Bursa Eropa Melesat ke Rekor Tertinggi di Tengah Kekhawatiran Indepedensi Fed
Tuesday, January 13, 2026       03:23 WIB
  • STOXX 600 naik tipis 0,21% ke rekor 610,95, ditopang saham logam mulia seiring naiknya harga emas dan kekhawatiran independensi the Fed.
  • Risiko geopolitik mendorong saham pertahanan naik 0,5% dan volatilitas pasar Eropa ke level tertinggi lebih dari sebulan.
  • Saham Heineken, Porsche, dan Volkswagen melemah, sementara BE Semiconductor melonjak 7,3% berkat pesanan kuat.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa mengakhiri sesi Senin di rekor tertinggi, meski kenaikannya kecil karena ancaman pemerintah AS untuk mendakwa Chairman Federal Reserve Jerome Powell memperbarui kekhawatiran investor tentang independensi bank sentral.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,21 persen atau 1,28 poin menjadi 610,95, dengan saham perusahaan logam mulia, termasuk Aurubis dan Fresnillo, tercatat sebagai top gainer sektoral, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Senin (12/1) atau Selasa (13/1) dini hari WIB.
Kekhawatiran bahwa Presiden AS Donald Trump dapat mendorong penurunan suku bunga turut mengerek harga emas, yang tidak memberikan imbal hasil. Emas juga mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah tingginya ketegangan geopolitik global.
Di pasar regional, indeks DAX Jerman menguat 0,57 persen atau 143,70 poin menjadi 25.405,34, rekor penutupan tertinggi, sekaligus mencatat reli selama 10 hari berturut-turut--terpanjang sejak Agustus 2024. Sementara itu, mayoritas bursa utama Eropa lainnya ditutup relatif datar. Indeks FTSE 100 Inggris naik 0,16 persen atau 16,10 poin jadi 10.140,70 sedangkan CAC Prancis turun 0,04 persen atau 3,33 poin ke posisi 8.358,76.
Pasar saat ini dibayangi risiko geopolitik, termasuk penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat serta meningkatnya kekerasan di Iran. Saham sektor pertahanan naik 0,5 persen, memperpanjang penguatan selama tujuh sesi berturut-turut.
Mencerminkan kegelisahan investor, indeks volatilitas Euro STOXX meningkat 0,68 poin menjadi 16,2, level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.
Analis Swissquote, Ipek Ozkardeskaya, memperkirakan arus investasi masih akan mengalir ke saham-saham Eropa. Menurutnya, sektor yang kembali menjadi sorotan adalah saham pertambangan, seiring meningkatnya perdagangan lindung nilai terhadap depresiasi nilai mata uang dan naiknya harga komoditas keras seperti emas, perak, dan tembaga.
Dari sisi korporasi, saham Heineken anjlok 4,1 persen ke level terendah dalam tiga bulan setelah produsen bir asal Belanda itu mengumumkan bahwa CEO Dolf van den Brink akan mengundurkan diri.
Pelaku pasar juga mencermati laporan kinerja kuartalan sektor otomotif. Saham Porsche merosot 6 persen akibat kekhawatiran bahwa proyeksi kinerja produsen mobil mewah tersebut terlalu tinggi. Sementara itu, saham Volkswagen melorot 1,3 persen setelah pengiriman kendaraan turun 4,9 persen pada kuartal keempat 2025.
Saham perbankan sempat melemah namun berbalik menguat setelah Presiden Trump, Jumat, menyerukan pembatasan suku bunga kartu kredit maksimal 10 persen selama satu tahun, mulai 20 Januari, meski tanpa rincian kebijakan yang jelas.
Analis Hargreaves Lansdown, Matt Britzman, menilai kebijakan tersebut berpotensi mengubah fundamental industri perbankan. "Batas suku bunga 10 persen--sekitar setengah dari rata-rata suku bunga saat ini--akan memaksa lembaga keuangan meninjau ulang manajemen risiko dan strategi penyaluran kredit," ujar dia.
Di sisi lain, saham BE Semiconductor Industries melonjak 7,3 persen setelah pemasok peralatan chip tersebut melaporkan pesanan awal kuartal keempat yang melampaui ekspektasi pasar.
Sementara itu, saham perusahaan bioteknologi Prancis, Abivax, memangkas kenaikan awal dan ditutup melesat 5 persen setelah laporan media menyebutkan raksasa farmasi AS, Eli Lilly, masih berminat untuk mengakuisisi perusahaan tersebut. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin