- STOXX 600 naik 0,16%, namun pasar Eropa tetap dibayangi konflik Timur Tengah.
- Laporan keuangan emiten belum mampu menggeser fokus investor dari risiko geopolitik.
- Valuasi saham Eropa dinilai menarik, sementara peluang kenaikan suku bunga ECB meningkat.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa ditutup menguat tipis untuk hari ketiga berturut-turut, Kamis, meski pergerakannya tetap terbatas karena investor masih mencermati eskalasi konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, musim laporan keuangan emiten yang sejauh ini mencatat hasil positif belum mampu sepenuhnya mengalihkan perhatian pasar dari risiko geopolitik.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 0,16% atau 1,02 poin menjadi 643,73, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Kamis (16/7) atau Jumat (17/7) dini hari WIB.
Kenaikan tersebut memperpanjang tren positif indeks, namun secara mingguan STOXX 600 baru menguat sekitar 0,41%, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah ketidakpastian global.
Bursa regional utama berakhir variatif. Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,54% atau 56,32 poin jadi 10.572,24, sedangkan DAX Jerman melemah 0,34% atau 84,04 poin ke posisi 24.915,49, dan CAC Prancis berkurang 0,05% atau 4,57 poin menjadi 8.377,86.
Harapan bahwa musim laporan keuangan akan mengembalikan fokus investor pada fundamental perusahaan dan menjadi katalis baru bagi pasar saham sejauh ini belum terwujud. Padahal, sejumlah emiten teknologi membukukan kinerja yang kuat, termasuk ASML , pemasok utama peralatan produksi semikonduktor berteknologi tinggi.
Pada perdagangan Kamis, sektor basic resources menjadi pemberat utama indeks setelah merosot 1,38%. Sebaliknya, sektor media memimpin penguatan dengan lompatan 1,43%.
Sektor teknologi bergerak relatif datar meski Taiwan Semiconductor Manufacturing Co ( TSMC ) melaporkan lonjakan laba kuartal II sebesar 77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencetak rekor tertinggi perusahaan.
Saham ASML melesat 3,16%, sementara saham produsen chip STMicroelectronics dan BE Semiconductor masing-masing terkoreksi 4,91% dan 3,20%. Pelemahan tersebut menunjukkan sektor semikonduktor mulai kehilangan momentum setelah mencatat reli kuat pada kuartal sebelumnya.
Meski demikian, investor tetap menaruh harapan pada musim laporan keuangan yang diperkirakan menjadi yang terkuat di Eropa dalam lebih dari tiga tahun terakhir.
Manajer Portofolio Pinnacle Associates, Randy Baron, mengatakan valuasi saham Eropa masih menjadi daya tarik utama dibandingkan pasar Amerika Serikat. "Keunggulan Eropa saat ini adalah valuasi sahamnya jauh lebih menarik, dan kondisi itu belum berubah," ujarnya.
Sementara itu, meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong pelaku pasar memperbesar ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga 25 basis poin sebelum akhir tahun. Data LSEG menunjukkan probabilitas skenario tersebut terus meningkat seiring memburuknya situasi geopolitik.
Namun, jika konflik mulai mereda, prospek investasi di kawasan Eropa diperkirakan kembali membaik.
Analis Generali Investments, Michele Morganti, mengatakan pihaknya masih mempertahankan posisi netral terhadap pasar saham AS dibandingkan Eropa, dengan sedikit overweight pada saham Eropa apabila konflik dapat diredakan.
"Kami menilai Eropa berpotensi kembali memperoleh momentum pertumbuhan ekonomi, sehingga laba perusahaan juga dapat pulih," katanya.
Dari sisi korporasi, saham Delivery Hero ditutup relatif datar setelah Uber meluncurkan penawaran akuisisi publik yang menilai perusahaan layanan pesan-antar makanan asal Jerman tersebut sekitar USD14,8 miliar. Sepanjang tahun ini, saham Delivery Hero meroket hampir 70% setelah muncul laporan mengenai rencana penawaran tersebut.
Saham ABB anjlok 5,91% setelah perusahaan mengumumkan akuisisi perusahaan otomasi Rotork senilai USD5,5 miliar. Meski demikian, ABB juga melaporkan laba operasional kuartal II yang melampaui ekspektasi analis. Sebaliknya, saham Rotork melejit 66,78% menyusul pengumuman transaksi tersebut.
Di kawasan Nordik, saham perusahaan teknologi industri asal Swedia, Indutrade, melesat 17,08% setelah membukukan laba kuartal II yang melampaui perkiraan pasar.
Sebaliknya, saham operator telekomunikasi Norwegia, Telenor, ambles 11,64% setelah memangkas proyeksi kinerja tahun 2026 menyusul hasil kuartal II yang lebih lemah dari ekspektasi.
Sementara itu, grup periklanan asal Prancis, Publicis, menguat 3,07% setelah melaporkan kenaikan pendapatan semester pertama yang ditopang tingginya permintaan terhadap layanan pemasaran berbasis kecerdasan buatan (AI). (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin