- STOXX 600 turun 0,65% akibat aksi jual saham teknologi.
- Saham chip tertekan dipimpin ASML .
- Saab dan Shell menguat.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa melorot, Selasa, tertekan aksi jual global di sektor teknologi yang memukul saham chip. Di saat yang sama, investor mencermati perkembangan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO untuk mengidentifikasi sektor yang berpotensi diuntungkan dari peningkatan belanja pertahanan negara-negara anggota.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,65% atau 4,21 poin menjadi 646,29, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Selasa (7/7) atau Rabu (8/7) dini hari WIB.
Pelemahan ini terjadi sehari setelah indeks tersebut sempat mencetak rekor tertinggi baru pada Senin sebelum akhirnya berbalik ditutup lebih rendah.
Sementara, bursa utama regional mayoritas tersungkur. Indeks DAX Jerman melemah 1,37% atau 352,64 poin jadi 25.465,25 dan CAC Prancis turun 0,51% atau 43,63 poin ke posisi 8.436,24, sedangkan FTSE 100 Inggris naik tipis 0,13% atau 14,11 poin menjadi 10.665,88.
Setelah pulih dari gejolak yang dipicu konflik di Timur Tengah, pergerakan saham Eropa sepanjang pekan ini cenderung terbatas. Pelaku pasar memilih menunggu katalis baru dari musim laporan keuangan perusahaan serta hasil pertemuan para pemimpin NATO.
Dalam KTT tersebut, pemimpin NATO mengumumkan sejumlah kesepakatan pembelian persenjataan senilai puluhan miliar dolar AS. Langkah tersebut menegaskan bahwa negara-negara anggota mulai merespons desakan Amerika Serikat untuk meningkatkan belanja pertahanan demi memperkuat keamanan kawasan Eropa.
Analis Atlantic Council, lembaga pemikir yang berbasis di Washington D.C., menilai perkembangan tersebut menjadi peringatan penting bagi negara-negara Eropa. Meski implementasinya belum merata, kawasan itu dinilai mulai mengambil langkah nyata dengan meningkatkan investasi di sektor pertahanan.
Namun, sentimen positif dari peningkatan anggaran pertahanan belum mampu menopang kinerja saham sektor tersebut. Indeks saham pertahanan justru terkoreksi 2,5%, sementara sektor teknologi merosot 3,6% akibat kekhawatiran bahwa reli panjang saham semikonduktor selama sekitar satu kuartal terakhir membuat valuasinya terlalu mahal.
Produsen peralatan semikonduktor asal Belanda, ASML , menjadi salah satu saham dengan tekanan terbesar setelah anjlok 7,3%.
Gelombang aksi jual di sektor teknologi dipicu oleh kejatuhan saham Samsung Electronics di Korea Selatan. Meski perusahaan tersebut menyampaikan proyeksi kinerja yang kuat, sahamnya tetap melemah dan memicu tekanan terhadap saham teknologi global. Di Amerika Serikat, indeks Nasdaq juga kehilangan hampir 0,7%.
Direktur Riset XTB, Kathleen Brooks, mengatakan pelemahan tersebut mencerminkan rotasi investasi ke sektor-sektor yang dinilai lebih murah dan selama ini kurang diminati dibanding saham teknologi.
Menurut dia, pasar kini menunjukkan penyebaran penguatan yang lebih luas ke berbagai sektor, tidak lagi hanya bergantung pada sekelompok kecil saham teknologi berkapitalisasi besar.
Namun, analis Trade Nation, David Morrison, menilai pergerakan tersebut lebih merupakan jeda setelah reli panjang daripada sinyal hilangnya kepercayaan investor terhadap pasar saham.
Morrison mengatakan sentimen pasar secara keseluruhan masih tetap konstruktif. Penurunan harga energi, melandainya inflasi di kawasan euro, serta tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja Amerika Serikat masih menjadi faktor yang mendukung aset-aset berisiko.
Tekanan di sektor semikonduktor juga terlihat pada saham pemasok material chip asal Prancis, Soitec, yang ambles 17%. Produsen papan sirkuit AT&S merosot 10,4%, sedangkan produsen chip Prancis-Italia STMicroelectronics menyusut 8,1%.
Di sektor industri, saham Siemens Energy melorot 8,9% setelah Barclays menurunkan rekomendasi investasinya menjadi "underweight" dari sebelumnya "equal-weight".
Berbeda dengan mayoritas saham pertahanan, produsen peralatan militer asal Swedia, Saab, melesat 4,1% setelah Morgan Stanley menaikkan rekomendasi sahamnya menjadi "overweight" dari sebelumnya "underweight". Penguatan juga didukung pengumuman NATO yang akan membeli hingga 10 unit pesawat pengintai GlobalEye buatan perusahaan tersebut.
Di sektor otomotif, saham Renault naik 0,7% setelah muncul laporan bahwa produsen kendaraan listrik asal China, BYD, dua kali menjajaki kemungkinan mengambil kepemilikan saham di perusahaan Prancis tersebut.
Sementara itu, saham raksasa energi Shell melambung 3,4% setelah perusahaan sedikit meningkatkan proyeksi kinerja bisnis gas terintegrasi untuk kuartal kedua, sehingga memberikan sentimen positif bagi sektor energi di tengah pelemahan pasar secara keseluruhan. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin