- Bursa Asia dibuka menguat, didukung pelemahan harga minyak sekitar 1% dan optimisme pertemuan AS-Iran;Kospi dan ASX 200 naik.
- IHSG masih berisiko melemah namun berpeluang technical rebound ke 6.300-6.320, setelah kemarin anjlok 1,7% ke 6.277,04.
- Secara teknikal, pola rising wedge mengindikasikan risiko koreksi lanjutan menuju 6.175, sementara net sell asing Rp672 miliar menjadi tekanan tambahan.
Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (23/9) dibuka menguat, di tengah pelemahan harga minyak.
Laman CNBC melaporkan Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa pejabat Amerika Serikat dan Iran telah bertemu selama tiga jam dalam rangkaian Sidang Majelis Umum PBB di New York. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai "pertemuan yang sangat baik."
Sebelumnya, dalam pidatonya di PBB, Trump mengatakan dirinya menghadapi "keputusan besar" terkait apakah akan mencapai kesepakatan dengan Teheran atau "melenyapkan" negara tersebut.
Harga minyak sedikit melemah, dengan Brent dan West Texas Intermediate (WTI) masing-masing turun sekitar 1% sepanjang sesi perdagangan.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,34%. Indeks berlanjut naik tipis 0,01% di posisi 8,759,10 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Kospi Korea Selatan bergerak meningkat 0,84% ke 7.077,09, setelah dibuka melonjak 1,79%, indeks Kosdaq melaju 0,84%.
Pasar saham Jepang ditutup karena libur nasional.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.133, dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.087,75.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berisiko melemah namun berpotensi berbalik menguat, setelah ditutup anjlok 1,7% ke 6.277,04 pada sesi perdagangan kemarin. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange drop 1,62% ke level USD12,16.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi mengalami technical rebound singkat dibayangi net sell asing yang mencapai Rp672 miliar pada sesi perdagangan kemarin.
Secara teknikal, IHSG berpotensi short term technical rebound ke atas 6.300-6.320, namun berisiko terkoreksi lebih lanjut jika gagal mendekati 6.350.
Analis Indo Premier berpendapat, penurunan IHSG dan rupiah pada Selasa kemarin, merupakan kinerja terlemah di antara pasar saham dan mata uang negara berkembang Asia-Pasifik.
Secara teknikal, IHSG kini mengonfirmasi pola rising wedge , dengan target penurunan berikutnya di level Fibonacci retracement 38,2% pada 6.175, yang juga bertepatan dengan area lower gap yang terbentuk pada Juli.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir variatif. Nasdaq mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Harga minyak bergerak di sekitar USD100 per barel, sementara imbal hasil US Treasury 10 tahun berada di 4,94%. Investor menanti pertemuan presiden AS-China terkait perdagangan dan pembahasan regulasi AI. Pidato Trump di Sidang PBB mengancam akan "melenyapkan Republik Islam Iran" jika tidak tercapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir turun, dipimpin sektor keuangan (-1,68%), diikuti sektor jasa komunikasi (-0,8%). JPMorgan Chase dan Wells Fargo anjlok lebih dari 3%. Saham chip menguat dipimpin Micron Technology (+5%) dan Sandisk (+7%). Peluncuran asisten AI Muse milik Meta Platforms menekan Uber dan Lyft (-1%), Charles Schwab (-6,1%), dan Airbnb (-3%).
- Nasdaq Composite naik 0,45% menjadi 27.244,28.
- S&P 500 turun tipis 0,06 poin di 7.764,64.
- Dow Jones Industrial Average turun 0,36% menjadi 51.863,69.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir menguat tipis. Harapan terobosan diplomatik dan laporan bahwa Iran menawarkan pembukaan Selat Hormuz mendorong harga minyak ke level terendah dalam dua pekan. Investor menantikan pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping terkait perpanjangan gencatan perang dagang serta kerja sama AI. Pidato Trump di PBB, menyerukan isolasi ekonomi total terhadap Iran.
Indeks STOXX 600 menguat 0,13% di 642,78, didukung harapan terobosan diplomatik AS-Iran. Sebagian besar sektor menguat. Saham ritel memimpin kenaikan. Kingfisher melejit 12,4%. Saham teknologi melaju 1,5%. Sektor energi Eropa menguat 0,2%. Namun sektor perbankan dan telekomunikasi anjlok 1% dan 2,1%. Ericsson terperosok 3,8%. Smiths Group melesat 7,5%
- DAX Jerman naik tipis 0,02% di 25.578,85.
- FTSE 100 Inggris menguat 0,29% menjadi 10.708,33.
- CAC 40 Prancis bertambah 0,20% menjadi 8.154,91.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York dini hari tadi berakhir menguat. Investor mencermati risiko inflasi akibat konflik Iran dan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan oleh The Fed. Optimisme negosiasi AS-Iran sempat menekan minyak di bawah USD100 per barel, tetapi pernyataan Trump kembali memicu ketidakpastian.
Indeks Dolar AS (DXY) menguat 0,17% ke 100,59 setelah sempat mencapai level tertinggi dua bulan di tengah volatilitas harga minyak. Peluang kenaikan suku bunga minimal 25 bps pada Oktober turun menjadi 55,4% dari 57,6%. Euro dan poundsterlin melemah. Yen tetap tertekan meski BOJ menaikkan suku bunga pekan lalu, seiring kekhawatiran pengetatan lanjutan yang lebih lambat.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1447 | 0.00 | 0.02% | 7:26 PM |
Yen (USD-JPY) | 157.47 | 0.08 | 0.05% | 7:26 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3344 | 0.00 | 0.02% | 7:26 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 17,884 | 37.00 | 0.21% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.6996 | 0.01 | 0.08% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 22/9/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melemah, dipicu oleh kembali beroperasinya East-West Pipeline Arab Saudi dan meningkatnya arus kapal melalui Selat Hormuz. Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari jika AS mengurangi tekanan militer dan mencabut blokade pelabuhan. Namun, pernyataan Trump bahwa kesepakatan damai baru mungkin tercapai setelah pemilu paruh waktu AS membatasi penurunan harga.
Aliran minyak Saudi melalui Selat Hormuz naik menjadi 2,9 juta bph dalam enam hari terakhir, dari 700.000 bph pada Agustus. Saudi Aramco dilaporkan memuat sekitar 14 juta barel minyak mentah ke tujuh kapal VLCC di kawasan Teluk. Analis menilai ruang penurunan harga minyak masih terbatas hingga pasokan melalui Selat Hormuz pulih, terutama untuk produk olahan.
Harga Brent berjangka melorot 1,09% ke USD99,25 per barel.
Harga WTI berjangka merosot 1,24% ke USD94,99 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi berakhir menurun tipis. Pasar semakin memperhitungkan kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat hingga akhir tahun. Investor juga terus mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Pelaku pasar kini melihat peluang sekitar 90% bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember.
Presiden The Fed Bank St Louis dan Presiden The Fed Bank Chicago mengisyaratkan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk menekan inflasi. Lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat. Harga logam mulia lainnya; perak spot stabil di USD66,04 per ounce, platinum melaju 1% ke USD1.816,22, dan paladium melorot 0,7% ke USD1.291,69 per ons.
- Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD4.336,21 per ounce.
- Harga emas berjangka AS susut 0,2% menjadi USD4.376,40 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)