- Bursa saham Asia dibuka menguat, seiring meredanya kekhawatiran geopolitik, sementara investor menantikan keputusan BoJ yang diperkirakan menahan suku bunga di 0,75%.
- Sejumlah indeks utama Asia bergerak naik, di tengah perhatian investor pada prospek kebijakan BoJ, inflasi Jepang, serta tekanan pada saham chip usai saham Intel rontok.
- Sementara itu, IHSG diperkirakan masih tertekan dan bergerak terbatas dengan peluang mencoba kembali ke atas 9.000
Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (23/1), bursa saham Asia dibuka menguat melanjutkan tren positif kenaikan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham uta,a Eropa dan Wall Street, seiring meredanya kekhawatiran geopolitik.
Investor menantikan keputusan Bank of Japan (BoJ), hari ini, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 0,75%.
HSBC memperkirakan kenaikan suku bunga BOJ sebesar 25 basis poin berikutnya akan terjadi pada Juli 2026, dan kenaikan 25 bps lainnya berpotensi menyusul pada paruh kedua 2026. Namun HSBC memperingatkan bahwa pelemahan yen lebih lanjut dapat mempercepat waktu kenaikan dan membuka peluang pengetatan tambahan.
Inflasi utama Jepang pada Desember melambat tajam menjadi 2,1%, terendah sejak Maret 2022, sementara inflasi inti tercatat 2,4% secara tahunan, sesuai perkiraan analis.
Investor Asia juga mencermati saham-saham produsen chip Asia setelah saham Intel yang berbasis di California rontok 13% pada perdagangan after-hours di AS. Intel dinilai memberikan panduan kinerja kuartal berjalan yang lemah, meski mencatatkan laba kuartal IV di atas ekspektasi.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia yang cenderung mendatar. Indeks berlanjut menguat 0,24% menjadi 8.869,50 pada pukul 8:25 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka meningkat 0,7%, dan indeks Kosdaq juga meningkat 0,74%. Kospi berlanjut melaju 0,95% ke 4.999,45.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menguat 0,20% di 53.794,67, setelah dibuka tipis 0,09%, dan Topix menguat 0,27%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng, Hong Kong berada di level 26.917, lebih tinggi dibanding penutupan terakhir HSI di 26.629,96.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih akan menghadapi tekanan, namun akan berusaha kembali ke atas 9.000, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan melemah 0,2% menjadi 8.992. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange naik 0,42% menjadi USD19,05.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih akan diwarnai adanya tekanan jual asing, namun tetap berpeluang berbalik arah. Secara teknikal, IHSG masih ditutup di bawah MA5, sementara indikator MACD berpotensi membentuk death cross. Hal itu mengindikasikan kenaikan dalam jangka pendek masih terbatas. IHSG masih berpotensi melemah terbatas dengan peluang menutup gap di area 8.945, sementara resistance berada di 9.074.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, ditopang data ekonomi AS yang solid. Indeks PCE menunjukkan belanja konsumen AS meningkat solid sepanjang November dan Oktober. Klaim awal tunjangan pengangguran naik lebih kecil dari perkiraan pekan lalu. Ekonomi AS tumbuh 4,4% pada kuartal III, 2025, sedikit di atas ekspektasi. Investor tetap waspada menjelang musim laporan keuangan dan dinamika geopolitik.
Investor dengan cepat kembali ke pasar saham setelah Trump mundur dari rencana penerapan tarif sebagai alat tekanan untuk menguasai Greenland. Saham-saham Magnificent Seven serempak melaju, dipimpin Meta dan Tesal yang melesat 5,7% dan 4,2%, jelang musim laporan keuangan pekan depan. Saham perbankan mencatat kinerja positif, namun Huntington Bancshares ambles 6%. Saham Procter & Gamble melonjak 2,6%. Intel naik tipis 0,1%. Abbott rontok 10% dan GE Aerospace terjungkal 7,4%.
- Dow Jones Industrial Average naik 0,63% (306,78 poin) ke 49.384,01.
- S&P 500 bertambaj 0,55% (37,73 poin) menjadi 6.913,35.
- Nasdaq Composite meningkat 0,91% (211,20 poin) ke 23.436,02.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melonjak, setelah Trump menarik ancaman tarif dan meredakan isu Greenland, sehingga mendorong sentimen risk-on global. Sentimen pasar juga didukung oleh laporan kinerja perusahaan yang positif. Analis mengingatkan investor agar tetap waspada terhadap risiko tarif, geopolitik, dan arah kebijakan bank sentral.
Indeks STOXX 600 melaju 1,03%ke 608,86, dipimpin saham perbankan dan konstruksi masing0masing sekitar 2%. Saham Volkswagen melesat 6,5%, mendorong lonjakan sektor otomotif Eropa 2,3%. Saham-saham pertahanan anjlok 2%, namun saham yang memiliki eksposur terhadap Ukraina menguat. Bank Austria Raiffeisen melesat 7%. Wizz Air melejit 9%. Saham operator telekomunikasi Norwegia Telenor melesat 7%. Saham ArcelorMittal meloncat 6,3%
- DAX Jerman melaju 1,20% (295,49 poin) ke 24.856,47.
- FTSE 100 Inggris bertambah 0,12% (11,96 poin) di 10.150,05.
- CAC Prancis meningkat 0,99% (79,72 poin) ke posisi 8.148,89.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah. Meredanya ketegangan geopolitik terkait Greenland, memicu penguatan euro dan poundsterling. Meski demikian, sejumlah analis menilai belum terlihat indikasi kuat terjadinya arus keluar besar dari dolar AS. Rilis data PCE AS menunjukkan belanja konsumen tetap solid, mendukung penurunan suku bunga.
Dolar Australia ke puncak 15 bulan, sebaliknya yen mendekati posisi terlemah dalam 18 bulan terhadap dolar AS. Yen terus tertekan setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pekan ini menyerukan pemilu cepat dan menjanjikan langkah-langkah untuk melonggarkan kebijakan fiskal. Repat kebijakan Bank of Japan, Jumat ini diperkirakan akan bersikap lebih hawkish. Indeks Dolar AS (Indeks DXY) turun 0,41% ke 98,36.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1750 | 0.00 | 0.03% | 7:06 PM |
Yen (USD-JPY) | 158.52 | 0.11 | 0.07% | 7:06 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3496 | 0.00 | 0.04% | 7:06 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 16,895.50 | 40.00 | 0.24% | 2:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.9685 | 0.00 | 0.06% | 1:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 22/1/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup anjlok sekitar 2%, seiring meredanya ketegangan geopolitik Greenland, Iran, dan munculnya sinyal positif yang berpotensi mengarah pada penyelesaian perang Rusia-Ukraina. Tekanan tambahan datang dari lonjakan stok minyak AS dan potensi peningkatan pasokan global dari Rusia dan Venezuela.
Rilis data produksi minyak Rusia memperlihatkan pemurunan 0,8% menjadi 10,28 juta bph pada tahun lalu, atau sekitar sepersepuluh dari produksi minyak global.
Badan Informasi Energi AS melaporkan, persediaan minyak mentah AS hingga 16 Januari lalu bertambah 3,6 juta barel , jauh melampaui proyeksi kenaikan 1,1 juta barel dan laporan kenaikan American Petroleum Institute (API) sekitar 3,0 juta barel.
- Harga Brent berjangka drop USD1,18 (-1,8%) ke USD64,06 per barel.
- Harga WTI berjangka anjlok USD1,26 (-2,1%) ke USD59,36 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup menguat, menembus rekor USD4.900, ditopang depresiasi dolar, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed. Pasar memproyeksikan the Fed memangkas suku bunga dua kali tahun ini, meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven . Laporan terbaru belanja konsumsi pribadi (PCE) AS menunjukkan peningkatan pada November dan Oktober, menandai pertumbuhan yang kuat dalam tiga kuartal berturut-turut.
The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga dua kali masing-masing 25 bps pada paruh kedua tahun ini. Harga logam mulia lainnya; perak spot melejit ke rekor tertinggi USD96,58 per ounce, platinum melesat 4,6% ke rekor tertinggi USD2.601,03, paladium meloncat 3,3% ke USD1.900,59.
- Harga emas spot melesat ke rekor tertinggi USD4.917,65 per ounce.
- Harga emas berjangka AS melonjak 1,6% ke USD4.913,4 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)