Bursa Eropa Menghijau, Harapan Perdamaian Redakan Kekhawatiran Investor
Thursday, March 26, 2026       03:22 WIB
  • Bursa Eropa naik dipicu harapan meredanya konflik AS-Iran.
  • Ketidakpastian tinggi, risiko harga minyak masih membayangi.
  • Eropa tetap rentan karena ketergantungan energi, meski beberapa sektor menguat.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berakhir di area positif, Rabu, didorong meningkatnya harapan akan deeskalasi konflik di Timur Tengah dalam waktu dekat. Meski demikian, kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari konflik tersebut masih membayangi pelaku pasar.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melonjak 1,42% atau 8,21 poin menjadi 587,49, menandai penguatan tiga hari berturut-turut, setelah sempat terkoreksi hingga 10% dari rekor tertinggi pada awal pekan ini, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Rabu (25/3) atau Kamis (26/3) dini hari WIB.
Sejumlah bursa utama di kawasan juga mencatatkan kenaikan lebih dari 1%, dengan FTSE 100 Inggris memimpin penguatan sebesar 1,42% atau 141,68 poin jadi 10.106,84. Indeks DAX Jerman melompat 1,41% atau 320,17 poin ke posisi 22.957,08 dan CAC Prancis melesat 1,33% atau 102,63 poin menjadi 7.846,55. Sementara itu, indeks volatilitas mencatat penurunan 0,7 poin ke level 31,1, mencerminkan meredanya kekhawatiran pasar dalam jangka pendek.
Seluruh sektor utama bergerak di zona hijau. Sektor pertambangan dan perbankan menjadi pendorong utama dengan kenaikan masing-masing 2,4% dan 1,8%. Sektor perjalanan dan rekreasi, yang sebelumnya tertekan akibat lonjakan harga energi pada awal Maret, turut menguat 1,4%. Saham maskapai penerbangan seperti Lufthansa dan Air France masing-masing melambung 2,3%.
Sektor energi juga membukukan kenaikan 1,1% setelah Morgan Stanley menyatakan pandangan optimistis terhadap sektor tersebut.
Di sisi lain, harga minyak dunia justru mengalami penurunan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington membuat kemajuan dalam upaya mengakhiri konflik dengan Iran. Sumber yang mengetahui negosiasi tersebut mengungkapkan Amerika Serikat mengirimkan proposal penyelesaian berisi 15 poin kepada Teheran.
Namun, ketidakpastian masih tinggi. Pemerintah Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan AS, bahkan menyebut Washington "bernegosiasi dengan dirinya sendiri." Meski demikian, seorang pejabat senior Iran mengonfirmasi bahwa pihaknya tetap meninjau proposal tersebut, meski sebelumnya mengkritiknya secara terbuka.
Analis Swissquote Bank, Ipek Ozkardeskaya, menilai reli pasar saat ini lebih banyak ditopang optimisme sepihak dari Amerika Serikat. Dia memperingatkan jika Iran tidak menunjukkan kerja sama dalam beberapa hari ke depan, harga minyak berpotensi kembali melonjak.
Selain itu, belum ada kejelasan apakah perundingan ini akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia yang sebagian besar terhambat sejak konflik pecah. Analis menilai dampak jangka panjang dari tingginya harga minyak terhadap ekonomi global masih akan berlangsung cukup lama.
Ketergantungan Eropa terhadap impor energi, khususnya minyak, menjadi faktor penekan bagi pasar saham sejak awal konflik. Ekonom Institute of International Finance menyebut tantangan utama Eropa kini bukan lagi sekadar pertumbuhan dalam kondisi global yang stabil, melainkan kemampuannya mempertahankan pertumbuhan di tengah guncangan geopolitik dan kelemahan struktural yang ada.
Dari sisi emiten, saham perusahaan energi terbarukan Vestas Wind melejit 6% setelah mendapatkan pesanan proyek di Amerika Serikat. Sebaliknya, saham INWIT melorot 2,8% setelah Swisscom mengumumkan bisnisnya di Italia, Fastweb + Vodafone, akan mengakhiri kerja sama layanan utama dengan operator menara telekomunikasi terbesar di negara tersebut. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:35 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of HRME
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:30 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of CASA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:24 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PYFA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:20 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PTPP
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:11 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of WIKA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:07 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of MTEL
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:02 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of BMHS
Saturday, Apr 04, 2026 - 14:57 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of KJEN