- Bursa Asia dibuka bervariasi, dipengaruhi negosiasi AS-Iran terkait Selat Hormuz.
- Indeks regional bergerak campuran: Nikkei 225 dan ASX 200 melemah, sementara Kospi menguat tipis.
- IHSG diperkirakan sideways cenderung melemah, dengan risiko uji level 7.000.
Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (28/4), dibuka bervariasi. Investor mencermati perkembangan negosiasi antara ASmerika Serikat dan Iran.
Laman CNBC melaporkan, Presiden AS Donald Trump dan tim keamanan nasionalnya tengah membahas tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, dengan syarat AS mencabut blokade dan mengakhiri konflik, menurut juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt.
Namun, belum jelas apakah Trump - yang menyatakan pelonggaran sanksi hanya akan diberikan jika kesepakatan "100% selesai" - bersedia mempertimbangkan proposal tersebut sebagai jalan menuju deeskalasi konflik yang telah berlangsung dua bulan.
Leavitt mengonfirmasi bahwa presiden telah bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pada Senin pagi, saat ditanya mengenai laporan tersebut dalam konferensi pers.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatka penurunan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,58%. Indeks berlanjut melorot 0,65% ke 8.709,80 pada pukul 8:20 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,1%, sedangkan Kosdaq merosot 0,92%. Kospi berlanjut melaju 1,12% ke posisi 6.69,37.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak melorot 0,55% ke 60.205,90, setelah dibuka turun 0,49%, namun Topix menguat 0,23%.
Kontrak berjangka Hang Seng Index Hong Kong berada di bawah penutupan sebelumnya.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih akan bergerak mixed di tengah berlanjutnya tekanan koreksi, setelah itutup turun 0,32% ke 7.106 pada sesi perdagagan kemarin. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melorot 0,85% ke USD15,23.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi sideways rawan terkoraksi, menguji level di kisaran 7.000. Secara teknikal MACD IHSG sudah membentuk Death Cross dan Stochastic RSI berada di area pivot menuju arah oversold dengan area support di bawah 7.050 dan resistance di atas 7.150.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir sedikit menguat, setelah sesi perdagangan yang cenderung lesu. Investor bersikap wait and see jelang rilis sejumlah data ekonomi, laporan keuangan, dan kebijakan moneter pada pekan ini. Pasar juga mencermati rapat The Fed dan ketegangan geopolitik AS-Iran yang memengaruhi sentimen. Pasar menunggu rilis kinerja raksasa teknologi "Magnificent Seven".
Dari 11 sektor utama di S&P 500, layanan komunikasi mencatat penguatan terbesar, sementara barang konsumsi primer menjadi yang paling tertekan. Saham Verizon dan Nvidia melonjak 1,5% dan 4%. Domino's Pizza terjungkal 8,8%. Dari 139 perusahaan dalam indeks S&P 500 yang melaporkan kinerja, sekitar 81% berhasil melampaui ekspektasi analis, dengan proyeksi pertumbuhan laba 16,1% yoy.
- Dow Jones Industrial Average susut 0,13% di 49.167,79.
- S&P 500 menguat 0,12% di posisi 7.173,91.
- Nasdaq Composite naik 0,20% menjadi 24.887,10.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah dalam sesi perdagangan yang lesu. Pelaku pasar menanti keputusan suku bunga ECB dan Bank of England. Kenaikan harga minyak menekan minat investor terhadap aset berisiko. Pasar Eropa rentan terhadap lonjakan biaya energi. Sentimen juga terbebani data ekonomi lemah, termasuk turunnya kepercayaan konsumen Jerman ke level terendah dalam tiga tahun terakhir.
Indeks STOXX 600 turun 0,3% menjadi 608,84. Saham teknologi (-1,3%) dan kebutuhan pokok konsumen (-0,5%) menjadi penekan utama indeks. Sektor minyak dan gas merosot 1,1%, meski harga minyak masih bertahan di atas USD100 per barel. Saham perusahaan pengujian produk Intertek, Inggris anjlok 2,2% setelah menolak tawaran akuisisi. Saham Nordex melesat 5,7%, Adidas melaju 1,1%
- DAX Jerman melemah 0,19% di 24.083,53.
- FTSE 100 Inggris turun 0,56% ke 10.321,09.
- CAC 40 Prancis berkurang 0,19% di 8.141,92.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit melemah. Investor bersikap hati-hati jelang keputusan suku bunga The Fed, di tengah ketidakpastian geopolitik AS-Iran. Pasar menilai konflik Iran masih menjadi faktor utama penggerak valuta asing global. Spekulasi pergantian pimpinan The Fed turut memengaruhi ekspektasi suku bunga.
Imbal hasil US Treasury tenor dua tahun naik 2,6 basis poin menjadi 3,802%, mencerminkan penyesuaian pasar terhadap prospek kebijakan moneter. Euro dan poundsterling menguat terbatas, sementara yen stabil dekat level sensitif intervensi. Rapat kebijakan ECB, Bank of England dan Bank of Japan diprediksi mempertahankan suku bunga. Indeks Indeks Dolar AS (DXY) melemah 0,18% menjadi 98,45
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1723 | 0.00 | 0.02% | 7:23 PM |
Yen (USD-JPY) | 159.44 | 0.02 | 0.01% | 7:24 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3537 | 0.00 | 0.01% | 7:24 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 17,211 | 18.00 | 0.10% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.8267 | 0.01 | 0.08% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 27/4/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melonjak sekitar 3% akibat kebuntuan konflik AS-Iran dan gangguan pasokan. Pengiriman minyak dan gas melalui Selat Hormuz anjlok, memperketat pasokan global. Ketegangan geopolitik diperkirakan menahan 10-13 juta bph dari pasar. Lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi dan tekanan pada bank sentral.
Trump dikabarkan sedang membahas proposal baru dari Iran terkait penyelesaian konflik dengan para penasihat keamanan nasionalnya. Enam tanker bermuatan minyak Iran dilaporkan terpaksa kembali akibat blokade AS. Selisih harga Brent yang semakin melebar terhadap WTI dapat menarik pembeli ke kawasan Teluk Meksiko dan berpotensi mendorong ekspor minyak mentah AS ke rekor tertinggi baru.
- Harga Brent berjangka melompat 2,8% ke USD108,23 per barel.
- Harga WTI berjangka melonjak 2,1% ke USD96,37 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup melemah di tengah ketidakpastian konflik AS-Iran dan minimnya kemajuan diplomatik. Penutupan sebagian Selat Hormuz memperburuk kekhawatiran pasar energi. Kenaikan harga minyak menahan tekanan inflasi tetap tinggi. Investor juga fokus pada rangkaian rapat bank sentral global pekan ini.
Lonjakan inflasi yang kini mencapai dua kali lipat dari target akan menyulitkan bank sentral untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat, menjadi sentimen negatif bagi emas. The Fed akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada Rabu waktu setempat. Harga logam mulia lainnya; perak spot turun 0,5% ke USD75,26 per ounce, platinum merosot 1,1% ke USD1.989,13, dan paladium anjlok 1,3% ke USD1.476,58.
- Harga emas di pasar spot turun 0,6% ke USD4.682,13 per ounce.
- Harga emas berjangka AS merosot 1% ke USD4.693,70 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)