- Bursa Eropa turun tipis, STOXX 600 melemah 0,08% dipimpin sektor konstruksi.
- Saham konstruksi anjlok, Rockwool dan Sika tertekan, sementara DAX Jerman menguat tipis berkat Airbus.
- Sentimen masih positif, ditopang sektor pertahanan dan ekspektasi The Fed menahan suku bunga.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berakhir di zona merah, Selasa, dipimpin penurunan tajam sektor konstruksi, di tengah sikap hati-hati investor yang mencermati laporan kinerja sejumlah perusahaan serta rilis data inflasi Amerika Serikat.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,08 persen atau 0,51 poin menjadi 610,44, mundur dari rekor tertinggi yang sempat dicapai pada awal sesi perdagangan, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Selasa (13/1) atau Rabu (14/1) dini hari WIB.
Sektor konstruksi mencatat pelemahan terdalam. Saham Rockwool anjlok 7,7 persen setelah sebuah laporan menyebutkan Rusia memerintahkan pemberlakuan administrasi sementara terhadap dua unit usaha Rockwool di negara tersebut. Perusahaan itu merupakan produsen material bangunan asal Denmark.
Tekanan di sektor ini bertambah setelah Sika melaporkan penurunan penjualan sepanjang tahun sebesar 4,8 persen. Saham produsen bahan kimia konstruksi asal Swiss itu merosot 10 persen.
Chief Market Analyst Interactive Brokers, Steve Sosnick, mengatakan perhatian utama investor saat ini tertuju pada prospek kinerja perusahaan ke depan. "Yang terpenting adalah apa yang disampaikan perusahaan terkait laba dan panduan ke depan. Panduan musim laporan keuangan ini akan lebih penting dibandingkan angka kinerja aktualnya," ujar dia.
Berbeda dengan mayoritas bursa Eropa, indeks DAX Jerman justru ditutup menguat tipis 0,02 persen atau 15,32 poin menjadi 25.420,66, menandai kenaikan selama 11 hari berturut-turut, yang merupakan rekor terpanjang sejak 2014.
Penguatan DAX didorong saham Airbus yang melesat 2 persen setelah produsen pesawat terbesar di dunia itu melaporkan pengiriman pesawat meningkat 4 persen sepanjang tahun lalu. Sementara, FTSE 100 Inggris turun tipis 0,03 persen atau 3,35 poin jadi 10.137,35 dan CAC Prancis berkurang 0,14 persen atau 11,56 poin ke 8.347,20.
Meski terkoreksi pada Selasa, STOXX 600 mencatat awal tahun 2026 yang solid dan mengungguli indeks acuan Amerika Serikat, S&P 500, sepanjang bulan ini. Kinerja positif tersebut sebagian besar ditopang oleh penguatan saham sektor pertahanan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Ekonom Vanguard Investment Strategy Group, Shaan Raithatha, menilai sektor pertahanan masih memiliki prospek kuat. "Sektor pertahanan berada pada posisi yang baik, dan saham bernilai (value stocks) diperkirakan mengungguli saham pertumbuhan dalam jangka menengah," katanya.
Di sisi lain, saham pengembang pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai asal Denmark, Orsted, melonjak 5,4 persen ke level tertinggi dalam satu bulan. Kenaikan tersebut terjadi setelah seorang hakim federal di Amerika Serikat mengizinkan Orsted melanjutkan proyeknya di Rhode Island, yang sebelumnya dihentikan pemerintahan Presiden Donald Trump bersama empat proyek lainnya bulan lalu.
Sementara itu, saham UBS bergerak mendatar sepanjang sesi perdagangan. Dua sumber yang mengetahui masalah tersebut menyebutkan kepada Reuters bahwa CEO UBS, Sergio Ermotti--yang memimpin pengambilalihan darurat Credit Suisse--berencana mengundurkan diri paling lambat pertengahan 2027, meski jadwal pastinya belum ditetapkan.
Di Inggris, saham Whitbread, pemilik jaringan hotel Premier Inn, melambung lebih dari 7 persen ke posisi tertinggi dalam satu bulan setelah perusahaan melaporkan kenaikan penjualan kuartal ketiga. Kinerja positif itu ditopang oleh permintaan yang kuat serta harga kamar yang stabil di hotel-hotel mereka di Inggris dan Jerman.
Dari sisi data ekonomi, laporan menunjukkan harga konsumen di Amerika Serikat mulai menunjukkan tanda-tanda stabil pada Desember. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan moneter yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin