Bursa Pagi: Asia Dibuka Menghujau Didukung Ekspor Jepang, IHSG Konsolidasi Berpeluang Menguat
Wednesday, February 18, 2026       08:36 WIB

Bursa Pagi:
  • Bursa Asia dibuka menguat, dipimpin Australia dan Jepang, di tengah libur Imlek; saham National Australia Bank dan BlueScope Steel melonjak signifikan.
  • Ekspor Jepang melejit 16,8% pada Januari, tertinggi sejak November 2022, sementara kepercayaan produsen naik ke level tertinggi tiga bulan.
  • IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif di kisaran 8.150-8.300, dengan sentimen suku bunga Bank Indonesia dan rilis kinerja emiten menjadi perhatian pasar.

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (18/2) dibuka menguat, ketika sebgian besar pasar masih libur merayakan Tahun Baru Imlek.
Bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan menaikan indeks ASX 200, sebesar 0,5% menjadi 9.005, setelah ditutup menguat 0,2% pada sesi perdagangan kemarin. Indeks berlanjut naik 0,36% menjadi 8.991,2 pada pukul 8:25 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang berlanjut meningkat 0,74% (416,09 poin) ke 56.982,58, setelah dibuka dengan melaju sebesar 0,94%.
Laman CNBC melaporkan, saham National Australia Bank (NAB) melesat hingga 5,8% ke level tertinggi sepanjang masa, setelah bank tersebut mencatat kenaikan laba tunai kuartal pertama sebesar 16%, didorong oleh kinerja kuat di segmen bisnis dan kredit pemilikan rumah.
Kenaikan saham NAB mendorong kenaikan 1% sub-indeks keuangan, sehingga berpeluang memutus tren penurunan tiga hari jika momentum saat ini berlanjut.
Sementara itu, saham BlueScope Steel melesat hingga 6% setelah SGH Ltd (SGH) dan Steel Dynamics ( STLD ) yang berbasis di AS menaikkan tawaran pembelian terhadap produsen baja terbesar yang tercatat di Australia tersebut menjadi AUD15 miliar (USD10,63 miliar).
Saham sektor kesehatan melonjak 1,5%, dipimpin oleh CSL. Namun sub-indeks pertambangan melorot 0,7%, tertekan oleh saham produsen emas. Harga emas melemah akibat berkurangnya permintaan aset safe haven seiring meredanya ketegangan geopolitik.
Data ekspor Jepang pada Januari melejit 16,8% secara tahunan, jauh melampaui ekspektasi kenaikan 12%, dan mencatat pertumbuhan tercepat sejak November 2022, berkat lonjakan ekspor ke Asia dan Eropa Barat. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan 5,1% pada Desember.
Kepercayaan produsen Jepang juga meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga bulan pada Februari, didukung oleh pesanan mesin yang lebih kuat dan pelemahan yen, menurut jajak pendapat Reuters Tankan, menjadi sinyal positif bagi ekonomi yang tengah tersendat.
Survei bulanan yang melacak survei tankan Bank of Japan itu menunjukkan indeks sentimen manufaktur naik ke plus 13 pada Februari dari plus 7 pada Januari, level tertinggi sejak November.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan dibuka kembali setelah libur Tahun Baru Imlek dengan berkonsolidasi, setelah mengakhiri sesi perdaganagn pekan lalu, Jumat (13/2) dengan melorot 0,64% ke 8.212,2. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange menguat 0,14% di USD17,82.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berkonsolidasi, masih berpeluang menguat terbatas dengan prospek pergerakan indeks yang masih relatif positif dalam jangka menengah. Pergerakan IHSG pada pekan pendek ini akan dipengaruhi sentimen fundamental dari rilis laporan keuangan tahun 2025.
Secara teknikal indeks berpotesi bergerak dalam rentang support 8.150 dan resistance 8.300. Indikator MACD menunjukkan tren penguatan.
Analis Indo Premier berpendapat, pekan ini, investor domestik akan mencermati keputusan suku bunga Bank Indonesia pada Kamis (19/02) pasca gejolak MSCI yang mentrigger  sell-off  investor asing dan menekan Rupiah.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat tipis setelah bangkit dari tekanan awal sesi. Pemulihan saham teknologi serta kenaikan sektor keuangan membantu menopang indeks utama. Saham Goldman Sachs dan JPMorgan Chase membantu mengangkat Dow Jones setelah sempat turun 0,7% di awal sesi. Pasar menanti data inflasi PCE dengan peluang 63% pemangkasan suku bunga The Fed pada Juni.
Sektor teknologi sempat anjlok 1,5%, namun ditutup berbalik naik 0,5%. Lompatan Nvidia dan Apple mengimbangi penurunan Microsoft dan Oracle. Tapi indeks perangkat lunak S&P 500 anjlok 1,6%. Saham Intuit dan Cadence Design ambles lebih dari 5%. Sektor  consumer staples  berkinerja terburuk anjlok 1,5%, terseret kejatuhan General Mills (-7%). Saham Norwegian Cruise Line dan Fiserv melejit 12,1% dan 6,9%. Masimo melambung 34,2%.
  • Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,07% di 49.533,19.
  • S&P 500 menguat 0,10% (7,05 poin) menjadi 6.843,22.
  • Nasdaq Composite bertambah 0,14% (31,71 poin) di 22.578,38.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat ditopang sektor keuangan dan kesehatan. Pasar mencermati negosiasi nuklir Iran-AS. dan perundingan damai Ukraina-Rusia di Jenewa. Teheran menyatakan AS dan Iran mencapai kesepahaman prinsip-prinsip utama pembicaraan tidak langsung terkait nuklir. Perundingan damai Ukraina-Rusia dimulai di Jenewa, dengan fokus pada isu penguasaan wilayah.
Indeks STOXX 600 naik 0,45% menjadi 621,29. Saham perbankan dan kesehatan melonjak 1,3% dan 1,4%. Properti melompat 1,8%. Saham sektor pertahanan dan energi melemah 0,2% dan 0,6%. Sektor bahan baku dasar anjlok 1,6%. Harga minyak dan logam melemah. Saham media, asuransi, dan teknologi melaju antara 0,8% hingga 0,9%.Saham Antofagasta drop 3,4%, Avolta meloncat 5%. BFF Bank terjungkal 11,8%.
  • DAX Jerman meningkat 0,8% (197,49 poin) ke 24.998,40.
  • FTSE 100 Inggris meningkat 0,79% (82,84 poin) ke 10.556,17.
  • CAC Prancis naik 0,54% (44,96 poin) menjadi 8.361,46.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat tipis di tengah ketidakpastian pembicaraan nuklir AS-Iran. Imbal hasil US Treasury 10 tahun turun ke 4,054% seiring meningkatnya permintaan aset aman. Pelaku pasar juga mulai mengambil posisi menjelang rilis risalah rapat terakhir The Fed serta sejumlah data ekonomi sepanjang pekan ini.
Indeks dollar AS (DXY) naik tipis 0,05% di 97,15. Dolar menguat terhadap franc Swiss. Euro dan yen menguat tipis. Poundsterling turunakibat kenaikan jumlah pengangguran di Inggris dan ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank of England. Dolar melemah terhadap dolar Australia namun menguat terhadap yuan.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1856

0.00

0.01%

6:12 PM

Yen (USD-JPY)

153.25

0.06

0.04%

6:13 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3569

0.00

0.01%

6:13 PM

Rupiah (USD-IDR)

16,837

13.00

0.08%

2:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.9048

0.00

0.05%

02/13/2026

Sumber : Bloomberg.com, 17/2/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melemah sekitar 2% di tengah harapan meredanya tensi AS-Iran. Kedua pihak dikabarkan mencapai kesepahaman awal pembicaraan nuklir di Jenewa. Perundingan berlangsung di tengah peningkatan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah. Teheran menegaskan bahwa setiap upaya AS untuk menggulingkan pemerintahan akan gagal.
Pasar menyoroti potensi gangguan di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima jumlah konsumsi minyak global. Iran sempat menutip selat itu selama beberapa jam. Tekanan tambahan datang dari kenaikan produksi Kazakhstan serta peluang kembalinya pasokan Rusia jika sanksi dicabut. Gedung Putih mendorong Kyiv untuk segera mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik yang berlangsung selama empat tahun.
  • Harga Brent berjangka anjlok USD1,23 (-1,8%) ke USD67,42 per barel.
  • HargaWTI berjangka merosot 56 sen (0,9%) ke USD62,33 per barel

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi juga ditutup turun tajam lebih dari 2% akibat meredanya permintaan  safe-haven  dan penguatan dolar AS. Sentimen negatif terhadap emas dipicu kemajuan pembicaraan nuklir AS-Iran dan perundingan damai Rusia-Ukraina di Jenewa. Pasar kini menanti risalah rapat Federal Reserve dan data PCE untuk mencari arah kebijakan suku bunga.
Pergerakan harga emas juga dipengaruhi rendahnya aktivitas perdagangan karena sejumlah pasar Asia tutup karena libur Tahun Baru Imlek, termasuk China, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, dan Singapura. Harga logam mulia lainny; perak spot ambles 4,1% ke USD73,47 per ounce, platinum anjlok 1,3% ke USD2.017,06, paladium drop 3,1% ke USD1.670,25.
  • Harga emas di pasar spot anjlok 2,2% ke USD4.884,46 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS ambles 2,8% ke USD4.905,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

berita terbaru