- STOXX 600 turun tipis di tengah ketegangan AS-Iran.
- Harga minyak melonjak, saham energi naik.
- Vodafone menguat, Plus500 anjlok.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa bergerak datar, Senin, seiring pelaku pasar memilih bersikap hati-hati setelah kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Di saat yang sama, investor menantikan dimulainya musim laporan keuangan emiten sebagai katalis baru yang diharapkan mampu menggerakkan pasar.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun tipis 0,01% atau 0,09 poin menjadi 641,01, setelah pada Jumat lalu membukukan kerugian mingguan terdalam sejak April, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Senin (13/7) atau Selasa (14/7) dini hari WIB.
Bursa regional utama menghijau. Indeks DAX Jerman naik 0,19% atau 47,16 poin jadi 25.114,25, FTSE 100 Inggris meningkat 0,01% atau 1,00 poin ke posisi 10.498,29 dan CAC Prancis menguat 0,31% atau 25,68 poin menjadi 8.364,65.
Meningkatnya kembali serangan antara Amerika Serikat dan Iran meredupkan harapan akan berakhirnya konflik dalam waktu dekat. Sejumlah analis mengingatkan investor agar tidak terlalu cepat mengasumsikan bahwa perang akan segera menemukan penyelesaian.
Ketidakpastian tersebut kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia yang melonjak lebih dari 4,8% pada Senin. Setelah sempat kembali ke level sebelum perang pada akhir Juni, harga minyak kini kembali melesat akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap arah konflik di Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak mengangkat saham energi yang melompat 2,2% dan menjadi sektor dengan kinerja terbaik di STOXX 600. Sebaliknya, saham pertahanan melorot 1,4%.
Sektor perjalanan dan rekreasi menjadi salah satu yang paling tertekan dengan penurunan 1,2%. Saham maskapai Lufthansa, Ryanair, serta operator wisata TUI masing-masing terkoreksi antara 1,1% hingga 4,1%, mencerminkan kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi dapat menekan permintaan perjalanan sekaligus meningkatkan biaya operasional.
Sektor teknologi juga berada di bawah tekanan dengan penurunan 0,6%, mengikuti pelemahan saham teknologi global. Saham SK Hynix yang diperdagangkan di Korea Selatan anjlok 15,4% setelah sebelumnya melejit pada debut perdagangannya di Nasdaq, Jumat.
Analis Trade Nation, David Morrison, mengatakan perhatian investor mulai beralih ke musim laporan keuangan, dengan ASML diperkirakan menjadi salah satu emiten yang paling dinantikan pekan ini.
Menurutnya, laporan keuangan ASML akan menjadi ujian awal yang penting bagi sektor teknologi dan berpotensi memberikan arah baru bagi sentimen pasar.
Selain mencermati kinerja emiten, pelaku pasar juga terus mengevaluasi prospek kebijakan suku bunga bank sentral di tengah potensi tekanan inflasi akibat kenaikan harga minyak.
Berdasarkan data yang dihimpun LSEG , Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga setidaknya sebesar 25 basis poin pada tahun ini.
General Manager International NinjaTrader, Christopher Tripp, menilai kondisi tersebut membuat tugas bank sentral menjadi semakin kompleks dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Menurutnya, bank sentral berisiko mengambil langkah yang terlalu reaktif terhadap perkembangan terbaru. Namun, sejauh ini pembuat kebijakan cenderung tetap berpegang pada data ekonomi yang masuk sebelum mengambil keputusan.
Di level emiten, saham perusahaan pialang fintech Plus500 ambles 14,9% dan menjadi saham dengan kinerja terburuk di STOXX 600 setelah mempertahankan proyeksi kinerja tahunannya tanpa perubahan.
Sementara itu, saham Kongsberg Gruppen merosot 6,8% setelah perusahaan pertahanan dan teknologi asal Norwegia melaporkan pesanan kuartal II yang berada di bawah ekspektasi pasar. Arus kas perusahaan juga terdampak lebih besar dari perkiraan akibat aksi pemisahan usaha (spin-off) yang baru dilakukan.
Di sisi lain, saham Watches of Switzerland Group yang tercatat di Bursa London melesat 4,2% setelah Reuters melaporkan bahwa perusahaan dalam beberapa bulan terakhir telah melakukan pembicaraan terkait potensi penawaran untuk membawa peritel jam tangan mewah tersebut menjadi perusahaan tertutup (go private).
Saham produsen cat Dulux, AkzoNobel, juga bergerak menguat tipis setelah Nippon Paint mengajukan penawaran senilai 7,5 miliar euro atau sekitar USD8,55 miliar untuk mengakuisisi bisnis cat dekoratif milik perusahaan tersebut.
Sementara itu, saham Vodafone melambung 5,5%, memperpanjang reli yang terjadi pada Jumat setelah miliarder Prancis Xavier Niel menyatakan berencana mengakuisisi hampir USD6 miliar saham perusahaan telekomunikasi tersebut dari E& Group yang berbasis di Uni Emirat Arab. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin