Bursa Eropa Jatuh dari Rekor Tertinggi, Terbebani Sektor Keuangan dan Industri
Friday, February 13, 2026       03:22 WIB
  • Bursa Eropa melemah, STOXX 600 turun 0,49% terseret sektor keuangan dan industri.
  • Saham perbankan, Adyen, dan DSV menekan pasar di tengah musim laporan keuangan.
  • Saham barang mewah dan Schroders menguat berkat kinerja solid dan kabar akuisisi.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berakhir di zona merah, Kamis, menghapus penguatan di awal sesi yang sempat mendorong pasar ke level rekor. Tekanan datang dari sektor keuangan dan industri, di tengah derasnya rilis laporan kinerja emiten yang menjadi perhatian investor.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melorot 0,49% atau 3,06 poin menjadi 618,52, dengan sebagian besar indeks regional juga berbalik arah dan berakhir di area negatif setelah sempat mencatat penguatan pada awal perdagangan, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Kamis (12/2) atau Jumat (13/2) dini hari WIB.
Indeks DAX Jerman turun tipis 0,01% atau 3,46 poin jadi 24.852,69 dan FTSE 100 Inggris kehilangan 0,67% atau 69,67 poin ke posisi 10.402,44, sedangkan CAC Prancis menguat 0,33% atau 27,32 poin menjadi 8.340,56.
Sektor keuangan menjadi pemberat utama indeks, dengan subindeks perbankan merosot 1,8%. Saham HSBC dan Banco Santander masing-masing menyusut lebih dari 2%, memimpin pelemahan sektor tersebut.
Tekanan juga datang dari sektor barang dan jasa industri yang berkurang 1,2%. Perusahaan pemroses pembayaran asal Belanda, Adyen, anjlok 21,9%, mencatat penurunan harian tertajam dalam lebih dari dua tahun setelah memberikan panduan bisnis yang berhati-hati.
Sementara itu, DSV, perusahaan pengiriman barang terbesar di dunia, merosot 10,5%, menjadi penurunan terdalamnya dalam sekitar enam tahun terakhir.
Di sisi lain, indeks utilitas Eropa melemah 0,4% seiring penurunan tajam harga karbon. Hal ini terjadi setelah muncul usulan agar Uni Eropa melakukan intervensi pasar karbon, langkah yang dikhawatirkan investor dapat menekan margin keuntungan sektor tersebut.
Chief Executive Officer platform perdagangan Webull UK, Nick Saunders, mengatakan perusahaan utilitas berpotensi menjadi pihak yang paling terdampak. Menurutnya, tekanan terhadap margin juga berisiko meningkatkan tekanan inflasi apabila biaya tambahan diteruskan kepada konsumen energi besar.
Berbeda dengan mayoritas sektor, saham barang mewah justru melonjak 1,3%. Kenaikan dipimpin Herms Prancis yang mencapai level tertinggi hampir satu bulan setelah membukukan pertumbuhan pendapatan yang stabil, didorong kuatnya penjualan di Amerika Serikat dan Jepang.
Dari sisi aksi korporasi, saham manajer investasi Schroders melambung 28,6% setelah perusahaan pengelola aset asal Amerika Serikat, Nuveen, sepakat mengakuisisi emiten asal Inggris tersebut senilai 9,9 miliar poundsterling atau sekitar USD13,5 miliar. Akuisisi ini akan membentuk entitas dengan total dana kelolaan mendekati USD2,5 triliun.
Meski mengalami tekanan pada perdagangan Kamis, indeks STOXX 600 masih mencatat kenaikan sekitar 4,4% sejak awal tahun. Kinerja tersebut dicapai di tengah sejumlah sentimen negatif, termasuk ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Eropa terkait Greenland serta aksi jual di sektor komoditas dan teknologi.
Pada pergerakan saham lainnya, perusahaan biofarmasi Swedia Camurus ambles 24%, menjadi penurunan harian terbesar dalam lebih dari delapan tahun setelah melaporkan pendapatan kuartal keempat yang mengecewakan.
Sementara itu, saham perusahaan farmasi Prancis Sanofi kehilangan 4,2% setelah secara mendadak memberhentikan CEO Paul Hudson, mencerminkan meningkatnya tekanan akibat tantangan bisnis vaksin di Amerika Serikat serta lambatnya proses pemulihan kinerja sejak dia menjabat pada 2019.
Di tengah pelemahan pasar, saham Legrand justru melesat 3% setelah perusahaan infrastruktur bangunan listrik dan digital asal Prancis tersebut menyatakan permintaan kuat dari sektor pusat data membantu ekspansi bisnis dan mendukung kenaikan tipis target profitabilitas jangka menengahnya. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin