Bursa Pagi:  Asia Dibuka Melaju Kencang, Profit Taking masih Membayangi Peluang Laju IHSG
Friday, June 12, 2026       08:28 WIB
  • Bursa Asia dibuka menguat mengikuti reli Wall Street dan Eropa setelah muncul harapan perdamaian AS-Iran.
  • Kospi Korea Selatan memimpin kenaikan dengan lonjakan lebih dari 7%, diikuti Nikkei Jepang dan ASX Australia.
  • IHSG masih dibayangi aksi ambil untung, namun berpeluang menguat menuju area 6.000 didukung dividen dan buyback emiten.

Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (12/4), bursa saham Asia dibuka bergerak menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street.
Optimisme investor meningkat bahwa konflik di Timur Tengah dapat segera berakhir setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan Iran dan Amerika Serikat akan segera menandatangani perjanjian damai.
Laman CNBC melaporkan, Trump mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval pada Kamis malam bahwa Amerika Serikat "baru saja mencapai penyelesaian besar atas perang dengan Iran," yang kini tinggal menunggu finalisasi dokumen. Ia memperkirakan penandatanganan kesepakatan antara Iran dan AS akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
"Dokumen-dokumennya sudah hampir final. Seharusnya bisa selesai dan selesai dengan sangat cepat," ujar Trump.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lonjakan 1,54% indeks ASX 200 Australia. Indeks berlanjut meningkat 1,86% ke 8.794,10 pada pukul 8:15 WIB.
Bursa saham Korea Selatan memimpin penguatan di kawasan. Indeks Kospi dibuka melesat 7,01% dan Kosdaq melompat 3,25%. Kospi berlanjut melejit 7,82% ke level 8.371,11.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melaju 3,48% ke posisi 66.559,69, setelah dibuka meloncat 3,4%, dan Topix melonjak 1,8%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong terakhir berada di level 24.376, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 24.249,29.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih dibayangi tekanan jual namun berpeluang berbalik naik, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan terkoreksi 0,28% menjadi 5.886. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange juga turun 0,29% menjadi USD12,12.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih akan diwarnai aksi ambil untung di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi domestik. Namun aksi korporasi seperti pembagian dividen emiten, program  buyback  emiten besar berpeluang mengangkat indeks. Secara teknikal, IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6.000 sekaligus MA20 dengan area support di kisaran 5750, dan resistance di sekitar 5.950.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan melonjak tajam setelah Trump membatalkan rencana serangan AS ke Iran.Trump juga menyatakan AS dan Iran berpeluang menandatangani perjanjian damai paling cepat akhir pekan ini, yang dapat membuka kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz. Data harga produsen AS sepanjang Mei meningkat melebihi ekspektasi pasar.
Investor kembali memburu aset berisiko sambil menunggu keputusan The Fd pekan depan, di tengah kekhawatiran inflasi. Antusiasme pasar juga didorong debut IPO SpaceX yang bernilai sekitar USD75 miliar. Saham teknologi memimpin reli, dengan indeks semikonduktor PHLX melesat 7,9%. Namun saham Oracle terjungkal 8,5%, menjadi salah satu pemberat pasar.
  • Dow Jones Industrial Average melonjak 1,86% ke 50.848,75.
  • S&P 500 melaju 1,75% ke posisi 7.394,30.
  • Nasdaq Composite melompat 2,54%ke level 25.809,66.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat, setelah ECB menaikkan suku bunga yang pertama dalam hampir tiga tahun terakhir, sebesar 25 bps. ECB juga menaikkan proyeksi inflasi dan memangkas outlook pertumbuhan ekonomi zona euro. Pasar masih memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun.Sentimen pasar sempat tertekan oleh ancaman baru Trump terhadap Iran yang memicu volatilitas harga minyak.
Indeks STOXX 600 naik 0,54% menjadi 621,53, didukung penguatan mayoritas bursa utama kawasan. Saham semikonduktor memimpin penguatan. BE Semiconductor dan ASM International melesat 6,6% dan 7,3%. Sektor yang sensitif terhadap suku bunga bergerak lemah. Indeks jasa keuangan melorot 0,7%; saham ICG dan Partners Group ambles 4,7% dan 3%. Sektor properti terkoreksi 0,8%. Saham perangkat lunak mengalami tekanan setelah Oracle memproyeksikan kenaikan belanja modal.
  • DAX Jerman naik tipis 0,06% di posisi 24.209,71.
  • FTSE 100 Inggris naik 0,48% menjadi 10.303,88.
  • CAC Prancis bertambah 0,48% menjadi 8.200,80.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah. Trump membatalkan rencana serangan ke Iran dan mengatakan bahwa pembicaraan dengan Teheran telah mencapai tingkat tertinggi kepemimpinan Iran. Kerangka kesepakatan juga telah mendapat persetujuan dari koalisi negara-negara di kawasan. Kantor berita Iran,  Fars News Agency,  melaporkan Teheran kemungkinan akan menyetujui kesepakatan dengan AS.
Optimisme tercapainya kesepakatan damai mendorong investor beralih ke aset berisiko. Euro dan poundsterling menguat. Yen dan franc Swiss juga naik terhadap dolar AS. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun menjadi 4,453%, mencerminkan berkurangnya permintaan aset aman. Pelaku pasar kini menanti keputusan The Fed dan Bank of Japan pekan depan terkait arah suku bunga. Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,41% ke 99,64.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1580

0.00

0.02%

7:25 PM

Yen (USD-JPY)

160.03

0.10

0.06%

7:25 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3419

0.00

0.01%

7:25 PM

Rupiah (USD-IDR)

17,988.50

44.50

0.25%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.7745

0.00

0.01%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 11/6/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup menurun tajam, setelah Trump membatalkan rencana serangan ke Iran. Pasar optimistis peluang tercapainya kesepakatan damai dapat mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan. Meski demikian, ketidakpastian masih tinggi karena Iran belum mengonfirmasi adanya kesepakatan resmi.
Perhatian investor tetap tertuju pada situasi Selat Hormuz setelah kapal-kapal komersial dapat melintasi kawasan tersebut. Penurunan stok minyak mentah AS sebesar 7,2 juta barel, melebihi penyusutan sebesar 4 juta barel, memberikan dukungan terhadap harga dan membatasi pelemahan lebih lanjut.
  • Harga Brent berjangka anjlok 2,9% ke USD90,38 per barel.
  • Harga WTI berjangka drop 2,6% ke USD87,71 per barel.

Harga emas spot dan berjangka di bursa berjangka AS dini hari tadi berakhir berlawanan arah setelah Trump membatalkan serangan ke Iran. Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran lonjakan harga minyak dan tekanan inflasi global. Harapan tercapainya kesepakatan damai mendorong pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Probabilitas kenaikan suku bunga AS pada Desember turun menjadi 62% dari sebelumnya 69%.
Data ekonomi AS menunjukkan klaim pengangguran meningkat, sementara inflasi produsen masih lebih tinggi dari perkiraan. Pelaku pasar kini menantikan hasil rapat The Fed pekan depan terkait arah kebijakan moneter. Harga logam mulia lainnya; perak spot melompat 3,3% ke USD65,78 per ounce, platinum melonjak 2,6% ke posisi USD1.708,38, dan paladium meloncat 4,4% ke level USD1.267,50.
  • Harga emas spot melonjak 2% ke posisi USD4.153,71 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS turun 0,5% menjadi USD4.114 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)