- STOXX 600 cetak rekor, naik tipis didorong saham teknologi dan konsumsi.
- Saham pertahanan dan keuangan tertekan akibat ketegangan geopolitik.
- Pasar tetap optimistis, menanti risalah the Fed jelang akhir tahun.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa memulai perdagangan pascalibur dengan capaian rekor penutupan baru, Senin, meski penguatannya relatif terbatas. Kenaikan indeks didorong saham teknologi serta emiten yang berorientasi pada konsumsi, sementara tekanan datang dari sektor pertahanan dan keuangan yang tergelincir.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 naik tipis 0,09 persen atau 0,55 poin menjadi 589,25, rekor penutupan tertinggi, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Senin (29/12) atau Selasa (30/12) dini hari WIB.
Pergerakan bursa utama di kawasan juga cenderung terbatas. Indeks CAC 40 Prancis menguat 8,44 poin atau 0,10 persen menjadi 8.112,02 dan DAX Jerman bertambah 0,05 persen atau 11,06 poin ke posisi 24.351,12, sedangkan FTSE 100 Inggris turun 0,04 persen atau 4,15 poin jadi 9.866,53.
Sektor teknologi, ritel, serta makanan dan minuman menjadi penopang utama pasar. Sebaliknya, sektor pertahanan dan kedirgantaraan terkoreksi hampir 1 persen, setelah investor mencerna perkembangan terbaru terkait pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Ukraina.
Sentimen kehati-hatian meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dirinya dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy "semakin mendekati" kesepakatan, namun isu perbatasan yang belum terselesaikan membuat pasar tetap waspada.
Ketegangan tersebut menekan saham pertahanan. Leonardo anjlok 2 persen, sementara Rheinmetall dan Hensoldt masing-masing melorot sekitar 1 persen.
Kekhawatiran pasar juga bertambah setelah Rusia menyebut Ukraina mencoba melakukan serangan di dekat kediaman Presiden Vladimir Putin di wilayah Novgorod. Moskow menyatakan insiden tersebut dapat memaksanya meninjau kembali posisi dalam perundingan, sebuah pernyataan yang semakin membuat investor berhati-hati.
Sektor keuangan turut memberikan tekanan terhadap indeks, meskipun secara kinerja tahunan masih menjadi salah satu yang terkuat. Sepanjang 2025, saham keuangan melambung sekitar 65 persen. Analis menilai penguatan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas merger dan akuisisi, lingkungan regulasi yang lebih longgar, serta kondisi ekonomi yang relatif stabil.
Menjelang akhir tahun, STOXX 600 berada di jalur untuk membukukan kinerja tahunan terbaik sejak 2021. Penguatan ini ditopang oleh tren penurunan suku bunga, komitmen belanja fiskal Jerman, serta strategi investor yang mulai mendiversifikasi portofolio mereka dari saham teknologi Amerika Serikat yang dinilai sudah mahal.
Kepala Riset Hargreaves Lansdown, Derren Nathan, menyebut 2025 sebagai tahun dengan dua fase bagi investor saham. Menurutnya, meski pasar secara keseluruhan mampu bertahan dengan baik, memasuki 2026 ketegangan global dan prospek ekonomi yang beragam berpotensi memicu volatilitas harga saham yang lebih tajam.
Perhatian investor pada pekan perdagangan yang dipersingkat libur ini akan tertuju pada rilis risalah rapat terakhir Federal Reserve yang dijadwalkan pada Selasa.
Bank sentral AS itu sebelumnya memangkas suku bunga dan memproyeksikan hanya satu kali penurunan tambahan tahun depan. Namun, pelaku pasar telah memperhitungkan setidaknya dua kali pemangkasan lagi, serta mengantisipasi sikap yang lebih dovish dari bos the Fed berikutnya.
Di luar itu, saham Ion Beam Applications melejit 4,6 persen setelah perusahaan peralatan radiopharmaceutical tersebut mengumumkan keberhasilannya memenangkan kontrak penyediaan sistem terapi proton ProteusPlus di Korea Selatan. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin