerintah AS tenor 10-tahun naik dari sekitar 1,65 % pada awal Maret menjadi 2,2 %.
Mengapa Daya Tarik Emas Menurun di Kalangan Investor?
BeritaSatu melaporkan bahwa daya tarik emas berkurang karena investor kini lebih memusatkan perhatian pada saham perusahaan yang mampu mencatat pertumbuhan laba dan arus kas kuat. Setelah reli tajam pada awal tahun, kenaikan emas lebih dari 25 % dari puncak Januari mengubah persepsi logam mulia sebagai aset lindung nilai, sehingga dalam kondisi pasar yang bergejolak emas tidak lagi dianggap sebagai perlindungan yang pasti. Investor.id menambahkan bahwa penurunan sekitar 7 % secara tahunan memperkuat pandangan bahwa alokasi ke emas menjadi kurang menarik dibandingkan peluang pertumbuhan di sektor lain, termasuk perusahaan AI yang memberikan laba tinggi. Akibatnya, minat terhadap emas menurun sementara dana mengalir ke aset yang dianggap lebih produktif.
Apa Faktor Utama yang Menekan Harga Emas saat Ini?
Investor.id mencatat bahwa faktor utama tekanan pada harga emas adalah penguatan dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil riil obligasi pemerintah AS. Dollar Index (DXY) telah naik lebih dari 6 % sejak Januari, menjadikan emas yang diperdagangkan dalam dolar relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Pada saat yang sama, imbal hasil riil obligasi Treasury Inflation-Protected Securities ( TIPS ) naik dari sekitar 1,65 % pada awal Maret menjadi 2,2 %, meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak menghasilkan bunga. Koesterich menjelaskan bahwa kekhawatiran terhadap guncangan energi global, ketahanan pasar saham AS, serta perubahan ekspektasi kebijakan bank sentral AS turut mendorong penguatan dolar. Kombinasi penguatan mata uang dan suku bunga riil yang lebih tinggi menurunkan daya tarik emas sebagai penyimpan nilai.
Mengapa BlackRock Masih Menyarankan Mempertahankan Sebagian Eksposur Emas?
Menurut BlackRock, rekomendasi mempertahankan eksposur emas didasarkan pada pertimbangan struktural yang masih mendukung peran logam mulia dalam jangka panjang. Koesterich menegaskan bahwa tingkat utang dan defisit fiskal global berada pada level historis, sehingga risiko penurunan nilai mata uang tetap tinggi dan menimbulkan kebutuhan akan aset yang dapat melindungi nilai. Ia juga menyebut bahwa diversifikasi portofolio dengan proporsi moderat emas memberikan perlindungan tambahan terhadap potensi inflasi atau gejolak mata uang di masa depan. Meskipun harga berada di bawah US$ 4.100, BlackRock menilai bahwa menjaga alokasi emas secara terbatas tetap relevan untuk mengurangi volatilitas keseluruhan portofolio investor.
Sumber : AI News