- Eropa naik tipis: STOXX 600 +0,23%, ikut sentimen Wall Street.
- AI & komoditas dorong pasar: Teknologi dan tambang jadi penopang utama.
- Risiko masih ada: Sektor bank melemah, ketidakpastian tarif AS membayangi.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berakhir di zona hijau, Selasa, seiring meningkatnya selera risiko investor yang mengikuti penguatan pasar Wall Street. Meski demikian, pelaku pasar masih menanti kejelasan kebijakan perdagangan Amerika Serikat setelah tarif Presiden Donald Trump sebelumnya dibatalkan oleh pengadilan.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 berhasil berbalik dari pelemahan awal dan ditutup naik 0,23% atau 1,44 poin menjadi 629,14, mendekati level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Jumat, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Selasa (24/2) atau Rabu (25/2) dini hari WIB.
Bursa regional utama berakhir variatif. Indeks CAC Prancis menguat 0,26% atau 22,04 poin jadi 8.519,21, sementara DAX Jerman turun tipis 0,02% atau 5,72 poin ke posisi 24.986,25 dan FTSE 100 Inggris berkurang 0,04% atau 4,15 poin menjadi 10.680,59.
Kenaikan pasar dipimpin saham pertambangan logam dasar yang melonjak 1,5%, didorong harga tembaga yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari sepekan. Sektor consumer staples dan utilitas juga mencatat penguatan.
Saham terkait semikonduktor turut menanjak setelah perusahaan teknologi asal AS, Advanced Micro Devices (AMD), menjalin kesepakatan dengan Meta Platforms untuk menjual chip kecerdasan buatan (AI) hingga senilai USD60 miliar. Selain itu, kolaborasi antara perusahaan perangkat lunak dan laboratorium AI Anthropic dalam pengembangan alat baru turut meningkatkan minat investor terhadap sektor ini.
Di Eropa, saham ASML dan Infineon masing-masing melesat lebih dari 1%, sementara indeks sektor teknologi secara keseluruhan menguat 0,7%.
Ekonom Jefferies, Mohit Kumar, menilai perkembangan teknologi disruptif seperti AI akan menciptakan pergeseran peta industri.
"Teknologi disruptif adalah tentang transfer keterampilan yang akan melahirkan pemenang dan pecundang, bukan sekadar dampak negatif," ujarnya.
Dia menambahkan, tahun ini akan menjadi periode krusial bagi investor dalam memilih sektor atau perusahaan yang diuntungkan oleh perkembangan AI. "Kami belum siap untuk mengambil posisi berlawanan terhadap sektor-sektor yang terdampak disrupsi AI," kata Kumar.
Mayoritas sektor dalam STOXX 600 berakhir di area positif, kecuali sektor keuangan dan media. Saham perbankan melorot 1,3% akibat kekhawatiran bahwa model AI terbaru dapat mengganggu model bisnis tradisional. Sementara itu, perusahaan jasa keuangan turun 0,3%.
Di sisi lain, ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan AS masih membayangi pasar. Tarif baru yang bersifat menyeluruh dari Trump mulai berlaku setelah kebijakan tarif sebelumnya dinyatakan inkonstitusional.
Penerapan tarif baru ini memunculkan pertanyaan atas berbagai kesepakatan dagang yang dicapai tahun lalu. Parlemen Eropa bahkan kembali menunda pemungutan suara terkait perjanjian perdagangan dengan Amerika untuk kedua kalinya.
Analis juga menyoroti pandangan negatif dari Citrini Research yang memperingatkan potensi risiko terhadap ekonomi global dan sektor keuangan secara luas.
Sektor otomotif yang sebelumnya menjadi fokus utama dampak tarif justru mencatat lompatan 1,9% pada perdagangan Selasa. Saham perusahaan suku cadang otomotif Forvia melesat 2,8% setelah memproyeksikan margin operasional 2026 meningkat ke kisaran 6% hingga 6,5%.
Perusahaan penyedia voucher dan kartu manfaat asal Prancis, Edenred, juga menjadi salah satu penguat utama dengan kenaikan 3,9%, setelah melaporkan laba inti 2025 melampaui ekspektasi pasar berkat peningkatan penjualan dan efisiensi biaya.
Di sisi lain, saham Unite Group menjadi yang terburuk di indeks STOXX 600 dengan penurunan lebih dari 14%, setelah perusahaan penyedia hunian mahasiswa terbesar di Inggris itu memperkirakan pendapatan tahunannya dapat anjlok hingga 13% pada 2026.
Sementara itu, produsen mesin pesawat MTU Aero Engines melorot 6% setelah memproyeksikan kinerja 2026 yang hanya sejalan dengan ekspektasi analis. Perusahaan juga masih menghadapi dampak dari peringatan mitranya, Pratt & Whitney, terkait cacat komponen mesin pada tahun lalu. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin