Bursa Eropa Akhiri Tren Pelemahan, Reli Teknologi Kalahkan Sentimen Geopolitik
Friday, July 10, 2026       03:34 WIB
  • STOXX 600 naik 0,78% dipimpin saham teknologi dan tambang.
  • Saham chip menguat seiring optimisme AI.
  • Pasar mencermati konflik Timur Tengah dan ECB.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa menguat, Kamis, mengakhiri tren pelemahan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan dipimpin reli saham teknologi dan sumber daya dasar yang berhasil meredam kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,78% atau 4,96 poin menjadi 640,87, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Kamis (9/7) atau Jumat (10/7) dini hari WIB. Sektor teknologi dan sumber daya dasar menjadi saham dengan kenaikan tertinggi, masing-masing melambung 2,7% dan 3,2%.
Chief Europe Economist Capital Economics, Andrew Kenningham, mengatakan aktivitas ekonomi di kawasan Eropa masih menunjukkan ketahanan meski survei bisnis dan konsumen melemah sejak pecahnya perang Iran.
"Terlepas dari penurunan survei dunia usaha dan konsumen sejak dimulainya perang Iran, aktivitas ekonomi tampaknya masih bertahan cukup baik," ujarnya.
Kenaikan pada sesi Kamis terjadi setelah STOXX 600 mengalami tekanan selama tiga hari berturut-turut. Sebelumnya, inflasi yang lebih lunak dan penurunan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir sempat mendorong indeks tersebut mencetak rekor tertinggi pada Senin. Namun, gelombang baru serangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengguncang sentimen pasar.
Investor kini mulai mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan perusahaan yang akan segera dimulai, yang diperkirakan dapat mengurangi dominasi sentimen geopolitik terhadap pergerakan pasar.
Senior Market Analyst City Index, Fiona Cincotta, menilai investor mulai lebih terbiasa menghadapi perkembangan konflik di Timur Tengah. "Investor kini menjadi sedikit lebih kebal terhadap perkembangan di Timur Tengah, karena menganggapnya sebagai bagian dari proses yang memang akan berlangsung bergejolak menuju kesepakatan yang lebih luas," katanya.
Saham produsen semikonduktor menjadi bintang penguatan. Siltronic melejit 13,4%, Soitec melesat 5,9%, sementara ASML melonjak 4,8%.
Sentimen positif sektor teknologi turut dipicu laporan bahwa China berpotensi memberikan akses terbatas kepada perusahaan kecerdasan buatan (AI) domestik untuk menggunakan chip H200 milik Nvidia. Kebijakan tersebut dinilai dapat meningkatkan permintaan terhadap infrastruktur AI secara global.
Di tingkat regional, indeks saham Spanyol mencatat kinerja terbaik dengan lompatan 1,1%, bangkit dari posisi terendah dalam tiga pekan sehari sebelumnya. Penguatan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Spanyol sebagai negara yang "sangat murah hati", setelah sebelumnya mengancam menghentikan hubungan dagang dengan negara tersebut.
Sementara, bursa regional utama berakhir variatif. Indeks DAX Jerman menguat 0,89% atau 220,82 poin jadi 25.118,27 dan CAC Prancis naik 0,90% atau 73,96 poin ke posisi 8.326,62, sedangkan FTSE 100 Inggris melemah 0,16% atau 16,59 poin menjadi 10.472,45.
Harga minyak mentah yang merosot sekitar 1,8% juga turut meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.
Di sisi lain, saham kesehatan menjadi sektor dengan kinerja terburuk setelah melorot 1%. Saham AstraZeneca anjlok 6,2% menyusul kegagalan obat penyakit saraf Wainua, yang dikembangkan bersama perusahaan bioteknologi asal AS, Ionis, dalam mencapai target utama uji klinis tahap akhir, yakni mengurangi angka kematian akibat penyakit kardiovaskular dan kejadian gangguan jantung berulang.
Sementara itu, saham penyedia layanan teknologi informasi Computacenter melesat 7,2% setelah perusahaan memperkirakan kinerja sepanjang tahun akan melampaui ekspektasi pasar berkat tingginya permintaan terhadap infrastruktur berbasis AI.
Produsen turbin angin Nordex juga menguat 4,8% setelah melaporkan pesanan proyek pada kuartal II meningkat secara tahunan menjadi 3.054 megawatt, didorong oleh besarnya kontrak baru dari Amerika Serikat.
Selain mencermati perkembangan geopolitik dan prospek kinerja emiten, investor juga terus mengevaluasi arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB), yang bulan lalu kembali menaikkan suku bunga acuannya.
Risalah rapat kebijakan ECB yang dirilis Kamis menunjukkan pembuat kebijakan menerima ekspektasi bahwa inflasi masih akan bertahan di atas target hingga tahun depan, meski bank sentral telah memperhitungkan hampir tiga kali kenaikan suku bunga dalam proyeksinya. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin