Bursa Eropa Melempem Jelang Rapat ECB, Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi
Tuesday, July 21, 2026       03:28 WIB
  • STOXX 600 turun 0,3% karena kekhawatiran konflik Timur Tengah dan inflasi.
  • Brent sempat tembus USD90 per barel, mengangkat saham energi namun meningkatkan risiko inflasi.
  • Pasar menunggu keputusan ECB, sementara saham Ryanair jatuh 4,6% akibat laba yang merosot.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa melemah, Senin, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap dampak konflik yang semakin memburuk di Timur Tengah terhadap inflasi global. Sentimen pasar juga dibayangi pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan berlangsung pekan ini.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melorot 0,30 persen atau 1,93 poin menjadi 639,6, dengan sektor perjalanan dan rekreasi menjadi penekan utama pasar setelah mencatat penurunan 0,95 persen, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Senin (20/7) atau Selasa (21/7) dini hari WIB.
Sementara, bursa regional utama berakhir variatif. Indeks DAX Jerman naik 0,06 persen atau 15,71 poin jadi 24.846,69 dan CAC Prancis meningkat 0,02 persen atau 1,30 poin ke posisi 8.340,11, sedangkan FTSE 100 Inggris berkurang 0,71 persen atau 75,61 poin menjadi 10.524,76.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah serangan Amerika Serikat terhadap Iran memasuki hari kesembilan berturut-turut. Risiko gangguan pelayaran di Selat Hormuz juga bertambah menyusul laporan mengenai kapal tanker yang mengalami kelumpuhan operasional di jalur pelayaran strategis tersebut. Kondisi ini sempat mendorong harga minyak Brent melampaui USD90 per barel untuk pertama kalinya dalam sebulan sebelum akhirnya memangkas sebagian penguatannya.
Kenaikan harga minyak mengangkat kinerja saham sektor energi yang melompat 0,98 persen. Namun, lonjakan biaya energi sekaligus memicu kekhawatiran baru mengenai tekanan inflasi yang dapat memengaruhi arah kebijakan bank sentral.
Saham Ryanair menjadi pemberat terbesar di STOXX 600 setelah anjlok 4,55 persen. Maskapai berbiaya rendah asal Irlandia itu melaporkan laba kuartal pertama yang merosot 34 persen akibat kenaikan biaya bahan bakar dan tarif tiket yang lebih rendah.
Di sisi lain, sektor teknologi masih mampu mencatat kenaikan tipis sebesar 0,13 persen menjelang publikasi laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat. Investor berharap hasil kinerja emiten teknologi tersebut dapat menjadi katalis positif baru bagi sektor ini. Pekan lalu, laporan keuangan yang kuat dari ASML dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co ( TSMC ) belum berhasil mengangkat sentimen pasar secara signifikan.
Pelaku pasar menilai pasar saham global saat ini berada dalam fase yang sensitif. Aksi jual saham teknologi secara global dan eskalasi konflik di Timur Tengah telah menekan minat risiko investor. Pada saat yang sama, perhatian pasar juga tertuju pada keputusan suku bunga ECB yang dijadwalkan diumumkan pekan ini.
Berdasarkan data yang dihimpun LSEG , investor memperkirakan ECB akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini. Namun, pasar masih memperhitungkan kemungkinan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.
Kepala Ekonom Zona Euro Pantheon Macroeconomics, Claus Vistesen, mengatakan alasan utama ECB kemungkinan menahan suku bunga adalah karena inflasi jangka pendek masih bergerak jauh di bawah proyeksi dasar bank sentral yang disusun pada Juni, meski harga minyak kembali meningkat.
Sementara itu, perkembangan politik di Inggris juga menjadi perhatian pasar. Andy Burnham resmi menjadi perdana menteri ketujuh Inggris dalam satu dekade terakhir. Dia berjanji akan mengumumkan langkah-langkah baru untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan biaya hidup dalam pekan ini sebelum memaparkan rencana pembangunan nasional jangka panjang selama 10 tahun pada akhir 2026.
Menurut Kepala Analisis Keuangan AJ Bell, Danni Hewson, tantangan terbesar bagi pemerintahan Burnham adalah mencari sumber pendanaan untuk berbagai program perubahan yang dijanjikan, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global dan tingginya tingkat utang nasional.
Dari pergerakan saham individual, produsen perlengkapan olahraga dan aktivitas luar ruang, Thule, terkoreksi 3,61 persen setelah melaporkan penjualan kuartal kedua sedikit di bawah ekspektasi pasar serta memperingatkan kemungkinan kenaikan harga produk.
Saham produsen perangkat lapangan asal Swiss, Belimo, melemah 2,37 persen meski perusahaan mencatat peningkatan pendapatan semester pertama yang didorong oleh tingginya permintaan dari sektor pusat data.
Sebaliknya, saham penyedia layanan teknologi informasi Computacenter melesat 5,55 persen dan menjadi ekuitas dengan kinerja terbaik di STOXX 600 setelah mendapat rekomendasi peningkatan peringkat dari Berenberg.
Saham IP Group mengakhiri perdagangan dengan kenaikan tipis 0,16 persen setelah Railpen, pemegang saham terbesar perusahaan tersebut, mengumumkan proposal akuisisi yang lebih menarik terhadap investor sains tahap awal itu. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin