Bursa Eropa Menghijau, Saham Prancis Tertekan Kekhawatiran Krisis Utang
Tuesday, October 06, 2026       03:38 WIB
  • STOXX 600 naik 0,36%, CAC 40 turun 0,8%.
  • Euro jatuh ke level terendah 17 bulan akibat kekhawatiran fiskal.
  • Schneider Electric anjlok 10%, menekan saham industri.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berakhir di zona hijau, Senin, tetapi saham Prancis merosot ke level terendah dalam enam bulan akibat kekhawatiran terhadap kondisi fiskal negara tersebut. Kejatuhan saham Schneider Electric setelah mengakuisisi perusahaan perangkat lunak asal Amerika Serikat, PTC, turut membebani pasar.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,36% atau 2,27 poin menjadi 633,62, setelah pekan lalu menyentuh level terendah dalam empat bulan, dipicu lonjakan imbal hasil obligasi global akibat kekhawatiran inflasi, meningkatnya penerbitan obligasi korporasi, serta memburuknya prospek fiskal sejumlah negara, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Senin (5/10) atau Selasa (6/10) dini hari WIB.
Indeks CAC 40 Prancis menjadi yang berkinerja terburuk di antara bursa regional dengan penurunan 0,8% atau 63,09 poin jadi 7.834,10. Sementara, DAX Jerman naik tipis 0,09% atau 23,01 poin menjadi 25.254,21 dan FTSE 100 Inggris menguat 0,34% atau 35,99 poin ke posisi 10.497,94.
Euro juga tersungkur ke level terendah dalam 17 bulan karena investor mengkhawatirkan munculnya kembali dinamika krisis utang negara di kawasan euro.
"Apa yang kita lihat di pasar obligasi jelas berdampak pada euro, tetapi juga memberikan efek lanjutan terhadap pasar saham karena dampaknya terhadap laba perusahaan," kata Kathleen Brooks, Direktur Riset XTB.
Pekan lalu, pemerintah Prancis mengajukan anggaran 2027 yang mencakup pemangkasan belanja dan sejumlah langkah penghematan yang secara politik kontroversial guna mempersempit defisit anggaran.
Namun, investor masih meragukan kemampuan pemerintah untuk mengendalikan defisit menjelang pemilu 2027. Keraguan tersebut membuat imbal hasil obligasi pemerintah Prancis bertenor 10 tahun bertahan di dekat level tertinggi sejak 2008.
Di negara tetangga, Spanyol, Perdana Menteri Pedro Sanchez menyerukan pemilu lebih awal pada 29 November. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat mandat pemerintah setelah parlemen yang terfragmentasi menolak sejumlah dekret pemerintah, pekan lalu, yang ditujukan untuk merespons aksi protes terkait masalah perumahan dalam skala besar.
Indeks IBEX Spanyol yang memiliki bobot besar pada sektor keuangan justru melesat 1,1%, seiring saham perbankan Eropa mulai pulih setelah mengalami tekanan berat pada pekan sebelumnya.
"Penambahan risiko politik baru ke dalam kalender politik Eropa yang sudah padat dapat memperburuk aksi jual yang semakin luas di pasar obligasi negara-negara periferal," kata Lizzy Galbraith, Ekonom Politik Senior Aberdeen.
Menurutnya, Spanyol memang bukan pusat dari gejolak yang terjadi saat ini, tetapi biaya pinjaman negara tersebut mulai meningkat seiring dengan kenaikan tajam imbal hasil obligasi di Prancis dan Italia.
Sebagian besar sektor dalam STOXX 600 berakhir di area positif. Saham pertambangan memimpin kenaikan dengan penguatan 1,5%.
Sebaliknya, sektor barang dan jasa industri melorot 0,7%, terutama akibat kejatuhan 10% saham Schneider Electric. Investor mempertimbangkan skala akuisisi terbesar sepanjang sejarah perusahaan tersebut serta premi yang dibayarkan untuk mengakuisisi bisnis perangkat lunak PTC.
Harga minyak menyusut, Senin, setelah ekspor minyak mentah dari Timur Tengah meningkat dan negara-negara G7 berkomitmen mendongkrak pasokan. Namun, saham sektor energi justru berakhir naik 1,1%.
Data terbaru menunjukkan aktivitas bisnis kawasan euro tumbuh pada laju tercepat dalam hampir tiga setengah tahun pada September. Permintaan tetap kuat meski terdapat kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh perang di Timur Tengah.
Saham AkzoNobel melompat 1,8% setelah perusahaan menyepakati penjualan bisnis cat dekoratifnya di Asia Tenggara kepada Nippon Paint senilai USD1,35 miliar.
Sementara itu, saham Genmab melambung 5,3% setelah perusahaan memaparkan data terbaru uji klinis obat kanker ovarium Rina-S yang memperlihatkan tingkat respons secara klinis bermakna. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin