- Bursa saham Eropa mendatar menjelang pidato penting Chairman Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole, yang akan memberi sinyal arah kebijakan suku bunga AS.
- Amerika dan UE mengunci kerangka kerja perdagangan baru, namun belum menyelesaikan isu tarif secara menyeluruh--saham otomotif Eropa turun 0,4% akibat skeptisisme pasar.
- Saham WH Smith jatuh 42,3% dan CTS Eventim turun 16,9% karena kinerja keuangan yang buruk, sementara Aegon melonjak 7,6% usai mengumumkan buyback saham dan relokasi kantor pusat ke AS.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa relatif stagnan, Kamis, karena investor menunggu informasi terbaru dari simposium Jackson Hole yang diselenggarakan Federal Reserve, sementara Amerika Serikat dan Uni Eropa mengunci kesepakatan kerangka kerja perdagangan yang dicapai bulan lalu.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun tipis 0,02 poin menjadi 559,07, sementara bursa utama bergerak variatif, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Kamis (21/8) atau Jumat (22/8) dini hari WIB.
Di Jerman, Indeks DAX naik 0,07% atau 16,37 poin menjadi 24.293,34, FTSE 100 Inggris menguat 0,23% atau 21,06 poin jadi 9.309,20, sedangkan CAC Prancis melemah 0,44% arau 34,74 poin menjadi 7.938,29.
Uni Eropa mengatakan akan berupaya memastikan tarif AS yang lebih rendah berlaku untuk ekspor mobilnya secara retroaktif, ketika kedua belah pihak merinci komitmen yang dibuat dalam kesepakatan yang dicapai bulan lalu.
Para pejabat mengatakan kesepakatan itu tidak mencakup anggur dan minuman beralkohol, tetapi peluang untuk pengurangan tarif tersebut masih terbuka.
Namun, saham otomotif Eropa melorot 0,4%.
"Pasar mulai menunjukkan kelelahan terhadap isu-isu kesepakatan perdagangan dan muncul skeptisisme," ujar Chris Beauchamp, Kepala Analis Pasar IG Group. "Kesepakatan ini belum menyelesaikan persoalan tarif secara menyeluruh. Sekarang pertanyaannya adalah seberapa jauh dampaknya terhadap margin keuntungan dan inflasi."
Sebagian besar sektor yang berorientasi konsumen seperti ritel dan barang pribadi tumbang, setelah menguat pada sesi Rabu.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak mengangkat sektor energi 0,9%, sementara saham pertahanan melesat 1,7%, setelah menghadapi tekanan pekan ini akibat ekspektasi kesepakatan damai Ukraina-Rusia.
Kini, fokus utama investor tertuju pada pidato Chairman Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole. Pasar menantikan sinyal potensi pemangkasan suku bunga AS tahun ini. Meski Powell diperkirakan tidak akan secara eksplisit menjanjikan pemangkasan pada September, pasar memperkirakan penurunan sebesar 25 basis poin setelah laporan tenaga kerja Amerika yang melemah.
"Jika Powell mendukung pemangkasan pada September, itu akan menjadi pernyataan hati-hati dari seorang pemimpin yang ingin menyelesaikan masa jabatannya sebagai pihak independen, bukan perpanjangan tangan presiden," ucap Beauchamp.
Sementara itu, data ekonomi menunjukkan penurunan kepercayaan konsumen zona euro dan percepatan aktivitas bisnis pada Agustus.
Di sisi geopolitik, tiga sumber Reuters mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menuntut Ukraina menyerahkan seluruh wilayah Donbas timur, menolak keanggotaan NATO, bersikap netral, serta menolak kehadiran pasukan Barat.
Di antara pergerakan saham individu, perusahaan tiket asal Jerman, CTS Eventim, anjlok 16,9%--penurunan harian terdalam sejak Juli 2002--setelah laporan keuangan kuartal kedua di bawah ekspektasi.
Sementara itu, saham WH Smith ambles 42,3%, mencatatkan penurunan harian terbesar dalam sejarah perusahaan, setelah emiten ritel perjalanan asal Inggris tersebut memangkas proyeksi laba tahunannya untuk divisi Amerika Utara.
Sebaliknya, saham Aegon melejit 7,6% ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade, setelah perusahaan asuransi Belanda tersebut menggandakan pembelian kembali saham menjadi 400 juta euro dan mengumumkan rencana untuk memindahkan kantor pusatnya ke Amerika Serikat. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin