Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat dalam Suasana Libur, IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas
Monday, April 06, 2026       08:13 WIB
  • Bursa Asia menguat terbatas di tengah suasan libur di kawasan dan fokus pada konflik Timur Tengah.
  • Ancaman Donald Trump terhadap Iran mendorong kenaikan harga minyak global.
  • IHSG diperkirakan masih melemah terbatas dan bergerak  sideways  di tengah sentimen global.

Ipotnews - Bursa saham Asia membuka sesi perdagangan pekan ini, Senin (6/4), dengan menguat. Banyak pasar Asia tutup pada Senin karena libur, termasuk Australia, Selandia Baru, dan Hong Kong yang merayakan Paskah, serta China daratan dan Taiwan yang memperingati Festival Qingming.
Investor mencermati perkembangan terbaru konflik Timur Tengah selama akhir pekan.
Laman CNBC melaporkan, Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur sipil Iran mulai Selasa, jika Teheran tidak sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz.
Dalam unggahan media sosial, Trump berjanji akan membawa "neraka" ke Iran setelah pasukan AS menyelamatkan seorang penerbang Amerika di Iran pekan lalu. Ia menyebut tenggat waktu "Selasa pukul 20.00 waktu Timur", tanpa penjelasan rinci.
Iran menolak ultimatum tersebut dan menyatakan Selat Hormuz hanya akan dibuka penuh setelah kerusakan akibat perang dikompensasi. Teheran juga melanjutkan serangan terhadap target ekonomi dan infrastruktur di kawasan Teluk, termasuk markas minyak Kuwait.
Harga minyak AS jenis WTI untuk Mei naik 2,57% menjadi USD114,11 per barel, sementara Brent menguat 2,62% ke USD111,65 per barel.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks Kospi, Korea Selatan sebesar 1,8% dan Kosdaq 0,98%. Kospi berlanjut melaju 1,43% ke 5.454,29 pada pukul 8:00 WIB.
Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 Jepang meningkat 0,84% ke 53.567,44, setelah dibuka naik 0,62% dan Topix menguat 0,23%.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan masih akan menghadapi tekanan setelah mengalami tekanan jual yang cukup panjang. IHSG ditutup anjlok 2,19% ke llevel 7.026,78 pada Kamis pekan lalu. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange anjlok 1,52% ke level USD15,54.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Selama sentimen global belum kondusif, IHSG kemungkinan masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah
Secara teknikal indeks berada dalam fase  sideways  setelah mengalami tekanan jual yang cukup panjang. Support kuat di level 7.000 dan resistance di kisaran 7.100 hingga 7.200. Jika level tersebut ditembus, IHSG berpotensi menguji level 6.800.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri perdagangan pekan lalu, Kamis (2/4), dengan bervariasi, seiring meredanya tensi geopolitik menjelang libur Jumat Agung. Sentimen membaik usai sinyal diplomatik Iran yang menyatakan tengah menyusun protokol bersama Oman untuk mengelola lalu lintas di Selat Hormuz. Inggris juga mengungkapkan bahwa puluhan negara sedang berdiskusi untuk mengakhiri krisis.
Volatilitas pasar turun, indeks CBOE VIX anjlok 2,73% ke 23,87. Sektor utilitas naik 0,6%. Saham properti melaju 1,5%. Sebaliknya, sektor konsumen diskresioner merosot 1,5%.Tesla ambles 5,4%. Secara mingguan, S&P 500 dan Nasdaq Composite meloncat 3,36% dan 4,44%, Dow Jones Industrial Average melonjak. Indeks saham berkapitalisasi kecil, Russell 2000 melompat 3,19%.
  • Dow Jones Industrial Average turun 0,13% di 46.504,67.
  • S&P 500 menguat 0,11% di posisi 6.582,69.
  • Nasdaq Composite bertambah 0,18% menjadi 21.879,18.

Bursa saham utama Eropa menutup perdagangan pekan lalu, Kamis (2/4) dengan sedikit melemah, setelah sempat turun tajam di awal sesi. Harapan pembukaan kembali Selat Hormuz membantu meredam penurunan. Namun sentimen pasar masih terganggu ancaman Donald Trump terkait serangan lanjutan ke Iran. Fokus investor bergeser dari inflasi ke risiko perlambatan ekonomi global.
Indeks STOXX 600 melemah 0,18% menjadi 596,63. Saham perbankan drop 1,1%, menjadi salah satu penekan utama indeks. Saham teknologi Eropa merosot 1%, sementara sektor pertambangan melorot 0,9%. Saham Stellantis melambung 4,1%. Perdagangan relatif sepi memasuki libur Paskah.
  • DAX Jerman turun 0,56% menjadi 23.168,08.
  • CAC Pransis menyusut 0,24% di posisi 7.962,39.
  • FTSE 100 Inggris meningkat 0,69% ke 10.436,29.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia pada Kamis lalu ditutup menguat di tengah meningkatnya permintaan aset  safe-haven  seiring kekhawatiran eskalasi konflik .  Trump menegaskan akan melakukan serangan lebih agresif terhadap Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Militer Iran merespons dengan memperingatkan akan adanya ancaman serangan yang "lebih menghancurkan, luas, dan destruktif."
Harga minyak melonjak tajam akibat risiko gangguan pasokan global. Fokus pasar beralih ke data tenaga kerja AS untuk arah kebijakan suku bunga. Euro dan poundsterling melemah, mencerminkan tekanan pada mata uang utama global. Dolar mendekati level 159,57 terhadap yen, menuju ambang psikologis 160 yang sering memicu intervensi oleh otoritas Jepang. Indeks Dolar (DXY) naik 0,46% menjadi 100,02.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1519

0.00

0.17%

04/03/2026

Yen (USD-JPY)

159.67

0.07

0.04%

04/03/2026

Poundsterling (GBP-USD)

1.3202

0.00

0.19%

04/03/2026

Rupiah (USD-IDR)

16,980

22.00

0.13%

04/03/2026

Yuan (USD-CNY)

6.8822

0.00

0.05%

04/03/2026

Sumber : Bloomberg.com
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea Kamis lalu ditutup melonjak tajam, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik Iran. Pernyataan Trump tentang eskalasi serangan dan ancaman pembalasan Iran, mendorong lonjakan harga. Di sisi lain, Iran dilaporkan tengah menyusun protokol bersama Oman untuk memantau lalu lintas di Selat Hormuz.
Serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia dilaporkan telah mengurangi kapasitas ekspor hingga sekitar 20% dari total kapasitas. Meski naik, harga masih di bawah puncak awal konflik di sekitar USD120 per barel. Upaya diplomatik dan rencana peningkatan produksi OPEC + meredakan tekanan. Sejumlah lembaga keuangan besar memperkirakan harga minyak masih berpotensi naik ke kisaran USD120-130, bahkan mencapai USD150 per barel jika Selat Hormuz tetap tertutup hingga pertengahan Mei.
  • Harga Brent berjangka melesat 7,78% ke USD109,03 per barel.
  • Harga WTI berjangka melejit 11,41% ke USD111,54 per barel

Harga emas menutup sesi perdagangan Kamis (2/4), dengan melemah, tertekan penguatan dolar AS dan harga minyak. Pernyataan Trump tentang eskalasi serangan terhadap Iran, memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi suku bunga lebih tinggi. Sentimen pasar juga tertekan oleh kabar bahwa cadangan emas bank sentral Turki turun 69,1 metrik ton menjadi 702,5 ton pekan lalu, turun lebih dari 118 ton dalam dua pekan terakhir.
Di Asia, emas diperdagangkan dengan premi di India, karena harga yang lebih rendah mendorong permintaan. Premi di China sedikit menurun karena pembeli menunggu koreksi harga yang lebih dalam.Harga emas spot telah turun 13% sejak konflik Iran dimulai pada 28 Februari. Harga logam berharga lainnya; perak terperosok 3,82% ke USD73,17 per ounce, paladium melaju 1,39% ke USD1.515, dan platinum naik 0,51% menjadi USD2.000.
  • Harga emas di pasar spot drop 3,6% ke USD4.587,55 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS anjlok 2,7% ke USD4.679,70 pr ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

berita terbaru
Monday, Apr 13, 2026 - 16:41 WIB
Kepemilikan Saham 31 Maret 2026 DILD
Monday, Apr 13, 2026 - 16:35 WIB
Hasil RUPS Luar Biasa April 2026 HERO
Monday, Apr 13, 2026 - 16:24 WIB
Kepemilikan Saham 31 Maret 2026 BATA
Monday, Apr 13, 2026 - 16:23 WIB
Kepemilikan Saham 31 Maret 2026 HEAL
Monday, Apr 13, 2026 - 16:18 WIB
Kepemilikan Saham 31 Maret 2026 TIRT
Monday, Apr 13, 2026 - 16:13 WIB
Kepemilikan Saham 31 Maret 2026 IATA
Monday, Apr 13, 2026 - 16:13 WIB
Kepemilikan Saham 31 Maret 2026 VIVA