- STOXX 600 naik 0,1% usai penurunan tajam, sementara CAC 40 rebound 0,4% di tengah kekhawatiran politik Prancis terkait kemungkinan jatuhnya pemerintahan PM Bayrou.
- Investor menanti laporan keuangan Nvidia untuk arah pasar teknologi, sementara sebagian besar perusahaan Eropa menunjukkan kinerja kuartal dua yang kuat.
- Saham bank besar seperti Deutsche Bank dan Commerzbank merosot setelah penurunan peringkat Goldman Sachs, sedangkan sektor barang mewah naik, dipimpin Swatch (+6,3%).
Ipotnews - Indeks saham utama Eropa, STOXX 600, menguat tipis, Rabu, setelah mengalami tekanan jual tajam sehari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah kewaspadaan investor terhadap ketidakstabilan politik di Prancis dan penantian laporan keuangan Nvidia, pemimpin pasar chip kecerdasan buatan (AI).
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,10% atau 0,56 poin menjadi 554,76, sehari setelah mencatat penurunan terbesar dalam hampir sebulan, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Rabu (27/8) atau Kamis (28/8) dini hari WIB.
Namun, bursa regional utama berakhir variatif. Di Jerman, Indeks DAX melorot 0,44% atau 106,66 poin menjadi 24.046,21, FTSE 100 Inggris melemah 0,11% atau 34,12 poin jadi 9.255,50, sedangkan CAC Prancis menguat 0,44% atau 34,12 poin menjadi 7.743,93.
Pasar Prancis menunjukkan pemulihan, setelah sebelumnya tersungkur ke level terendah dalam tiga minggu. Kekhawatiran muncul setelah tiga partai oposisi utama menyatakan tidak akan mendukung Perdana Menteri Francois Bayrou dalam mosi percaya yang dijadwalkan pada 8 September. Mosi ini berkaitan dengan rencana pemotongan anggaran besar-besaran yang diajukan pemerintah.
Jika pemerintah Bayrou gagal mempertahankan dukungan, Presiden Emmanuel Macron memiliki sejumlah opsi, termasuk menunjuk perdana menteri baru, mempertahankan Bayrou sebagai kepala pemerintahan sementara, atau menggelar pemilu cepat.
"Sebagian besar risiko sudah tercermin dalam harga saham domestik seperti bank, utilitas, dan jasa bisnis Prancis. Namun, ketidakpastian kemungkinan masih akan bertahan dalam beberapa minggu ke depan," ujar Christophe Hautin, Manajer Portofolio Saham Allianz Global Investors.
Sementara itu, investor global menantikan laporan keuangan Nvidia, perusahaan dengan valuasi tertinggi di dunia saat ini, untuk mencari arah baru dalam perdagangan saham teknologi yang sempat terhambat pada Agustus.
Di tengah ketidakpastian global, laporan keuangan perusahaan Eropa menunjukkan ketahanan. Sekitar 52% dari perusahaan yang telah merilis laporan keuangan kuartal II hingga Selasa (26/8), melampaui ekspektasi analis.
"Investor ingin melihat seberapa besar dampak tarif dan ketidakpastian dalam beberapa bulan terakhir terhadap kepercayaan bisnis. Namun secara makro, prospek ekonomi Eropa masih cukup solid," kata Nicholas Brooks, Kepala Riset Ekonomi dan Investasi ICG.
Dari sisi sektoral, saham perbankan menjadi penekan utama, merosot 1,3%. Saham Deutsche Bank dan Commerzbank masing-masing anjlok 3,4% dan 4,9% setelah mendapat penurunan peringkat dari Goldman Sachs.
Sebaliknya, sektor barang pribadi dan rumah tangga melonjak 1,5%, dipimpin saham luxury brand. Saham Swatch melesat 6,3% dan menjadi yang tertinggi di STOXX 600 setelah CEO perusahaan itu menyatakan mampu mengimbangi dampak tarif Amerika Serikat dengan kenaikan harga.
Di sisi lain, saham perusahaan diagnostik medis asal Italia, DiaSorin, kehilangan 5,8% setelah J.P. Morgan memberi peringkat "underweight". Saham JD Sports melejit 3,6% seiring membaiknya penjualan di pasar AS. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin