- Indeks utama Eropa turun, dipimpin Prancis yang anjlok 1,7% akibat ketidakstabilan politik dan potensi jatuhnya pemerintah minoritas dalam voting kepercayaan 8 September.
- Sentimen global tertekan setelah Presiden AS Donald Trump mencoba memecat Gubernur Fed Lisa Cook, memicu kekhawatiran atas campur tangan politik dalam kebijakan moneter.
- Saham Societe Generale turun tajam 6,8%, sementara Bunzl dan Orsted pulih masing-masing 5,1% dan 5,8%. Pasar menanti laporan keuangan Nvidia sebagai indikator reli AI.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berakhir di area negatif, Selasa, dipimpin kejatuhan indeks Prancis seiring meningkatnya ketidakpastian politik di negara tersebut. Ketegangan juga diperparah oleh kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve, yang memukul sentimen risiko global.
Indeks utama Prancis CAC anjlok 1,7% atau 133,23 poin menjadi 7.709,81, setelah tiga partai oposisi utama menyatakan tidak akan mendukung mosi percaya yang diajukan Perdana Menteri Francois Bayrou, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Selasa (26/8) atau Rabu (27/8) dini hari WIB.
Mosi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8 September, terkait rencana pemotongan anggaran besar-besaran. Kondisi ini mengingatkan pada kejatuhan pemerintahan Michel Barnier melalui mosi tidak percaya pada Desember lalu.
Analis IG Group, Axel Rudolph, mengatakan pelemahan pasar Prancis kemungkinan akan terus berlanjut dalam jangka pendek, meski dampaknya terhadap market Eropa lainnya masih belum pasti.
Saham perbankan Prancis turut melemah tajam. BNP Paribas merosot 4,2%, sementara Societe Generale melorot 6,8% dan mencatatkan penurunan harian terbesar dalam lebih dari empat bulan. Kejatuhan kedua saham tersebut menjadi beban utama sektor perbankan di indeks pan-Eropa STOXX 600, yang mencatat penurunan harian tertajam dalam hampir sebulan. Seluruh bursa utama regional juga ditutup di zona merah.
Indeks STOXX 600 ditutup melemah 0,83% atau 4,62 poin menjadi 554,20. Bursa regional utama lainnya juga berguguran. Di Jerman, Indeks DAX menyusut 0,5% atau 120.25 poin menjadi 24.152,87, dan FTSE 100 Inggris berkurang 0,6% atau 55,60 poin jadi 9.265,80.
Sementara itu, dari Amerika Serikat, Presiden Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan pemecatan Gubernur Fed Lisa Cook, Senin, atas dugaan pelanggaran terkait pinjaman hipotek. Langkah ini memicu kekhawatiran terhadap independensi the Fed, meski kemungkinan akan menghadapi tantangan hukum.
Jika pemecatan tersebut berhasil, Trump berpotensi menunjuk anggota dewan baru setelah sebelumnya menggantikan Gubernur Adriana Kugler. Trump juga terus mendesak penurunan suku bunga dan disebut telah "mengambil alih" fungsi panduan kebijakan the Fed.
"Trump sedang membentuk ulang dewan the Fed dengan cara yang tidak konvensional," ujar Jamie Cox, Managing Partner Harris Financial Group.
Padahal, pernyataan bernada dovish dari Chairman Fed Jerome Powell, pekan lalu, sempat mendorong STOXX 600 mendekati rekor tertinggi.
Di sisi korporasi, saham British American Tobacco kehilangan 1,9% usai pengunduran diri Soraya Benchikh dari posisi Chief Financial Officer hanya 15 bulan sejak diangkat.
Di sisi lain, saham Bunzl melejit 5,1%--kenaikan tertajam dalam satu tahun--setelah perusahaan distributor perlengkapan bisnis asal Inggris tersebut mempertahankan proyeksi tahunan dan melanjutkan program pembelian kembali (buyback) saham.
Saham Orsted juga melesat 5,8% setelah anjlok 16% pada sesi sebelumnya akibat penghentian proyek Revolution Wind di Rhode Island oleh otoritas Amerika.
Investor kini menantikan laporan keuangan Nvidia, Rabu, yang dianggap sebagai indikator utama keberlanjutan reli saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) tahun ini. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin