Bursa Eropa Flat, Sektor Energi Tertekan dan Saham Otomotif Melesat Berkat Ferrari
Wednesday, February 11, 2026       03:21 WIB
  • Bursa Eropa cenderung datar, STOXX 600 turun tipis akibat pelemahan sektor energi setelah saham BP anjlok.
  • Sektor otomotif dan barang mewah menguat dipimpin Ferrari, sementara asuransi tertekan sentimen AI.
  • Pasar menunggu data ekonomi AS, di tengah optimisme pemulihan ekonomi Eropa.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa relatif flat, Selasa, seiring investor mencermati berbagai pembaruan kinerja korporasi yang variatif. Pelemahan sektor energi, terutama setelah keputusan BP menghentikan pembelian kembali (buyback) saham, menahan penguatan sektor otomotif yang terdorong prospek positif Ferrari.
Indeks acuan pan-Eropa STOXX 600 ditutup melemah tipis 0,07% atau 0,44 poin menjadi 620,97, hanya sedikit di bawah rekor tertinggi sepanjang masa, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Selasa (10/2) atau Rabu (11/2) dini hari WIB.
Bursa regional utama berakhir variatif. Indeks DAX Jerman turun 0,11% atau 27,02 poin jadi 24.987,85, FTSE 100 Inggris berkurang 0,31% atau 32,39 poin ke posisi 10.353,84, sedangkan CAC Prancis naik 0,06% atau 4,60 poin menjadi 8.327,88.
Saham BP anjlok 6,1% setelah raksasa energi asal Inggris itu melaporkan laba kuartalan yang sesuai dengan ekspektasi analis. Namun, perusahaan memutuskan menangguhkan program buyback setelah mencatatkan penurunan nilai sekitar USD4 miliar pada bisnis energi terbarukan dan biogasnya.
Analis ESG Hargreaves Lansdown, Joshua Sherrard-Bewhay, menilai langkah tersebut mencerminkan tantangan BP dalam memanfaatkan keahlian yang dimiliki untuk beralih ke ekonomi energi hijau, di tengah tren industri yang mulai mengurangi investasi pada sektor tersebut. Secara keseluruhan, sektor energi Eropa melorot 1,6%.
Di sisi lain, kekhawatiran terkait disrupsi kecerdasan buatan (AI) yang dalam beberapa pekan terakhir mendominasi sentimen pasar mulai merambah sektor lain. Saham perusahaan asuransi merosot 1,8% dan menjadi sektor dengan pelemahan terbesar, mengikuti penurunan saham sejenis di Amerika Serikat setelah Insurify meluncurkan alat perbandingan berbasis AI yang dibangun menggunakan ChatGPT.
Berbanding terbalik, sektor otomotif dan suku cadang melesat 2,5% setelah Ferrari memperkirakan laba inti akan meningkat tipis pada 2026 serta melampaui estimasi analis untuk kinerja kuartal keempat 2025. Saham produsen mobil mewah tersebut melejit 10,2%, menjadi kenaikan harian terbesar sejak Maret 2020.
Saham barang mewah lainnya juga melonjak 2,8% dan menjadi salah satu sektor dengan kinerja terbaik, dipimpin lompatan 10,9% saham Kering, Prancis. Investor menyambut positif penurunan penjualan kuartal keempat yang lebih kecil dari perkiraan, di tengah upaya CEO baru Luca de Meo menstabilkan kinerja pemilik merek Gucci tersebut.
Meski pergerakan pasar cenderung terbatas pada Selasa, STOXX 600 sejauh ini mampu mengungguli indeks S&P 500 Amerika Serikat sepanjang tahun berjalan. Hal ini didukung meredanya kekhawatiran konflik dagang dengan Washington serta meningkatnya optimisme terhadap pemulihan ekonomi Eropa.
Analis City Index, Fiona Cincotta, mengatakan diversifikasi geografis akan menjadi faktor penting tahun ini di tengah ketidakpastian kebijakan, termasuk yang muncul sejak awal tahun dari pemerintahan Presiden Donald Trump. Menurutnya, peralihan investasi ke saham siklikal dan saham bernilai berpotensi menguntungkan pasar Eropa.
Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat pekan ini, termasuk laporan inflasi dan ketenagakerjaan yang dinilai krusial bagi arah kebijakan suku bunga.
Dari saham individual lainnya, Standard Chartered ambles 5,7% setelah bank asal Inggris itu mengumumkan Chief Financial Officer Diego De Giorgi meninggalkan perusahaan. Sementara itu, operator perjalanan terbesar di Eropa, TUI, melaporkan laba operasional kuartalan yang kuat, namun sahamnya tetap menyusut 4,9% akibat kekhawatiran pemesanan ke depan yang lebih lemah.
Di sisi positif, saham perusahaan perlengkapan rekreasi asal Swedia, Thule, melambung 14% setelah pendapatan kuartalan melampaui ekspektasi pasar, didorong kontribusi dari aksi akuisisi. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin