- Bursa saham Asia dibuka cenderung melemah seiring sikap hati-hati investor menjelang keputusan suku bunga The Fed dan meredanya ketegangan di Timur Tengah.
- Ekspor Jepang melonjak 17% pada Mei, ditopang kuatnya permintaan semikonduktor dan mobil, memberi dukungan bagi pasar Jepang.
- IHSG berpeluang melanjutkan penguatan setelah melonjak 4,12%, namun masih dibayangi outflow asing dan diperkirakan bergerak di kisaran 6.150-6.400.
Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (17/6), dibuka cenderung melemah, mengikuti pergerakan indeks acuan pada penutupan bursa saham Wall Street, di tengah meredanya ketegangan di Timur Tengah. Investor menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve AS yang akan diumumkan hari ini.
Pertemuan Federal Open Market Committee ( FOMC ) kali ini menjadi yang pertama di bawah kepemimpinan Chairman Fed yang baru, Kevin Warsh. Pelaku pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,50%-3,75%.
Namun, sebagian besar pengamat kebijakan moneter di Wall Street memperkirakan Warsh tidak akan memberikan proyeksi suku bunga pribadinya (dot plot) dalam pembaruan kuartalan FOMC mengenai arah suku bunga ke depan.
Data ekspor Jepang pada Mei tumbuh 17% secara tahunan (year-on-year), menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak November 2022 dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 16,2%. Pertumbuhan tersebut juga lebih tinggi dibandingkan kenaikan 14,8% pada April.
Laman CNBC menyebutkan, kinerja ekspor Jepang ditopang oleh kuatnya permintaan terhadap mobil dan semikonduktor. Nilai ekspor semikonduktor melonjak 61,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong pesatnya permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI), sementara ekspor mobil naik 16,4%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan [elemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,17%. Indeks berlanjut melemah 0,15% menjadi 8.904,40 pada pukul 8:20 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka merosot 1,02%, dan Kosdaq sedikit melemah. Kospi berlanjut melorot 0,89% ke posisi 8.648,97.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,47% menjadi 69.729,27, setelah dibuka melemah 0,20% meski Topix naik 0,46%.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Index terakhir berada di level 24.510, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 24.493,95, mengindikasikan potensi pembukaan yang positif di Hong Kong.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan jika didukung katalis yang lebih kuat. IHSG menutup perdagangan Seini kemarin dengan melompat 4,12% ke level 6.254. Namun harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange tadi malam merosot 1,06% ke USD12,66.
Beberapa analis memperkirakan indeks masih berpotensi melanjutkan kenaikan namun masih dibayangi berlanjutnya outflow asing. Kenaikan IHSG saat ini masih perlu dikonfirmasi oleh perbaikan sentimen yang lebih permanen untuk memastikan keberlanjutan pemulihan dengan bukti adanya perbaikan struktural dalam pengambilan kebijakan.
Secara teknikal IHSG mulai menunjukkan sinyal perbaikan setelah ditutup di atas MA20 dan MACD melanjutkan pembentukan histogram positif. Namun, indikator Stochastic RSI berpotensi membentuk death cross di area overbought . Indeks diperkirakan bergerak pada rentang 6.150-6.400
Analis Indo Premier berpendapat,Indonesia memasuki perdagangan Rabu dengan latar belakang yang semakin positif: harga minyak berada di bawah USD80 per barel, penandatanganan kesepakatanAS- Iran dijadwalkan pada Jumat, serta reli pasar regional yang terus berlanjut. Rentang waktu dua hari ke depan, yang mencakup keputusan suku bunga Bank Indonesia (besok) dan keputusan MSCI pada 23 Juni, akan menjadi penentu apakah pemulihan ini dapat berlanjut secara berkelanjutan atau hanya bersifat sementara.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup variatif. Investor melakukan aksi ambil untung pada saham teknologi setelah reli kuat sehari sebelumnya. Kehati-hatian meningkat menjelang pengumuman kebijakan suku bunga The Fed. Pelaku pasar memperkirakan The Fed menahan suku bunga, dengan fokus pada prospek inflasi dan ekonomi AS. Harga minyak WTI anjlok 5,8%.
Rotasi dana mengalir ke sektor keuangan dan industri, sementara sektor teknologi tertekan.Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, tujuh di antaranya berakhir di zona hijau. Sektor keuangan memimpin, melaju 1,5%, diikuti sektor industri (+0,7%). Sektor teknologi drop 2,3%. Indeks Philadelphia Semiconductor ambles 5,7%. SpaceX melompat 4,8%, menyentuh rekor tertinggi intraday, dengan nilai pasar melampaui Amazon.
- Dow Jones Industrial Average naik 0,64% ke 51.999,67.
- S&P 500 melorot 0,57% menjadi 7.511,35.
- Nasdaq Composite merosot 1,15% ke posisi 26.376,34.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat. Kesepakatan awal AS-Iran serta turunnya harga minyak menopang optimisme investor. Harga Brent bertahan di kisaran USD82 per barel, meredakan kekhawatiran inflasi dan risiko resesi global. Fokus pasar kini tertuju pada keputusan suku bunga The Fed dan prospek kebijakan lanjutan ECB. Investor mulai melirik sektor siklikal seperti consumer discretionary , konstruksi, dan saham berkapitalisasi kecil.
Indeks STOXX 600 naik 0,25% menjadi 636, dan memperpanjang rekor penutupan tertinggi. Sektor perbankan memimpin penguatan melonjak 1,7%, diikuti sektor industri (+1,1%). Indeks saham sektor pertahanan melaju lebih dari 1,3%. Sektor teknologi anjlok 1,7%. Saham UniCredit melompat 4,2%. STMicroelectronics terperosok 4,1% akibat rencana penerbitan obligasi konversi. Rathbones rontok 17%
- DAX Jerman naik tipis 0,07% di posisi 24.910,41.
- FTSE 100 Inggris bertambah 0,61% ke 10.494,21.
- CAC Prancis meningkat 0,75% ke posisi 8.447,27.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah tipis di tengah optimisme pasar atas kesepakatan damai AS-Iran. Investor bersikap hati-hati menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed. Pasar memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%, peluang kenaikan pada Desember sekitar 61%. Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,14% ke 99,55,
Meski melemah, dolar masih bertahan dekat level tertinggi terhadap euro dan yen karena ekspektasi harga energi tetap tinggi. Euro menguat, namun yen melemah tipis. Bank of Japan menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 1%, level tertinggi sejak 1995. Reserve Bank of Australia menahan suku bunga di 4,35%, dolar Australia bergerak stabil.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1614 | 0.00 | 0.05% | 7:19 PM |
Yen (USD-JPY) | 160.41 | 0.02 | 0.01% | 7:19 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3430 | 0.00 | 0.03% | 7:19 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 17,725 | 16.00 | 0.09% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.7567 | 0.00 | 0.01% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 16/6/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi berakhir anjlok sekitar 5%, di tengah optimisme kesepakatan damai AS-Iran. Pasar merespons rencana pembukaan kembali Selat Hormuz dan kembalinya ekspor minyak Iran ke pasar global. Sejumlah bank investasi global memangkas proyeksi harga minyak setelah rincian kesepakatan mulai terungkap.
Trump menyatakan kesepakatan AS-Iran itu memastikan Teheran tidak mengembangkan senjata nuklir. Iran dikabarkan boleh kembali menjual minyak setelah kesepakatan ditandatangani. Tingkat pengolahan minyak mentah di China melorot 9,1% dibanding tahun lalu. Kekhawatiran perlambatan ekonomi China dan potensi perdamaian Rusia-Ukraina turut menekan harga minyak. Investor menunggu rilis data persediaan minyak AS.
- Harga Brent berjangka drop 5,1% ke USD78,96 per barel.
- Harga WTI berjangka ambles 5,8% ke USD76,05 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi berakhir naik, seiring berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini. Sentimen positif dipicu kesepakatan damai sementara AS-Iran yang menekan harga minyak dan risiko inflasi. Turunnya harga energi mendorong pasar menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember turun menjadi sekitar 60% dari 70% pekan lalu.
Investor menantikan keputusan suku bunga The Fed di bawah kepemimpinan Ketua baru, Kevin Warsh. Harga logam mulia lainnya; platinum melompat 2,8% ke level USD1.816,65 per ounce, perak naik 0,3% menjadi USD70,22, dan paladium meningkat 0,7% ke USD1.358,06.
- Harga emas di pasar spot meningkat 0,8% ke USD4.338,86 per ounce.
- Harga emas berjangka AS menguat 0,1% ke USD4.354,40 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)