Bursa Eropa Bangkit, Tapi Saham Otomotif Tumbang Gara-Gara Stellantis
Saturday, February 07, 2026       06:03 WIB
  • Indeks saham Eropa bangkit dan mencatat kenaikan mingguan 1% meski pasar diliputi volatilitas.
  • Saham Stellantis anjlok 25,2% dan menyeret sektor otomotif turun 3%.
  • Kongsberg melonjak 15,6% setelah laba kuartal IV melampaui ekspektasi dan meraih kontrak US$165 juta.

Ipotnews - Indeks saham acuan Eropa menguat pada Jumat (6/2) akhir pekan dalam pemulihan yang bersifat luas dari kerugian sesi sebelumnya, seiring investor mencermati kinerja keuangan perusahaan yang beragam, termasuk produsen mobil Stellantis dan perusahaan pertahanan Kongsberg.
Indeks acuan pasar saham Eropa, STOXX 600 naik 0,9% ke level 617,12 poin, sekaligus berbalik arah dari pelemahan yang sempat terjadi di awal sesi perdagangan. Indeks utama pasar saham Eropa juga ke zona hijau. Indeks DAX Jerman naik 0,94%. Indeks FTSE Inggris menguat 0,59% serta Indeks CAC Prancis menanjak 0,43%.
Saham Stellantis anjlok 25,2%, menjadi penurunan harian terbesar sepanjang sejarah, dan menyeret indeks sektor otomotif turun 3%. Perusahaan asal Prancis-Italia tersebut membukukan beban sekitar 22,2 miliar euro atau setara US$26,5 miliar pada paruh kedua tahun lalu, seiring pemangkasan rencana pengembangan kendaraan listrik.
Sementara itu, saham-saham sektor pertahanan menjadi salah satu penguat utama dengan kenaikan 1,6%. Kongsberg asal Norwegia melonjak 15,6% setelah melaporkan kenaikan laba operasional kuartal keempat yang melampaui ekspektasi. Perusahaan tersebut juga memenangkan pesanan senilai US$165 juta dari Jerman dan Swedia untuk sistem persenjataan jarak jauh.
Indeks STOXX 600 menutup pekan ini dengan kenaikan 1%, di tengah pergerakan pasar yang berfluktuasi akibat pembaruan kinerja perusahaan dan keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa. Aksi jual yang mengejutkan pada saham teknologi dan media juga sempat menekan sentimen pasar pada awal pekan.
Investor global terus menimbang dampak kemunculan alat kecerdasan buatan terbaru yang diperkirakan akan memperketat persaingan bagi bisnis perangkat lunak tradisional.
Di sisi lain, perusahaan besar di bidang kecerdasan buatan seperti Amazon dan Alphabet mengumumkan rencana untuk meningkatkan belanja teknologi tersebut, yang menurut analis berpotensi menguntungkan produsen perangkat keras.
"Di Amerika Serikat, terlihat adanya dislokasi antara sektor perangkat lunak dan perangkat keras, yang didorong oleh tema kecerdasan buatan yang meningkatkan permintaan memori, namun sekaligus menciptakan tantangan bagi perusahaan perangkat lunak. Dislokasi inilah yang saat ini sedang diperhitungkan pasar," ujar Sophie Huynh, manajer portofolio dan strategis di BNP Paribas Asset Management, seraya menambahkan bahwa sebagian besar ketidakpastian ini turut merembet ke wilayah lain di dunia.
Saham sektor teknologi dan media masing-masing naik 1,2% dan 0,5% pada hari tersebut, namun keduanya masih menjadi sektor dengan kinerja terburuk di indeks acuan sepanjang pekan ini. Sektor teknologi mencatat penurunan mingguan terbesar dalam 11 pekan terakhir. Saham sektor perbankan, yang telah menguat sepanjang sebagian besar tahun lalu, naik 1,4% pada perdagangan hari ini.
Saham Societe Generale melemah 2,2% setelah bank asal Prancis itu melaporkan penurunan tajam pendapatan perdagangan perbankan investasi yang berada di bawah kinerja para pesaingnya, meskipun laba kuartal keempat secara keseluruhan melampaui perkiraan.
Di antara pergerakan saham individual, produsen obat penurun berat badan Novo Nordisk naik 5,3% setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mengancam akan mengambil tindakan terhadap "obat tiruan ilegal". Operator telekomunikasi Norwegia, Telenor, melonjak 7,2% setelah membukukan laba kuartal keempat di atas perkiraan analis.
Dari sisi ekonomi, produksi industri Jerman turun lebih dalam dari perkiraan pada Desember, sehingga meredam harapan pemulihan sektor industri.
(reuters)

Sumber : admin