Bursa Pagi: Asia Dibuka Turun, Aksi Jual Asing Adang Peluang Naik IHSG
Tuesday, July 28, 2026       08:35 WIB
  • Bursa Asia dibuka melemah dipimpin anjloknya Kospi, di tengah penantian keputusan suku bunga The Fed dan perkembangan konflik AS-Iran.
  • Saham semikonduktor Korea Selatan dan Jepang merosot tajam.
  • IHSG diperkirakan masih rentan terkoreksi meski berpeluang menguji level 6.220.

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa 28/7, dibuka melemah. Tekanan di pasar mencerminkan ketidakpastian bagi pasar saham pada pekan ini.
Federal Reserve dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga, Rabu di AS. Investor memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada rapat Juli, namun akan mencermati petunjuk yang lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter ke depan.
Sementara itu, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran untuk sementara mereda, seiring upaya para diplomat memberikan "ruang" bagi perundingan damai. Perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Kedua pemimpin diperkirakan akan membahas isu Iran sebagai agenda utama. "Tujuan kami jelas: menjaga keamanan Israel, memperkuat kekuatannya, dan memperluas lingkaran perdamaian di sekitar kami," tulis Netanyahu melalui unggahan di platform X.
Laman CNBC melaporkan, Otoritas Bursa Korea mengaktifkan mekanisme sell-side sidecar pada indeks Kospi, pagi ini yang menghentikan sementara program perdagangan setelah saham-saham Korea Selatan merosot tajam. Indeks berjangka Kospi 200 turun 5% atau lebih selama sedikitnya satu menit, sehingga progam perdagangan dihentikan selama lima menit.
Harga saham-saham semi konduktor Korea Selatan dan Jepang berguguran. Saham SK Hynix dan Samsung Electronics rontok 10% dan 8%. Tokyo Electron dan Advantest terjungkal 9% dan 8%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,38%. Indeks berlanjut turun 0,22% menjadi 8.874,30.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka ambles 5,93%, sementara Kosdaq terperosok 3,63%. Kospi berlanjut menukik turun 7,45% ke level 6.252,69.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang terperosok 4,18% ke posisi 62.217,09, setelah dibuka melorot 0,65% dan Topix turun 0,63%.
Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 25.299, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir indeks Hang Seng di 25.207,18.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih rentan terkoreksi, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan melemah 0,17% menjadi 6.185. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange merosot 0,98% ke USD12,14.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih dibayangi tekanan jual investor asing, namun berpeluang menguat di tengah penurunan harga minyak. Secara teknikel indeks berpeluang menguji level  resistance  di 6.220 namun rentang terkoreksi ke bawha 6.150.
Analis Indo Premier berpendapat, Investor mencermati perkembangan domestik setelah pengunduran diri mendadak Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dengan disertai kekhawatiran mengenai independensi Bank Indonesia. Hingga proses penunjukan gubernur baru selesai dan independensi pemimpin Bank Indonesia berikutnya menjadi lebih jelas, volatilitas aset-aset berdenominasi rupiah diperkirakan tetap tinggi.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir variatif, jelang laporan keuangan emiten teknologi dan keputusan suku bunga The Fed. Investor menunggu rilis kinerja Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple. Pelaku pasar juga menunggu data inflasi PCE yang akan memengaruhi arah kebijakan suku bunga. Kekhawatiran biaya investasi AI dan prospek suku bunga masih membayangi sentimen. Harga minyak turun setelah muncul harapan kesepakatan damai AS-Iran, menekan saham energi.
Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 menguat, dipimpin sektor  consumer staples ( +1,58% )  dan teknologi informasi (+1,25%). Saham Walmart (+2,1%), Microsoft (+1,9%), dan Johnson & Johnson (+1%) menopang penguatan S&P 500. Indeks saham semikonduktor PHLX anjlok 2,2%. Kejatuhan harga minyak menekan saham sektor energi. Occidental Petroleum dan Exxon Mobil terperosok 4,1% dan 1,4%.
  • S&P 500 naik tipis 0,02% di posisi 7.413,18.
  • Dow Jones Industrial Average naik 0,51% ke 52.210,08.
  • Nasdaq Composite melemah 0,18% menjadi 24.932,08.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup nyaris stagnan. Pelemahan saham teknologi menekan pasar. Investor menanti keputusan suku bunga The Fed pekan ini, dan laporan keuangan Microsoft, Meta, Amazon, serta Apple. Harga minyak Brent turun tajam, ambles 7,2%.
Indeks STOXX 600 naik tipis 0,02% di 644,62. Sektor teknologi anjlok 1,7%. Saham ASML (-8,4%), ASM International (-7,1%), dan BE Semiconductor Industries (-9,7%) berguguran akibat meningkatnya persaingan teknologi chip China. Saham sektor perjalanan dan rekreasi melonjak 2%. Lufthansa, International Airlines Group (IAG), dan Ryanair melaju lebih 1%. Sebaliknya, saham sektor energi anjlok 2%. AstraZeneca (+1,7%) dan Vodafone (+4,9%) menguat berkat kinerja positif.
  • DAX Jerman melaju 1,04% ke 25.361,03.
  • FTSE 100 Inggris naik 0,42% menjadi 10.781,75.
  • CAC Prancis bertambah 0,40% menjadi 8.406,06.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia pagi tadi berakhir cenderung datar, di tengah meredanya konflik AS-Iran. Turunnya harga minyak meningkatkan minat investor pada aset berisiko. Pelemahan dolar tertahan karena imbal hasil US Treasury masih relatif kuat. Pelaku pasar menanti keputusan suku bunga Federal Reserve pekan ini. Investor juga mencermati data PDB AS dan inflasi inti Core PCE.
Dolar AS melemah terhadap euro dan yen. Poundsterling melemah jelang rapat Bank of England. BoE dan Bank of Japan diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya, namun tetap bersikap waspada terhadap risiko inflasi yang masih tinggi. Yen bertahan dekat level terlemah. Indeks Dolar AS (DXY) naik tipis 0,07% di 101,54.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1370

0.00

0.01%

7:30 PM

Yen (USD-JPY)

163.74

0.01

0.01%

7:30 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3290

0.00

0.01%

7:30 PM

Rupiah (USD-IDR)

18009

46.00

0.26%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.7651

0.01

0.11%

2:27 PM

Sumber : Bloomberg.com, 27/7/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup terpuruk ke level terendah dalam lebih dari sepekan. Harapan solusi diplomatik AS-Iran dan penghentian sementara serangan AS memicu optimisme pemulihan pelayaran di Selat Hormuz. Trump mengatakan Washington sedang melakukan "pembicaraan yang baik" dengan Iran dan melihat peluang tercapainya kesepakatan
Namun ia mengancam akan mengambil "tindakan militer yang kuat" apabila gagal membuahkan hasil. Meski begitu, gangguan pasokan minyak di Timur Tengah masih terus berlangsung. Arus minyak melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah sebelum konflik. Analis menilai pasar terlalu optimistis karena belum ada kesepakatan resmi AS-Iran. Pemulihan operasi terminal ekspor Kazakhstan berpotensi meningkatkan pasokan global.
  • Harga Brent berjangka terjungkal 8,7% ke USD88,36 per barel.
  • Harga WTI berjangka terjerembab 7,5% ke USD82,61 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup menguat, di tengah penurunan tajam harga minyak dunia. Meredanya ketegangan AS-Iran menekan harga minyak, mengurangi kekhawatiran inflasi global, sehingga memperkuat ekspektasi suku bunga tidak akan naik agresif. Investor menanti keputusan suku bunga The Fed dan rilis data inflasi PCE AS, Rabu dan Kamis di AS.
Data Impor bersih emas China melalui Hong Kong sepanjang Juni meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Namun, volumenya turun lebih dari 5% dibandingkan Mei. Harga logam mulia lainnya; perak spot naik 0,5% menjadi USD58,44 per ounce, platinum melonjak 2% ke USD1.620,34, dan paladium meloncat 3,5% ke USD1.286,25.
  • Harga emas spot naik 0,5% menjadi USD4.074,22 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS menguat 0,2% di USD4.077,00 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)