Bursa Eropa Cetak Rekor Penutupan, Saham Kesehatan dan AI Jadi Penggerak Utama
Friday, June 26, 2026       03:28 WIB
  • STOXX 600 cetak rekor, ditopang sektor kesehatan dan AI.
  • Bayer melonjak 18,7%, saham chip Eropa ikut menguat.
  • Inflasi AS 4%, dorong ekspektasi suku bunga tinggi bertahan.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berakhir di level tertinggi sepanjang masa, Kamis, didorong kenaikan sektor kesehatan serta kembali menguatnya sentimen terhadap kecerdasan buatan (AI) setelah proyeksi kinerja yang kuat dari perusahaan semikonduktor Micron dan Qualcomm meredakan kekhawatiran investor mengenai valuasi saham terkait AI.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melompat 0,8% atau 5,05 poin ke level rekor 640,21, setelah menyentuh rekor intraday baru di posisi 642,09 di sesi tersebut, yang merupakan lonjakan harian terbesar dalam hampir dua pekan terakhir, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Kamis (25/6) atau Jumat (26/6) dini hari WIB.
Bursa regional utama juga menghijau. Indeks DAX Jerman melonjak 1,03% atau 254,47 poin jadi 24.994,83, FTSE 100 Inggris naik 0,65% atau 68,26 poin ke posisi 10.529,89 dan CAC Prancis bertambah 0,55% atau 46,12 poin menjadi 8.431,61.
Sektor kesehatan menjadi salah satu pendorong utama penguatan indeks dengan kenaikan 1,5%. Saham Bayer melambung 18,7% dan menjadi emiten dengan performa terbaik di STOXX 600 setelah meraih kemenangan hukum penting di Amerika Serikat.
Kenaikan saham perusahaan farmasi asal Jerman itu terjadi setelah Mahkamah Agung AS membatasi ribuan gugatan yang menuduh Bayer gagal memberikan peringatan kepada pengguna bahwa bahan aktif dalam herbisida Roundup berpotensi menyebabkan kanker. Putusan tersebut dipandang sebagai perkembangan positif yang dapat mengurangi risiko hukum yang selama ini membebani perusahaan.
Di sisi lain, saham teknologi sempat memimpin reli pasar dan mendorong STOXX 600 mencapai rekor intraday. Namun, penguatan sektor tersebut berangsur mereda menjelang penutupan perdagangan. Meski demikian, sektor teknologi tetap berakhir menguat 0,8% setelah sempat melesat hingga 2,5% pada sesi perdagangan.
Sentimen positif datang dari proyeksi bisnis yang kuat dari Micron dan Qualcomm, yang membantu menenangkan kekhawatiran investor bahwa reli saham AI global bergerak terlalu jauh dan berpotensi mengalami koreksi.
Di sektor semikonduktor, saham Infineon melonjak 3,1%, sementara STMicroelectronics menguat 5,1%. Produsen peralatan chip asal Belanda, ASML , turut mencatat kenaikan 2,6%.
Sementara itu, Siemens Energy yang dikenal sebagai pemasok peralatan pendukung infrastruktur AI, melejit 2,3%.
Manajer Portofolio Principal Asset Management, Martin Frandsen, mengatakan meski Eropa tidak memiliki banyak pemimpin teknologi seperti Amerika Serikat, sejumlah perusahaan di kawasan tersebut tetap berpotensi memperoleh manfaat ekonomi yang signifikan dari perkembangan AI.
"Walau Eropa relatif kekurangan pemimpin teknologi, beberapa perusahaan masih berada pada posisi yang memungkinkan mereka mendapatkan manfaat material dari tren tersebut," ujarnya.
Dari sisi makroekonomi, perhatian investor juga tertuju pada data inflasi Amerika Serikat. Inflasi tahunan AS tercatat menembus level 4% pada Mei, pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, seiring kenaikan harga energi akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Data tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dan bahkan masih membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan tahun ini.
Kepala Strategi Ekonomi Morgan Stanley Wealth Management, Ellen Zentner, menilai data terbaru menunjukkan bahwa inflasi masih jauh di atas target bank sentral, sementara pertumbuhan ekonomi tetap solid.
"Data hari ini mengingatkan bahwa inflasi masih berada jauh di atas target dan pertumbuhan ekonomi tetap kuat. Kondisi tersebut akan membuat the Fed mempertahankan suku bunga pada level saat ini untuk waktu yang cukup lama hingga memungkinkan dilakukannya pemangkasan," kata Zentner.
Harga minyak juga berbalik menguat setelah sebelumnya sempat melemah. Penguatan terjadi menyusul laporan Teheran berencana memperoleh miliaran dolar pendapatan dari pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi yang sangat strategis bagi perdagangan minyak global.
Ketidakpastian terkait operasional jalur pelayaran tersebut membuat pelaku pasar tetap memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve maupun Bank Sentral Eropa (ECB) hingga akhir tahun, menurut data yang dihimpun LSEG .
Di luar sektor teknologi dan kesehatan, saham perusahaan investasi Inggris 3i Group melesat 11,4% setelah perusahaan portofolionya, Action, melaporkan pertumbuhan penjualan sejenis (like-for-like sales) yang kuat.
Saham maskapai penerbangan bertarif rendah EasyJet meroket 6,4% setelah perusahaan menolak tawaran akuisisi keempat dari firma investasi asal Amerika Serikat, Castlelake.
Sementara itu, saham produsen otomotif Jerman Volkswagen menguat 1,3% setelah menyepakati penjualan unit mesin diesel Everllence kepada Bain Capital. Transaksi tersebut diperkirakan menghasilkan dana sekitar 7,4 miliar euro atau setara USD8,4 miliar bagi Volkswagen. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin