- Bursa Asia dibuka cenderung melemah, mengikuti tekanan Wall Street dan Eropa di tengah kenaikan yield US Treasury.
- Nikkei turun 0,87%, Kospi 0,76%, sementara ASX 200 naik tipis 0,03% dan futures Hang Seng berada di atas penutupan sebelumnya.
- IHSG diperkirakan masih tertekan setelah turun 1,51% ke 6.147, dengan pelemahan emas dan tekanan eksternal membayangi serta support berikutnya di 6.000.
Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (29/9), dibuka cenderung melemah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street.
Imbal hasil US Treasury terus meningkat karena investor khawatir inflasi yang persisten akan mendorong Federal Reserve menaikkan suku bunga.
Laman CNBC melaporkan, imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun ditutup di atas 5,2%, mendekati level yang belum terlihat sejak 2007. Sementara itu, imbal hasil Treasury 30 tahun menembus 5,56%, berada di sekitar level tertinggi sejak 2004.
AS akan merilis beberapa data ekonomi terbaru pada Selasa ini, yang berpotensi memengaruhi imbal hasil Treasury. Data kepercayaan konsumen AS September akan dirilis pukul 10.00 waktu setempat, bersamaan dengan data lowongan pekerjaan dan survei perputaran tenaga kerja (JOLTS) Agustus.
Perdagangan saham Asia dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,17%. Indeks berlanjut naik tipis 0,03% di posisi 8.682,70 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka turun 0,45%, dan Kosdaq terkoreksi 0,27%. Kospi berlanjut melorot 0,76% ke 6.837,12.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak melorot 0,87% ke 65.307,74, setelah dibuka turun 0,39%, dan Topix merosot 1,12%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 24.698, lebih tinggi dibandingkan penutupan indeks sebelumnya di 24.642,51.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih akan menghadapi tekanan jual, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan merosot 1,51 persen ke 6.147. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melorot 1,08% ke USD11,87.
Beberapa analis memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi. Secara teknikal downtrend setelah menembus neckline pola Head and Shoulders di level 6.375 dan MACD masih menunjukkan bearish momentum, dengaan support di bawah 6.100 dan resistance di atas 6.200.
Analis Indo Premier berpendapat, IHSG turun tertekan aksi jual luas di tengah pelemahan harga emas dan tekanan eksternal, pada sesi perdagangan kemarin.
Secara teknikal, IHSG mengonfirmasi breakdown pola rising wedge setelah menembus support Fibonacci dan gap 6.180. Support berikutnya berada di level 6.000 jika tekanan jual berlanjut.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah, tertekan lonjakan harga minyak dan imbal hasil US Treasury. Harga minyak melonjak setelah Trump menolak proposal damai Iran, meski teredam harapan perundingan melalui mediator Qatar. Lonjakan minyak dan solar memicu kekhawatiran inflasi serta memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Investor menanti rilis data inflasi dan tenaga kerja AS pekan ini sebagai petunjuk arah kebijakan The Fed. Saham Boeing ambles 6,9% FAA AS menyatakan akan menunda sertifikasi Boeing 737 MAX 10. Nvidia melonjak 1,6% setelah mengumumkan program buyback senilai USD150 miliar. Tesla anjlok 3,9% karena JP Morgan memangkas target harga sahamnya.
- Dow Jones Industrial Average turun 0,67% ke 51.481,51.
- S&P 500 melorot 0,77% ke posisi 7.683,69.
- Nasdaq merosot 0,92% ke level 26.820,38.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup relatif mendatar. Kenaikan harga Brent sekitar 2% menahan penguatan pasar setelah Trump menolak proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Imbal hasil obligasi Jerman 10 tahun bertahan di 3,643%, level tertinggi sejak Juni 2009, meningkatkan tekanan terhadap aset berisiko.
Investor menanti data inflasi dan tenaga kerja AS, pidato pejabat ECB dan BoE, serta laporan keuangan perusahaan teknologi untuk arah pasar berikutnya.
Indeks STOXX 600 ditutup naik tipis 0,03 poin di 638,68. Saham pengembang rumah Inggris Persimmon, Barratt Redrow, Taylor Wimpey, dan Vistry melejit 10,4% hingga14,7% setelah pemerintah menjanjikan program pinjaman. Sektor energi naik 0,8%. Saham pertambangan merosot 1,2%. Hochschild Mining, Fresnillo, dan Endeavour Mining ambles 5% hingga 7%. Sektor industri berat dan teknologi turun -0,4% dan -0,2%
- FTSE 100 Inggris susut 0,1% di 10.684,88.
- DAX Jerman melemah 0,13% di 25.374,42.
- CAC 40 Prancis naik tipis 0,01% di 8.078,48.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir mendatar. Kenaikan harga minyak dan yield Treasury menopang greenback. Brent naik ke USD105,28 per barel setelah Trump menolak proposal damai Iran, meningkatkan kekhawatiran pasokan energi. Yield US Treasury tetap di atas 5% dan berada di level tertinggi dalam beberapa dekade, memperkuat ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish. Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di 101,20,
Euro dan poundsterling bertahan dekat level terendah masing-masing. Yen bergerak datar setelah Jepang dan AS menegaskan kekhawatiran terhadap pelemahan yen. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed 25 basis poin pada Oktober sekitar 73%, berdasarkan CME FedWatch. Investor selanjutnya menanti data PCE dan nonfarm payrolls AS, serta keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1371 | 0.00 | 0.00% | 7:14 PM |
Yen (USD-JPY) | 157.44 | 0.05 | 0.03% | 7:14 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3254 | 0.00 | 0.01% | 7:14 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 17,978 | 75.00 | 0.42% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.7117 | 0.00 | 0.02% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 28/9/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup menguat. Namun kenaikannya menyusut setelah Qatar berencana melanjutkan mediasi AS-Iran. Harga minyak sempat melonjak lebih dari USD4 setelah Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Mediator Qatar diperkirakan menggelar pembicaraan terpisah dengan Iran dan AS untuk membahas revisi proposal perdamaian.
Arus ekspor minyak Timur Tengah mencapai 12,8 juta bph pada September, namun masih di bawah level sebelum konflik. Lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz meningkat menjadi sekitar 7,4 juta bph, tetapi pasar masih menghadapi kekurangan pasokan. Harga solar melonjak akibat gangguan pasokan Timur Tengah dan Ukraina, sementara premi Brent terhadap WTI mencapai level tertinggi sejak Mei.
- Harga Brent berjangka meningkat 0,9% ke USD105,28 per barel.
- Harga WTI berjangka menguat 0,2% di USD92,60 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup menurun tajam tertekan lonjakan minyak, dolar AS, dan imbal hasil US Treasury. Harga emas di pasar spot sempat menyentuh USD4.110,55 per ounce, level terendah sejak 5 Agustus. Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih ketat.
Sejumlah pejabat bank sentral AS memperingatkan bahwa risiko inflasi masih tinggi dan suku bunga mungkin perlu dinaikkan lebih lanjut. Investor menunggu rilis data tenaga kerja, PCE, dan nonfarm payrolls AS sebagai petunjuk arah kebijakan moneter. Harga logam mulia lainnya; perak spot ambles 4,5% ke USD61,39 per ounce, platinum anjlok 2,8% ke USD1.727,88, dan paladium terperosok 3,6% ke USD1.220,65.
- Harga emas spot terperosok 3,5% ke USD4.136,81 per ounce.
- Harga emas berjangka AS drop 3,5% ke USD4.168,40 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)