- STOXX 600 naik tipis, ditopang saham teknologi.
- Dampak AI pada laba emiten Eropa masih terbatas.
- Investor menanti sinyal ECB dan perkembangan AS-Iran.
Ipotnews- Bursa ekuitas Eropa menguat tipis, Senin, setelah kenaikan saham teknologi mampu mengimbangi pelemahan sektor konstruksi. Pelaku pasar juga terus mencermati prospek keberlanjutan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran setelah kedua negara menghentikan eskalasi konflik terbaru.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,04 persen atau 0,23 poin menjadi 636,11, melanjutkan tren positif setelah juga berhasil mencatat penguatan pada pekan lalu, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Senin (29/6) atau Selasa (30/6) dini hari WIB.
Namun, bursa regional utama berguguran. Indeks DAX Jerman melemah 0,18 persen atau 44,33 poin jadi 24.626,89, FTSE 100 Inggris turun 0,23 persen atau 23,80 poin ke posisi 10.484,22 dan CAC Prancis menyusut 0,55 persen atau 46,74 poin menjadi 8.384,87.
Teknologi menjadi penopang utama pasar dengan lompatan 1,2 persen, setelah sebelumnya mengalami tekanan yang membuat sektor tersebut mencatat penurunan mingguan terdalam sejak pertengahan Maret. Saham produsen semikonduktor STMicroelectronics melonjak 2,4 persen dan turut menopang penguatan sektor.
Meski demikian, eksposur pasar Eropa terhadap saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) masih jauh lebih kecil dibandingkan pasar Amerika Serikat maupun Asia. Di kedua kawasan tersebut, reli saham teknologi mendorong indeks utama mencetak rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Manajer Portofolio Multi-Aset Lombard Odier Investment, Florian Ielpo, mengatakan pihaknya masih menunggu bukti bahwa peningkatan produktivitas yang didorong AI mulai tercermin pada kinerja laba perusahaan-perusahaan Eropa.
"Untuk mulai meningkatkan rekomendasi terhadap saham Eropa, kami perlu melihat produktivitas yang didorong AI mulai memberikan dampak terhadap laba perusahaan di Eropa. Sejauh ini, hal itu masih belum terlihat," ujarnya.
Meski demikian, sektor teknologi Eropa tetap menikmati dampak positif dari reli global AI dan berada di jalur untuk membukukan kenaikan kuartalan terbesar di dalam indeks STOXX 600. Bahkan, kinerjanya melampaui sektor teknologi pada indeks S&P 500, di tengah kekhawatiran investor terhadap belanja berbasis utang yang membebani pasar Wall Street maupun Asia.
Di sisi lain, harga minyak mentah bergerak naik ke kisaran USD72 per barel, seiring investor mengevaluasi kelancaran pengiriman melalui Selat Hormuz setelah tercapainya gencatan senjata sementara antara Amerika dan Iran. Kedua negara saling melancarkan serangan sepanjang akhir pekan sebelum akhirnya menyepakati penghentian permusuhan dan kembali membuka jalur perundingan.
Ekonom Jefferies, Mohit Kumar, menilai meski masih terdapat pelanggaran dalam jangka pendek, Amerika dan Iran pada akhirnya akan mencapai sebuah kesepakatan.
Menurutnya, kesepakatan tersebut kemungkinan tidak akan menjadi solusi permanen bagi konflik kedua negara, melainkan hanya langkah sementara untuk memastikan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz tetap berjalan lancar.
Meredanya ketegangan geopolitik turut mendorong pandangan lebih optimistis dari sejumlah perusahaan sekuritas. J.P. Morgan menjadi institusi terbaru yang menaikkan target indeks saham Eropa hingga akhir tahun.
Fokus investor selanjutnya tertuju pada konferensi tahunan Bank Sentral Eropa (ECB) di Sintra, Portugal. Acara tersebut akan menghadirkan sejumlah pejabat penting, termasuk Chairman Federal Reserve Kevin Warsh dan Presiden ECB Christine Lagarde.
Berdasarkan data LSEG , pelaku pasar kini memperkirakan ECB masih akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin satu kali lagi sebelum akhir tahun.
Dari sisi emiten, operator layanan digital asal Belanda, Prosus, melesat 2,4 persen setelah melaporkan laba inti yang disesuaikan sepanjang tahun meroket 84 persen.
Sementara itu, private equity firm Bridgepoint melejit 16 persen setelah menyepakati akuisisi platform investasi properti asal Amerika, Kayne Anderson Real Estate, dengan nilai perusahaan mencapai USD1,39 miliar.
Sebaliknya, saham Heidelberg Materials anjlok 9,4 persen setelah perusahaan konstruksi tersebut memperingatkan bahwa kinerja kuartal kedua diperkirakan melemah.
Saham Deutsche Telekom juga merosot 5,5 persen setelah harian Jerman Handelsblatt melaporkan bahwa Chief Executive Officer Tim Httges tengah secara aktif menyusun rencana untuk menggabungkan grup tersebut dengan T-Mobile. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin