- STOXX 600 naik 0,77% ditopang laba kuat Shell.
- Pasar tetap dibayangi sikap the Fed dan konflik AS-Iran.
- PDB zona euro tumbuh 0,4%, menopang sentimen.
Ipotnews - Mayoritas bursa ekuitas Eropa berakhir di zona hijau, Kamis, didorong gelombang laporan keuangan korporasi yang solid, terutama lonjakan laba raksasa energi Shell. Kinerja emiten berhasil meredam kekhawatiran investor terhadap prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve yang masih belum jelas serta meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan udara terbaru Amerika Serikat ke Iran.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,77% atau 4,94 poin menjadi 649,95, demikian laporan Investing dan CNBC , Kamis (30/7) atau Jumat (31/7) dini hari WIB.
Indeks DAX Jerman menguat 0,6% atau 151,55 poin jadi 25.612,03, sedangkan CAC 40 Prancis melompat 0,92% atau 77,37 poin ke posisi 8.485,64, seiring kuatnya kinerja laba sejumlah perusahaan kakap di kawasan yang menjadi penopang di tengah tekanan ekonomi global dan meningkatnya risiko geopolitik.
Berbeda dengan bursa utama Eropa lainnya, indeks FTSE 100 London turun 0,1% atau 11,14 poin jadi 10.897,27 setelah Bank of England memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya.
Saham Shell menjadi pendorong utama penguatan pasar setelah perusahaan minyak dan gas tersebut membukukan laba bersih disesuaikan (adjusted profit) kuartal II sebesar USD9,8 miliar, lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu dan melampaui ekspektasi pasar. Peningkatan tersebut ditopang oleh kinerja operasional yang kuat serta keuntungan dari aktivitas perdagangan energi.
Meski musim laporan keuangan memberikan sentimen positif, pelaku pasar tetap berhati-hati setelah the Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Rabu. Pernyataan Chairman Fed Kevin Warsh mengenai komitmen menekan inflasi belum mampu memberikan kepastian apakah bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga atau mempertahankannya pada level tinggi dalam waktu lebih lama.
Sentimen pasar juga dibayangi eskalasi konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Di sisi lain, data ekonomi memberikan dorongan tambahan bagi pasar. Produk domestik bruto (PDB) kawasan euro yang terdiri dari 21 negara tumbuh 0,4% secara kuartalan pada kuartal II, dua kali lebih tinggi dibandingkan perkiraan konsensus Reuters sebesar 0,2%.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh lonjakan investasi di sektor kecerdasan buatan (AI), belanja pemerintah yang tetap kuat, serta sejumlah faktor musiman yang mampu mengimbangi tekanan dari tingginya harga energi dan konflik di Timur Tengah.
Sektor teknologi Eropa masih bergerak hati-hati setelah laporan keuangan emiten teknologi berkapitalisasi besar di Wall Street dan Asia menghasilkan respons yang beragam.
Laporan kinerja Samsung Electronics dan Microsoft yang lebih baik dari perkiraan membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap tingginya valuasi sektor AI dan besarnya belanja modal yang dibutuhkan untuk pengembangan teknologi tersebut.
Namun, Meta Platforms kembali memicu kekhawatiran pasar setelah melaporkan arus kas bebas (free cash flow) kuartalan anjlok 91%, mencerminkan besarnya kebutuhan investasi untuk membangun infrastruktur AI global.
Selain Shell, sejumlah emiten Eropa lainnya juga menjadi penopang penguatan indeks. Di sektor keuangan, saham Societe Generale melesat 5,8% setelah membukukan laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah. BBVA Spanyol melambung 3,8% berkat peningkatan laba bersih kuartal II, sementara manajer investasi asal Prancis, Amundi, melejit 6,1% setelah mencatatkan laba operasional di atas ekspektasi analis.
Di sektor industri dan teknologi, Schneider Electric melonjak 9,5% setelah menaikkan proyeksi kinerja sepanjang tahun, didorong tingginya permintaan infrastruktur energi. Produsen baja ArcelorMittal juga mencatatkan laba di atas perkiraan pasar berkat kebijakan perlindungan perdagangan di Eropa.
Sementara itu, Airbus justru merosot 2,9% meski membukukan hasil kuartal II yang kuat. Capgemini menyusut 3,7% walaupun meningkatkan proyeksi pertumbuhan pendapatan tahun ini, sedangkan perusahaan farmasi Sanofi menaikkan proyeksi penjualan sepanjang 2026.
Di sisi lain, Adidas menjadi salah satu saham dengan penurunan terdalam setelah ambles hampir 18% akibat laba kuartalan yang mengecewakan pasar. Saham perusahaan farmasi Belgia UCB juga terkoreksi 10% karena investor menilai kinerja sejumlah produknya masih beragam serta target penjualan puncak yang dinilai terlalu konservatif. (Investing/CNBC/AI)
Sumber : Admin