- STOXX 600 naik 0,69% ke rekor, ditopang saham bank ( HSBC melonjak).
- Kekhawatiran disrupsi AI mereda, dorong minat risiko pasar.
- Volatilitas masih tinggi karena ketidakpastian AI dan tarif AS.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berakhir di level tertinggi sepanjang masa, Rabu, didorong penguatan sektor keuangan setelah HSBC menaikkan target utama pinjamannya. Di sisi lain, kekhawatiran bahwa model kecerdasan buatan (AI) terbaru akan segera mengganggu bisnis tradisional mulai mereda.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup menguat 0,69% atau 4,33 poin menjadi 633,47, melampaui rekor penutupan sebelumnya di posisi 630,56 yang tercatat pada Jumat lalu, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Rabu (25/2) atau Kamis (26/2) dini hari WIB.
Bursa regional utama juga semringah. Indeks DAX Jerman meningkat 0,76% atau 189,69 poin jadi 25.175,94, FTSE 100 Inggris melonjak 1,18% atau 125,82 poin ke posisi 10.806,41 dan CAC Prancis bertambah 0,47% atau 39,86 poin menjadi 8.559,07.
Penguatan dipimpin sektor perbankan yang melompat 2,8%, terutama ditopang lonjakan hampir 8% saham HSBC . Saham bank terbesar di Eropa tersebut bahkan mencetak rekor tertinggi setelah menaikkan target laba utama, seiring kinerja laba tahunan yang melampaui ekspektasi, meski membukukan beban satu kali (one-off) USD4,9 miliar.
Sentimen global turut membaik setelah perusahaan rintisan AI asal Amerika Serikat, Anthropic, menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan serta meluncurkan plug-in AI baru pada Selasa. Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa bisnis tradisional mulai beradaptasi dengan kemajuan AI, alih-alih langsung terdampak disrupsi besar.
Direktur Riset XTB, Kathleen Brooks, menyebut kabar itu dapat memperkuat harapan bahwa AI akan terintegrasi dengan penyedia perangkat lunak, bukan menggantikannya.
"Ini bisa menjadi pesan kuat yang menenangkan investor, yang sebelumnya diliputi kekhawatiran eksistensial terhadap masa depan ekonomi global di era AI," ujarnya.
Meredanya kekhawatiran tersebut membantu mengurangi tekanan margin dan meningkatkan minat risiko global, yang turut mengangkat saham perbankan, yang sebelumnya sempat tertekan tajam di tengah volatilitas pasar pada sesi Selasa.
Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi pasar. Analis UBS yang dipimpin Mark Haefele memperkirakan volatilitas tetap tinggi dalam jangka pendek, seiring investor mencoba menilai valuasi jangka panjang perusahaan yang berpotensi terdampak AI, sekaligus mencermati dinamika kebijakan tarif Amerika Serikat.
Di sisi sektoral, saham pertambangan dan utilitas masing-masing mencetak rekor tertinggi baru, melampaui puncak sebelumnya pada 2008. Hal ini menjadi indikasi meluasnya reli pasar saham Eropa yang terjadi sepanjang tahun lalu.
Dari sisi emiten, produsen turbin angin darat, Nordex, melambung 17,4% dan menjadi penguat terbesar STOXX 600 setelah melaporkan laba inti 2025 yang melampaui ekspektasi.
Sebaliknya, saham produsen minuman Diageo anjlok 12,7% setelah memangkas proyeksi penjualan dan laba tahunan untuk kedua kalinya dalam empat bulan terakhir, serta menurunkan dividen. Indeks sektor makanan dan minuman pun merosot 2,1%.
Sementara itu, Auto1 Group ambles 18,2% setelah dealer mobil bekas asal Jerman tersebut memperkirakan EBITDA 2026 lebih rendah dari ekspektasi.
Di sisi lain, saham E.ON menyentuh level tertinggi dalam 15 tahun setelah operator jaringan energi terbesar di Eropa itu mengumumkan peningkatan belanja hingga 48 miliar euro (sekitar USD57 miliar) sampai 2030 untuk mendukung pembangunan pusat data di seluruh Eropa.
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan kebijakan perdagangan global, termasuk potensi kenaikan tarif baru Amerika Serikat hingga 15%. Selain itu, laporan keuangan raksasa chip AI, Nvidia, yang dirilis pada Rabu malam waktu setempat dipandang sebagai ujian berikutnya bagi arah pasar global. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin