- Indeks STOXX 600 turun 0,2% dipimpin oleh pelemahan saham sektor kesehatan dan reaksi pasar terhadap laporan keuangan Nvidia dan Pernod Ricard.
- Saham semikonduktor Eropa bergerak variatif pasca proyeksi data center Nvidia mengecewakan; saham otomotif naik 0,6% didukung penjualan mobil Eropa yang meningkat 5,9% pada Juli.
- Ketidakpastian politik di Prancis dan kekhawatiran atas independensi the Fed mempengaruhi sentimen pasar, sementara ECB menunjukkan perbedaan pandangan soal prospek inflasi.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berakhir di area merah, Kamis, seiring tekanan dari pelemahan saham sektor kesehatan dan respons pasar terhadap laporan keuangan beberapa emiten kakap, termasuk Nvidia dan Pernod Ricard.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,2% atau 1,09 poin menjadi 553,67, membalikkan penguatan yang sempat terjadi di awal sesi, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Kamis (28/8) atau Jumat (29/8) dini hari WIB.
Performa bursa saham regional tercatat variatif. Di Jerman, Indeks DAX melemah 0,03% atau 6,29 poin menjadi 24.039,92 dan FTSE 100 Inggris menyusut 0,42% atau 38,68 poin jadi 9.216,82, sedangkan CAC Prancis naik 0,24% atau 18,67 poin menjadi 7.762,60.
Analis menyebutkan pelaku pasar masih mencermati hasil kinerja keuangan sejumlah perusahaan yang memicu pergerakan sektoral. "Pasar sedang menghadapi kekhawatiran terkait hasil laporan keuangan. Dampak dari laporan Nvidia juga menyebar ke pasar saham secara lebih luas," kata Laura Cooper, Head of Macro Credit and Investment Strategist Nuveen.
Saham sektor semikonduktor Eropa bergerak variatif. ASML mencatatkan penurunan tipis, BESI bergerak stagnan, sementara Infineon dan ASM International masing-masing melonjak 1,2% dan 3,7%.
Nvidia, yang dianggap sebagai indikator utama pasar kecerdasan buatan (AI) global, merilis prospek bisnis pusat data yang berada di bawah ekspektasi sebagian analis. Raksasa teknologi itu juga mengecualikan potensi penjualan ke China dalam proyeksinya karena ketidakpastian kebijakan perdagangan.
Saham Pernod Ricard melesat 1,4% setelah melaporkan penurunan penjualan dan laba tahunan yang lebih kecil dari perkiraan, serta memproyeksikan tren pemulihan pada paruh kedua tahun fiskal 2026. Saham Remy Cointreau menguat 1%, sementara LVMH melejit 2,2%.
Kinerja positif sektor konsumer turut mendukung penguatan indeks CAC 40 Prancis, setelah sempat tertekan oleh kekhawatiran mengenai potensi jatuhnya pemerintahan Perdana Menteri Francois Bayrou bulan depan.
Ketidakpastian politik di Prancis serta kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve juga membayangi pergerakan bursa sepanjang pekan ini. Kekhawatiran tersebut dipicu upaya Presiden Donald Trump untuk memecat salah satu gubernur the Fed, yang menimbulkan ketegangan di kalangan investor global.
Sementara itu, Komisi Eropa mengusulkan penghapusan tarif terhadap barang-barang industri dari Amerika Serikat, sebagai bagian dari kesepakatan dagang bilateral. Langkah ini diharapkan akan membuka jalan bagi pemangkasan tarif Amerika atas mobil buatan Eropa secara retroaktif.
Di tengah kabar tersebut, data penjualan mobil baru di Eropa tercatat melambung 5,9% sepanjang Juli, menjadi bulan terbaik dalam lebih dari satu tahun terakhir. Saham sektor otomotif Eropa pun menguat 0,6%.
Sektor pertambangan turut mencatat kenaikan sebesar 0,7%, didorong lonjakan harga tembaga.
Namun, saham sektor kesehatan mengalami tekanan dengan penurunan rata-rata 0,8%. Saham Sanofi tercatat merosot 1,4%.
Orsted, perusahaan energi angin asal Denmark, meningkat 5,6% setelah lembaga riset Berenberg menaikkan rating sahamnya dari "hold" menjadi "buy", menyebut bahwa aksi rights issue perusahaan diperkirakan memperkuat posisi keuangannya.
Di sisi lain, saham Delivery Hero anjlok 5,9% setelah perusahaan menurunkan proyeksi laba operasional tahunan yang disesuaikan.
Risalah pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan mengenai arah inflasi ke depan. Sebagian memperkirakan inflasi dapat melebihi ekspektasi, sementara yang lain melihat kemungkinan penurunan lebih cepat. Perdebatan ini diperkirakan menjadi sorotan dalam rapat-rapat ECB mendatang. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin