Bursa Pagi: Asia Dibuka Memerah, IHSG Masih Dibayangi Tekanan Berat
Wednesday, May 20, 2026       08:33 WIB
  • Bursa saham Asia dibuka turundipicu kenaikan yield obligasi AS dan ketegangan geopolitik.
  • Kospi Korea Selatan, Nikkei Jepang, dan ASX 200 Australia kompak bergerak di zona merah.
  • IHSG diperkirakan masih tertekan akibat aksi jual asing, pelemahan rupiah, dan sentimen negatif pasar.

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (20/5), dibuka melemah melanjutkan prnurunan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham Wall Street. Investor mencermati kenaikan imbal hasil obligasi dan kembali meningkatnya ketegangan geopolitik.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa "tinggal satu jam lagi" untuk memutuskan menyerang Iran, sebelum akhirnya diyakinkan untuk menunda serangan tersebut selama beberapa hari.
Laman CNBC melaporkan, imbal hasil US Treasury naik karena investor terus melepas obligasi di tengah kekhawatiran meningkatnya kembali inflasi. Imbal hasil obligasi US Treasury tenor 30 tahun terakhir diperdagangkan turun hampir 1 basis poin ke level 5,174 persen. Yield tersebut sempat menyentuh 5,197 persen selama sesi perdagangan, level tertinggi sejak Juli 2007.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesa 0,5%. Indeks berlanjut turun 0,58% menjadi 8.554,80 pada pukul 8:20 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka terkoreksi 0,52% dan indeks Kosdaq anjlok 2,15%. Kospi berlanjut anjlok 2,05% ke level 7.122,50.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak merosot 1,30% ke posisi 59.762,11, setelah dibuka melorot 0,88% dan Topix turun 0,75%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.603, lebih rendah dibanding penutupan terakhir indeks di posisi 25.797,85.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berisiko terkoreksi lebih lanjut, seiring berlanjutnya aksi jual asing. IHSG ditutup terperosok 3,46% ke level 6.370 pada sesi perdagangan kemarin. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange juga tergerus 3,41% ke USD13,45.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih menghadapi tekanan di tengah  outflow  asing, anjloknya rupiah, hingga rumor pembentukan badan pengendali ekspor yang memicu keresahan pasar. Pasar juga dibayangi revisi aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang akan efektif mulai 1 Juni 2026.
Pasar menanti dua agenda penting, yakni pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM- PPKF ) RAPBN 2027, serta pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).
Secara teknikal, tren  bearish  IHSG masih dominan setelah menembus area  support  6.870-7.020. Indikator MACD juga masih bergerak negatif dengan support terdekat di area 6.322. IHSG masih berpotensi turun ke bawah 6.200.
Analis IndoPremier berpendapatIndonesia saat sedang berada dalam  perfect storm : nilai tukar rupiah menyentuh level terendah sepanjang sejarah, pasar saham anjlok 26 persen sejak awal tahun, imbal hasil obligasi melonjak, harga minyak bertahan di atas USD110 per barel, dan sentimen  risk-off  global terus meningkat.
Support rata-rata pergerakan 10 tahun IHSG di level 6.350 - yang kemarin nyaris tidak mampu bertahan - kembali diuji. Jika Bank Indonesia mengecewakan pasar dan rencana sentralisasi komoditas dikonfirmasi hari ini dalam bentuk terburuknya, level tersebut bisa jebol. FTSE juga akan mengumumkan keputusan Jumat depan. Tekanan pasar belum akan mereda pekan ini.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah. Yield US Treasury 10 tahun melonjak ke level tertinggi sejak Januari 2025. Kekhawatiran inflasi meningkat akibat harga minyak yang masih tinggi. Pasar juga mencemaskan belum pastinya perdamaian AS-Iran. Investor mulai ambil untung sambil memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed. Pasar menanti rilis risalah rapat The Fed dan laporan keuangan Nvidia.
Enam dari 11 sektor utama indeks S&P 500 ditutup melemah. Sektor teknologi dan layanan komunikasi menjadi penekan utama indeks. Sektor material turun terbesar (-2,3%), sebaliknya, sektor kesehatan (+1,1%) memimpin penguatan. Indeks saham perangkat lunak S&P 500 merosot 1,2%. Indeks semikonduktor Philadelphia naik tipis 0,03%, setelah sempat ambles lebih dari%. Akamai Technologies ambles 6,3%.
  • Dow Jones Industrial Average turun 0,65% ke 49.363,88.
  • S&P 500 melorot 0,67 persen ke posisi 7.353,61.
  • Nasdaq Composite merosot 0,84% ke level 25.870,71.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir menguat tipis, di tengah harapan damai AS-Iran. Investor menyambut penundaan rencana serangan AS terhadap Iran. Harga minyak Brent turun sekitar 1 persen namun masih di atas USD100 per barel. Pasar tetap khawatir inflasi tinggi akan memaksa ECB menaikkan suku bunga lagi. Investor juga menanti laporan keuangan Nvidia sebagai ujian reli saham AI global.
Indeks STOXX 600 menguat 0,19% menjadi 611,34. Sektor defensif seperti kesehatan dan makanan memimpin penguatan. Saham sektor semikonduktor melemah. Infineon dan ASM anjlok lebih dari 2,5% dan 1%. Saham perangkat lunak naik signifikan. SAP dan Dassault Systems meloncat 6% dan 2,8%. Lagercrantz, Swedia melesat 8,2%. Di sektor pertahanan, Saab melompat 4,4%. Hensoldt dan Rheinmetall, Jerman melejit 8,2% dan 3%. Vallourec ambles 7,9%.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Pasar khawatir The Fed akan lebih agresif menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi tinggi. Kenaikan yield US Treasury serta ketidakpastian mengenai respons Chairman Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,34 persen menjadi 99,30.
Ketidakpastian perdamaian Timur Tengah terus mendorong permintaan aset  safe-haven . Euro, poundsterling, dan yen sama-sama melemah terhadap dolar AS. Investor memantau potensi intervensi Jepang untuk menopang yen. Data ekonomi terbaru memperlihatkan ekonomi Jepang tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal I, memperkuat ekspektasi kenaikkan suku bunga Bank of Japan, Juni nanti.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1610

0.00

0.04%

7:21 PM

Yen (USD-JPY)

159.05

0.02

0.01%

7:21 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3400

0.00

0.04%

7:21 PM

Rupiah (USD-IDR)

17,705.50

38.00

0.22%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.8143

0.01

0.21%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 19/5/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melemah, setelah muncul harapan damai AS-Iran. Wakil Presiden AS JD Vance menyebut negosiasi dengan Iran menunjukkan kemajuan. Kedua pihak disebut tidak menginginkan dimulainya kembali aksi militer. Meski turun, harga minyak masih bertahan di level tinggi akibat risiko pasokan global.
Pasar masih menghadapi ketidakpastian pasokan minyak global, karena gangguan di Selat Hormuz dan infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah menjadi target potensial konflik. China memangkas kapasitas pengolahan minyak lebih dari 1 juta bph sejak perang AS-Iran pecah karena gangguan pasokan dan margin melemah. Cadangan minyak strategis AS turun 9,9 juta barel pekan lalu. Total stok tersisa 374 juta barel, terendah sejak Juli 2024.
  • Harga Brent berjangka turun 0,73% ke USD111,28 per barel.
  • Harga WTI berjangka melorot 0,82% ke USD107,77 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup melorot lebih dari 1% akibat penguatan dolar AS. Kekhawatiran inflasi tinggi mendorong ekspektasi suku bunga tetap tinggi lebih lama. Kenaikan yield US Treasury menekan daya tarik emas. Pasar memperkirakan ruang untuk pemangkasan suku bunga sepanjang sebagian besar 2026 semakin terbatas.
Analis mengatakan kenaikan suku bunga riil di banyak negara menjadi faktor utama penekan pasar emas. Pasar kini menunggu risalah rapat The Fed untuk petunjuk arah suku bunga. Harga logam mulai lainnya juga tersungkur; perak spot terperosok 4,1% ke USD74,53 per ounce, platinum anjlok 2,2% ke USD1.936,10, dan paladium ambles 4,2% ke level USD1.359,26.
  • Harga emas di pasar spot merosot 1,4% ke USD4.503,98 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS melorot 1,0% ke USD4.511,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)