Bursa Eropa Anjlok Terburuk Sejak Maret, Pernyataan Trump soal Iran Guncang Pasar
Thursday, July 09, 2026       03:18 WIB
  • STOXX 600 turun 1,61% akibat memanasnya konflik AS-Iran.
  • Bursa Eropa melemah, dipimpin IBEX Spanyol yang anjlok 2,7%.
  • Ekspektasi kenaikan suku bunga ECB naik menjadi 42 bps hingga akhir tahun.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa mencatat penurunan harian terbesar sejak pertengahan Maret, Rabu, setelah Presiden AS Donald Trump kembali meragukan prospek perdamaian di Timur Tengah. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap lonjakan harga minyak dan meningkatnya tekanan inflasi, sehingga mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup merosot 1,61% atau 10,38 poin menjadi 635,91, sekaligus menjadi posisi terendah dalam sepekan, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Rabu (8/7) atau Kamis (9/7) dini hari WIB.
Penurunan tajam tersebut mengejutkan pelaku pasar yang dalam beberapa hari terakhir mulai kembali optimistis terhadap saham kawasan Eropa. Sentimen positif sebelumnya didorong oleh tanda-tanda inflasi yang mulai melandai serta harapan bahwa bank sentral tidak lagi perlu melanjutkan kenaikan suku bunga.
Namun, perkembangan terbaru kembali menunjukkan bahwa ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang dapat mengguncang pasar keuangan dalam waktu singkat.
Mengenai Iran, Trump mengatakan dirinya menilai upaya bernegosiasi dengan negara tersebut hanya membuang waktu. Di saat yang sama, Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan, sementara Washington juga memberlakukan kembali sanksi terhadap ekspor minyak Iran.
Co-Chief Investment Officer Calamos Investments, Nick Niziolek, mengatakan seluruh pelaku pasar merasa frustrasi dengan perkembangan konflik tersebut. Meski demikian, dia meyakini semua pihak, termasuk Presiden Trump, pada akhirnya menginginkan konflik segera berakhir.
Bursa saham Spanyol menjadi yang paling terpukul di kawasan Eropa. Indeks IBEX anjlok 2,7%, menjadi penurunan terbesar di antara bursa regional sekaligus mencatat kinerja harian terburuk sejak awal Maret.
Pelemahan tersebut terjadi setelah Trump mengungkapkan telah memerintahkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent untuk menghentikan seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol. Trump juga menyebut Madrid sebagai "mitra yang buruk".
Meski demikian, Niziolek menegaskan dirinya tidak berencana mengubah komposisi portofolionya hanya karena pernyataan tersebut. Menurut dia, meski komentar Trump terdengar mengejutkan, pasar sudah semakin terbiasa menghadapi pernyataan-pernyataan serupa.
Sementara, indeks DAX Jerman ditutup menyusut 2,23% atau 567,80 poin menjadi 24.897,45, FTSE 100 Inggris kehilangan 1,66% atau 176,84 poin jadi 10.489,04 dan CAC Prancis turun 2,18% atau 183,58 poin ke posisi 8.252,66.
Di tingkat sektoral, saham sumber daya dasar menjadi penekan terbesar indeks STOXX 600 setelah melorot 4,4%, disusul sektor konstruksi dan material yang turun 3,7%. Saham otomotif juga terkoreksi 3,7%.
Sebaliknya, lonjakan harga minyak mentah mendorong sektor energi melesat 1,9%.
Kenaikan harga minyak justru memberikan tekanan terhadap saham maskapai penerbangan karena berpotensi meningkatkan biaya operasional. Saham Air France ambles 6,6%, sedangkan Wizz Air melemah 5%.
Chief Investment Strategist Wealth Club, Susannah Streeter, menilai sentimen negatif kemungkinan akan semakin meluas. Menurut dia, perkembangan terbaru menjadi kemunduran besar setelah banyak negara sebelumnya mulai merasa lega menyusul meredanya ketegangan geopolitik.
Di sisi kebijakan moneter, sebelum perkembangan terbaru tersebut pasar mulai mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank Sentral Eropa (ECB) tahun ini. Sejumlah pejabat ECB sebelumnya juga menyatakan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi menjadi lebih seimbang setelah tercapainya gencatan senjata baru-baru ini.
Namun, setelah perkembangan pada Selasa, pelaku pasar kembali meningkatkan proyeksi pengetatan moneter. Berdasarkan data yang dihimpun LSEG , trader kini memperkirakan total kenaikan suku bunga ECB sekitar 42 basis poin hingga akhir tahun, meningkat dibandingkan proyeksi sekitar 25 basis poin sehari sebelumnya.
Investor juga terus mencermati pergerakan saham teknologi global yang memasuki awal Juli dengan kinerja kurang meyakinkan setelah reli kuat yang didorong optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) sepanjang kuartal kedua.
Di Asia, pasar saham Korea Selatan ditutup sekitar 20% di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada Juni, sehingga mengonfirmasi telah memasuki fase bear market. Sementara itu, indeks Nasdaq yang sarat saham teknologi ditutup di bawah rata-rata pergerakan 50 hari pada perdagangan sebelumnya, mengindikasikan melemahnya momentum jangka pendek.
Di Eropa, kinerja saham teknologi bergerak variatif. Saham produsen peralatan semikonduktor ASML melompat 1,3%, sedangkan saham perusahaan chip Jerman Aixtron berkurang 2,7%.
Pada perdagangan saham individual, Bahnhof melambung 17,1% setelah operator telekomunikasi Telenor sepakat mengakuisisi saham pengendali penyedia layanan broadband asal Swedia tersebut. Nilai transaksi itu mencapai sekitar 6,1 miliar crown Swedia (USD629,7 juta). (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin