Bursa Eropa Anjlok Terbesar dalam Dua Bulan, Merespons Ancaman Tarif Trump
Tuesday, January 20, 2026       04:06 WIB
  • Bursa Eropa jatuh: STOXX 600 turun 1,19% akibat ancaman tarif baru AS.
  • Risiko perang dagang naik: Trump ancam tarif hingga 25% ke delapan negara Eropa.
  • Sektor terpukul: Saham barang mewah, otomotif, dan teknologi memimpin penurunan.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa mencatat penurunan harian terbesar dalam dua bulan, Senin, setelah investor diguncang ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memberlakukan tarif tambahan terhadap delapan negara Eropa hingga AS diizinkan membeli Greenland.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup merosot 1,19% atau 7,32 poin menjadi 607,06, sementara indeks acuan di negara-negara berorientasi ekspor seperti Jerman dan Prancis masing-masing jatuh lebih dari 1,3%, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Senin (19/1) atau Selasa (20/1) dini hari WIB.
Indeks DAX Jerman menyusut 1,34% atau 338,07 poin jadi 24.959,06, FTSE 100 Inggris melemah 0,39% atau 39,94 poin ke posisi 10.195,35 dan CAC Prancis anjlok 1,78% atau 146,92 poin menjadi 8.112,02.
Trump menyatakan akan mengenakan tarif tambahan 10% mulai 1 Februari terhadap barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, yang akan meningkat menjadi 25% pada 1 Juni apabila tidak tercapai kesepakatan.
Ancaman tersebut memicu reaksi keras di Eropa dan mengingatkan pasar pada volatilitas yang terjadi ketika Trump memberlakukan tarif terhadap berbagai perekonomian global pada April tahun lalu. Pernyataan itu juga menimbulkan pertanyaan mengenai prospek kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Eropa yang telah dicapai sejak saat itu.
Para pemimpin dunia dan eksekutif korporasi global tengah berkumpul dalam World Economic Forum di Davos, dengan pernyataan-pernyataan yang disampaikan di forum tersebut dipantau ketat pasar untuk mencari sinyal terkait tarif dan dinamika geopolitik.
"Kami meragukan tarif tersebut akan diterapkan sesuai yang diumumkan," ujar Andrew Kenningham, Kepala Ekonom Eropa di Capital Economics. Dia menambahkan bahwa Uni Eropa kemungkinan akan berhati-hati dalam mengambil langkah balasan guna "menghindari eskalasi lebih lanjut".
Sementara itu, ketidakpastian perdagangan hampir memangkas setengah investasi perusahaan-perusahaan Jerman di Amerika Serikat pada tahun pertama masa jabatan kedua Trump, menurut laporan German Economic Institute (IW) yang dilihat oleh  Reuters. 
Sektor barang mewah, otomotif, dan teknologi menjadi yang paling terpukul, masing-masing kehilangan 3%, 2,2%, dan 2,9%.
Indikator volatilitas saham kawasan euro melonjak 3,75 poin ke level tertinggi sejak November.
"Tindakan Trump selama akhir pekan lalu meningkatkan risiko geopolitik sekaligus menghidupkan kembali ketidakpastian perdagangan. Setelah awal tahun dengan volatilitas rendah, pasar saham berpotensi menghadapi tekanan penurunan," kata Kyle Rodda, analis Capital.com.
Reaksi pasar juga dinilai berpotensi berlebihan akibat volume perdagangan yang tipis, seiring libur Martin Luther King Jr. Day di Amerika Serikat.
Di tengah pelemahan pasar, saham Beazley justru meroket hampir 43% setelah Zurich Insurance Group mengumumkan penawaran tunai senilai 7,67 miliar poundsterling (sekitar USD10,3 miliar) untuk mengakuisisi perusahaan asuransi spesialis asal Inggris tersebut.
Sementara itu, saham Bayer, perusahaan farmasi dan agribisnis Jerman, melejit 7,1% ke level tertinggi sejak Oktober 2023, setelah Mahkamah Agung AS menyetujui untuk mendengar permohonan perusahaan guna membatasi gugatan hukum yang menuduh herbisida Roundup menyebabkan kanker. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin