Bursa Eropa Kembali Cetak Rekor Penutupan, Ditopang Saham Bank dan Komoditas
Wednesday, December 31, 2025       05:24 WIB
  • STOXX 600 naik 0,6% ke rekor baru, ditopang perbankan, komoditas, dan pertahanan, meski transaksi sepi jelang akhir tahun.
  • Sektor unggulan menguat, terutama sumber daya dasar, perbankan, serta energi seiring stabilnya logam mulia dan kenaikan harga minyak.
  • Prospek saham Eropa tetap positif, didukung penurunan suku bunga, stimulus fiskal Jerman, dan diversifikasi investor dari saham teknologi AS.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa kembali menguat dan mencatatkan rekor penutupan untuk hari kedua berturut-turut, Selasa, didorong kenaikan saham perbankan dan sektor berbasis komoditas. Namun, penguatan pasar relatif terbatas seiring menipisnya aktivitas transaksi menjelang akhir tahun.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,6% atau 3,53 poin menjadi 592,78, semakin mendekati tonggak psikologis 600 poin, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Selasa (30/12) atau Rabu (31/12) dini hari WIB.
Seluruh subindeks STOXX 600 berada di zona hijau, dengan sektor teknologi menguat 0,7%.
Sektor perbankan menjadi salah satu penopang utama pasar dengan lonjakan 1,3%, sementara sektor kedirgantaraan dan pertahanan melesat 1,4%.
Indeks pertahanan mencetak serangkaian rekor tertinggi sepanjang tahun ini dan, meskipun mengalami pelemahan sejak Oktober, masih berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan tahunan terbesar sejak 1996. Kinerja kuat sektor ini didukung komitmen negara-negara Eropa untuk meningkatkan belanja pertahanan.
Saham sumber daya dasar memimpin penguatan STOXX 600 dengan kenaikan 1,7%, seiring harga perak dan emas yang mulai stabil setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam dari level tertinggi sepanjang masa.
Sektor energi juga naik 0,7%. Harga minyak melambung lebih dari 2% pada sesi sebelumnya setelah Rusia menuduh Ukraina menyerang kediaman Presiden Vladimir Putin, di tengah perhatian investor terhadap perkembangan sinyal perdamaian konflik Ukraina.
Bursa regional utama juga berakhir di area positif. Indeks DAX Jerman meningkat 0,57% atau 139,29 poin jadi 24.490,41, FTSE 100 Inggris bertambah 0,75% atau 74,18 poin ke posisi 9.940,71, dan CAC 40 Prancis naik 0,69% atau 56,13 poin menjadi 8.168,15.
Menjelang akhir 2025, STOXX 600 berada di jalur untuk mencatatkan kinerja tahunan terkuat sejak 2021. Penguatan ini ditopang oleh kombinasi penurunan suku bunga, komitmen Jerman untuk melakukan ekspansi fiskal, serta langkah investor yang mulai mendiversifikasi portofolio dari saham teknologi Amerika Serikat yang dinilai sudah mahal.
"Investor mulai melirik peluang nilai dan diversifikasi di luar saham-saham yang biasanya menjadi favorit, di tengah dunia yang masih diliputi gejolak geopolitik dan kekhawatiran akan terbentuknya gelembung kecerdasan buatan," ujar Danni Hewson, Kepala Analisis Keuangan AJ Bell.
Sejumlah bursa Eropa akan tutup pada Rabu, sementara pasar lainnya, termasuk London dan Paris, hanya beroperasi dengan jam perdagangan terbatas menjelang libur Tahun Baru.
Dengan pekan perdagangan yang terpotong libur, aktivitas transaksi diperkirakan tetap sepi. Minimnya update korporasi dan terbatasnya agenda katalis membuat investor lebih mengandalkan risalah rapat kebijakan Federal Reserve periode Desember yang dijadwalkan dirilis Selasa.
"Sentimen pasar saat ini sangat kuat dan positif untuk saham Eropa. Kami memperkirakan kinerja solid ini berlanjut pada 2026, khususnya untuk saham pertahanan dan perbankan Eropa," kata Kathleen Brooks, Direktur Riset XTB.
Pada level saham individual, Fresnillo melejit 6,8% dan menjadi penguat terbesar di indeks acuan setelah analis Citi menaikkan target harga saham tersebut dengan tetap mempertahankan rekomendasi beli.
Sementaraitu, saham Airbus melesat 1,5% setelah Air China menandatangani kesepakatan pembelian 60 pesawat A320NEO dengan nilai sekitar USD9,5 miliar berdasarkan harga katalog. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin