- Bursa Asia dibuka melemah, tertekan kenaikan imbal hasil US Treasury dan harga minyak di atas USD100 per barel.
- ASX 200, Kospi, Nikkei 225, dan Hang Seng futures bergerak turun di tengah eskalasi konflik AS-Iran.
- IHSG berpeluang konsolidasi untuk kembali menguji 6.700, dengan support 6.600 dan resistance 6.750.
Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (10/9), dibuka melemah melanjutkan tren pelemahan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street.
Laman CNBC melaporkan, kenaikan imbal hasil US Treasury terus menekan pasar saham AS. Departemen Keuangan AS mengatakan akan membeli kembali obligasi jangka panjang hingga USD6 miliar, atau tiga kali lipat dari jumlah biasanya. Imbal hasil US Treasury 10 tahun naik ke level tertinggi sesi 4,857%, sekaligus menjadi level tertinggi sejak November 2023.
Kenaikan harga minyak di tengah eskalasi ketegangan antara AS dan Iran juga membebani indeks saham. Kontrak berjangka minyak mentah Brent melonjak 3,4% ke USD101,21 per barel, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat 3,3% ke USD96,05 per barel. Keduanya mencatat harga penutupan tertinggi sejak Mei.
Perdagangan saham pagi ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 Australia sebesar 1,36%. Saham-saham berkapitalisasi besar Rio Tinto dan BHP Group anjlok 2,93% dan 2,52%. Indeks berlanjut anjlok 1,73% ke 8.757,20 pada pukul 8:20 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka melemah 0,24%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq merosot 0,83%. Kospi berlanjut drop 1,54% ke posisi 6.943,29.
Pada jam yang sama Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 1,18% ke level 64.374,16, setelah dibuka melorot 0,62%, sementara Topix turun 0,56%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 24.982, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.274,96.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berpeluang menguat setelah melemah 0,12% menjadi ke 6.678 pada sesi perdagangan kemarin. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange turun 0,57% menjadi USD13,13.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih bergerak konsolidasi untuk kembali menembus 6.700. Secara teknikal indeks mengalami rejection di level psikologis 6.700 pada sesi perdagangan kemarin tertekan aksi profit taking . Level support terdekat IHSG berada di 6.600, sedangkan resistance berada di 6.750.
Analis Indo Premier berpendapat, IHSG turun seiring kenaikan harga minyak yang memicu sentimen risk-off terbatas pada sesi perdagangan kemarin. Secara teknikal, IHSG masih mengalami pullback jangka pendek setelah berada dalam kondisi overbought . Level support penting berada di 6.521 atau EMA20, yang sebelumnya mampu menahan koreksi serupa.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah, tertekan lonjakan harga minyak Brent ke atas USD100 per barel. Harga minyak dan eskalasi konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi dan gangguan pasokan global. Imbal hasil US Treasury 10 tahun naik ke level tertinggi sejak November 2023, membuat saham relatif kurang menarik. Investor menunggu rilis data PPI dan CPI AS untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed, dengan peluang kenaikan sekitar 60%.
Sektor energi melaju 1,1% menjadi satu-satunya sektor S&P 500 yang menguat. Saham Meta Platforms meloncat lebih dari 6%, setelah meluncurkan asisten AI untuk sejumlah tugas secara mandiri. Sebaliknya, Alphabet anjlok 2,3%. Apple turun 0,3%. Indeks Philadelphia Semiconductor naik 0,37%. Advanced Micro Devices (AMD) melompat 3%. Saham produsen bahan kimia Dow turun 0,6%
- S&P 500 terkoreksi 0,48% menjadi 7.636,36.
- Nasdaq Composite turun 0,64% ke 26.253,34.
- Dow Jones Industrial Average melorot 0,77% ke 52.380,66.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup anjlok ke level terendah sejak akhir Juli setelah harga minyak Brent menembus USD100 per barel. Eskalasi konflik AS-Iran meningkatkan risiko gangguan pasokan energi, ekspektasi inflasi, risiko kenaikan suku bunga, dan imbal hasil obligasi pemerintah, serta menekan minat investor terhadap aset berisiko. Investor menanti keputusan ECB. Pelaku pasar memperhitungkan dua kali kenaikan suku bunga pada 2026, mencapai 3,1% di akhir 2027.
Indeks STOXX 600 drop 1,41% ke 640,41. Sektor energi naik 0,3% menjadi satu-satunya sektor yang menguat. Bursa Finlandia juga menjadi pengecualian, meningkat 0,8%. Saham Fortum melonjak 15,8% setelah menandatangani kesepakatan listrik dengan Google. Saham Inditex anjlok 3,6% setelah laba kuartal II di bawah ekspektasi, sementara Auto1 Group turun 6,4%.
- DAX Jerman drop 1,66% ke 25.576,45.
- FTSE 100 merosot 1,31% ke 10.670,06
- CAC 40 anjlok 1,94% ke 8.156,67.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia pagi tadi ditutup sedikit melemah, mendekati level terendah tujuh bulan terhadap yen. Kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga The Fed. Dolar mengurangi pelemahannya setelah Departemen Keuangan AS mengatakan akan melipatgandakan besaran buyback obligasi jangka panjang hingga USD6 miliar.
Indeks Dolar AS (DXY) turun tipis 0,03% di 98,817. Yen telah menguat sekitar 4% sepanjang September, didukung ekspektasi pengetatan kebijakan Bank of Japan dan tekanan dari AS. BoJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga 25 bps pada rapat pekan depan. I nvestor menunggu sinyal hawkish dari Gubernur BoJ. Penguatan yen berpotensi menekan strategi carry trade. Euro, dan dolar Australia juga menguat.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1637 | 0.00 | 0.03% | 7:20 PM |
Yen (USD-JPY) | 153.35 | 0.21 | 0.14% | 7:21 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.1637 | 0.00 | 0.03% | 7:20 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 17,511 | 121.00 | 0.69% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.7067 | 0.00 | 0.03% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 9/9/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melonjak tajam menembus USD100 per barel, tertinggi sejak 22 Mei, akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan energi Timur Tengah. Iran menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz dan fasilitas energi Arab Saudi, sementara AS menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran. Rrisiko konflik meluas serta mengganggu jalur alternatif Laut Merah.
Arus pelayaran di Selat Hormuz merosot tajam, aliran minyak turun dari 8-9 juta barel menjadi kurang dari 2 juta bph. Pasar minyak diperkirakan semakin ketat jika serangan berlanjut dan aktivitas pemindahan minyak antarkapal di Teluk Oman ikut terganggu. EIA menaikkan proyeksi harga minyak 2026 dan 2027. Harga minyak mentah fisik dan produk olahan seperti bensin serta diesel juga telah berada di atas level setara USD100 per barel.
- Harga Brent berjangka melompat 3,4% ke USD101,21 per barel.
- Harga WTI berjangka melonjak 3,25% ke USD96,05 per barel
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi berakhir naik lebih dari 1%, didukung pelemahan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian akibat lonjakan harga minyak. Harga minyak yang menembus USD100 meningkatkan kekhawatiran inflasi dan prospek suku bunga global. Imbal hasil US Treasury 10 tahun sempat melonjak ke level tertinggi sejak November 2023 sebelum kembali mereda. Investor menanti rilis data PPI dan CPI AS untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed pekan depan.
World Platinum Investment Council ( WPIC ) memperkirakan pasar platinum global akan mengalami surplus pada tahun ini untuk pertama kalinya sejak 2022. Surplus tersebut dipicu oleh melemahnya permintaan investasi dan perhiasan. Harga logam mulia lainnya; perak spot melompat 3,3% ke USD67,91 per ounce, platinum meloncat 5,1% ke posisi USD1.906,20, dan paladium melaju 1,2% ke USD1.365,50.
- Harga emas di pasar spot melaju 1,4% ke USD4.414,30 per ounce.
- Harga emas berjangka AS naik 0,5% menjadi USD4.458,80 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)