Bursa Eropa Bertahan Dekat Rekor, Menuju Kinerja Tahunan Terkuat Sejak 2021
Thursday, December 25, 2025       04:08 WIB
  • Bursa Eropa dekat rekor dan menuju kinerja tahunan terbaik sejak 2021, ditopang suku bunga turun dan stimulus Jerman.
  • Saham mewah dan tambang menguat, sementara sektor dirgantara-pertahanan melemah.
  • Sentimen ditopang data AS, dengan fokus investor pada arah kebijakan the Fed dan ECB.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa mengakhiri pekan perdagangan yang dipersingkat hari libur dengan bertahan di dekat level tertinggi sepanjang masa dan berada di jalur menuju kinerja tahunan terkuat sejak 2021, didukung tren penurunan suku bunga, dorongan belanja fiskal Jerman, serta arus diversifikasi investor dari saham teknologi Amerika Serikat yang dinilai sudah mahal.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup stagnan, turun tipis 0,01% atau 0,03 poin menjadi 588,70, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Rabu (24/12) atau Kamis (25/12) dini hari WIB.
Di tingkat regional, Indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,19% atau 18,54 poin jadi 9.870,68 dan CAC 40 Prancis berkurang 0,27 poin ke posisi 8.103,58. Aktivitas perdagangan relatif sepi karena bursa di Amsterdam, Brussels, dan Paris tutup lebih awal, sedangkan pasar saham Jerman dan Milan tidak beroperasi sepanjang hari.
Sektor barang mewah menjadi penopang utama pergerakan pasar. Saham berkapitalisasi besar seperti Richemont--pemilik merek Cartier--serta LVMH dan Kering masing-masing melonjak sekitar 1%.
Saham pertambangan juga mencatat kenaikan seiring harga emas, perak, platinum, dan tembaga yang menembus rekor tertinggi.
Analis Swissquote, Ipek Ozkardeskaya, menilai sejumlah faktor struktural masih mendorong kenaikan harga logam, mulai dari tingginya utang pemerintah yang diperkirakan berlanjut hingga 2026, ketidakpastian geopolitik, hingga kebijakan moneter yang lebih longgar. "Prospek harga logam tetap positif untuk jangka menengah hingga panjang, meski dalam jangka pendek kenaikan yang terlalu cepat membuka ruang koreksi yang sehat," kata dia.
Di sisi lain, saham sektor dirgantara dan pertahanan memimpin pelemahan dengan penurunan sekitar 0,2%. Kendati demikian, sektor ini tetap menjadi salah satu yang berkinerja terbaik sepanjang tahun dengan penguatan hampir 56%.
Indeks acuan Eropa sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru, Selasa, didorong kabar persetujuan otoritas Amerika Serikat terhadap pil penurun berat badan milik raksasa farmasi Novo Nordisk.
Sentimen pasar juga mendapatkan dorongan dari data ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal ketiga melampaui perkiraan.
Analis Capital.com, Daniela Hathorn, mengatakan data tersebut mendukung pasar saham karena memperkuat ekspektasi pertumbuhan laba hingga 2026. Namun, dia menambahkan, kondisi itu sekaligus memperumit prospek kebijakan moneter ke depan.
Pasar kini memperkirakan bos Federal Reserve berikutnya akan cenderung bersikap dovish, sehingga arah kebijakan moneter AS tetap menjadi fokus utama investor tahun depan. Sebaliknya, jalur suku bunga Eropa dipandang lebih hawkish menuju 2026 setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan lalu dan memberi sinyal kemungkinan berakhirnya siklus pelonggaran, yang berpotensi memperlebar perbedaan kebijakan dengan the Fed.
Pada level saham individual, BP sempat melesat lebih dari 1% sebelum berbalik melemah 0,4% setelah menyepakati penjualan 65% saham unit pelumas Castrol kepada perusahaan investasi Stonepeak senilai USD6 miliar.
Sementara itu, perusahaan farmasi Prancis Sanofi mengumumkan rencana akuisisi produsen vaksin asal AS, Dynavax Technologies, dengan nilai USD2,2 miliar. Transaksi ini akan memberi Sanofi akses ke vaksin hepatitis B yang telah disetujui regulator, meski saham Sanofi ditutup melemah tipis. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin