- Bursa saham Asia dibuka memerah akibat memudarnya harapan damai AS-Iran dan tingginya inflasi AS.
- Kospi, Nikkei, dan ASX kompak turun, sementara investor mencermati pertemuan Trump dan Xi Jinping terkait perdagangan.
- IHSG diperkirakan kembali tertekan oleh sentimen global, libur panjang, dan dampak rebalancing MSCI .
Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini dibuka d zona merah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham uta,a Eropa dan Wall Street, seiring memudarnya harapan damai AS-Iran. Investor juga mencermati data inflasi April AS yang lebih tinggi dari perkiraan yang mendukung suku bunga tetap tinggi.
Presiden Donald Trump pada Senin mengatakan gencatan senjata antara AS dan Iran yang telah berlangsung sebulan berada dalam kondisi "sangat lemah" dan "bergantung pada alat bantu hidup besar-besaran". Trump menolak proposal balasan dari Teheran yang dianggap "tidak dapat diterima" untuk mengakhiri konflik.
Laman CNBC melaporkan, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan Trump tidak memerlukan persetujuan Kongres untuk melanjutkan serangan terhadap Iran. Pernyataan itu muncul setelah pemerintah melampaui batas 60 hari yang diwajibkan undang-undang kewenangan perang federal untuk memperoleh otorisasi penggunaan kekuatan militer.
Sementara itu, investor juga akan menyoroti perkembangan menjelang pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping, yang diperkirakan membahas isu perdagangan.
Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni turun 0,51% menjadi USD101,66 per barel pada pukul 08.06 malam waktu ET. Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Juli melemah 0,57% menjadi USD107,16 per barel.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,56%. Indeks berlanjut turun 0,48% ke 8.629,30 pada pukul 8:20 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka anjlok 2,15%, dan Kosdaq merosot 0,74%. Kospi berlanjut merosot 1,15% ke 7.555,51.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun 0,38% menjadi 62.506,73, setelah dibuka melorot 0,52%, sedangkan Topix naik 0,28%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 26.264, lebih rendah dibanding penutupan terakhir indeks di 26.347,91.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan kembali menghadapi tekanan menjelang libur panjang mulai Kamis besok, dan dampak rebalancing MSCI . Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan rawan terkoreksi IHSG setelah ditutup turun 0,68% ke 6.858,90 pada sesi perdagangan kemarin. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melorot 0,82% ke USD14,54.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup variatif. Tekanan inflasi AS dan ketidakpastian gencatan senjata AS-Iran memicu aksi ambil untung investor. Kenaikan harga minyak akibat konflik Iran memicu kekhawatiran inflasi tetap tinggi. IHK April AS naik melebihi perkiraan, dipicu gangguan pasokan minyak mentah akibat penutupan Selat Hormuz. Peluang pemangkasan suku bunga The Fed makin menipis.
Sektor consumer discretionary dan teknologi mencatat penurunan terbesar dalam indeks S&P 500. Sebaliknya, sektor kesehatan dan consumer staples menjadi sektor dengan kinerja terbaik. Saham teknologi dan semikonduktor turun tajam. Indeks semikonduktor PHLX anjlok 3%, namun secara tahunan masih melambung 65,4%. Sektor kesehatan menguat dipimpin lonjakan saham Humana (+7,7%). GameStop dan Hims & Hers Health drop 3,5% dan 14,1%. Zebra Technologies dan Venture Global melejit 11,4% dan 14,2%.
- Dow Jones Industrial Average menguat 0,11% di 49.760,56.
- S&P 500 melemah 0,16% menjadi 7.400,96.
- Nasdaq Composite melorot 0,71% ke 26.088,20.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup turun tajam akibat memudarnya harapan damai AS-Iran. Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi "bertahan hidup". Kenaikan harga minyak dan ancaman gangguan pasokan energi di Selat Hormuz membebani sentimen pasar. Inflasi April Jerman naik menjadi 2,9%, sementara ECB mulai membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan.
Indeks STOXX 600 merosot 1,01% ke 606,63, dipimpin kejatuhan saham teknologi (-3,1%) mengikuti aksi jual saham AI dan chip di Wall Street. Sektor pertahanan (-1,8%) dan perbankan Inggris ikut tertekan di tengah ketidakpastian politik domestik Inggris. Saham Barclays dan Lloyds terperosok 3% dan 4%. Munich Re ambles 6%. Di tengah pelemahan pasar, saham Intertek dan Bayer meloncat 6,4% dan 3,6%.
- DAX Jerman anjlok 1,62% ke level 23.954,93.
- FTSE 100 Inggris turun tipis 0,04% di 10.265,32.
- CAC 40 Prancis merosot 0,95% ke posisi 7.979,92.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, didorong inflasi AS yang tetap tinggi dan meningkatnya ketegangan AS-Iran. Inflasi AS April lalu naik 0,6%, dari 0,9% di Maret, dan secara tahunan naik menjadi 3,8% dari 3,3% dan lebih tinggi dari ekspektasi 3,7%, memperkuat kekhawatiran tekanan harga masih persisten. Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,4% ke 98,36.
Pasar mulai menghapus ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Peluang kenaikan suku bunga Fed pada Desember meningkat menjadi 36%. Euro dan poundsterling melemah terhadap greenback. Dolar juga menguat terhadap yen dan yuan menjelang pertemuan Trump dengan Xi Jinping di Beijing. Stabilitas yuan dinilai dapat membantu meredakan ketegangan dalam negosiasi AS-China
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1739 | 0.00 | 0.00% | 7:21 PM |
Yen (USD-JPY) | 157.60 | 0.03 | 0.02% | 7:20 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3540 | 0.00 | 0.00% | 7:21 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 17,528.50 | 114.50 | 0.66% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.7968 | 0.00 | 0.01% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 12/5/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melonjak akibat memudarnya harapan damai AS-Iran. Teheran menuntut penghentian seluruh aksi militer, pencabutan blokade laut AS, pemulihan ekspor minyak Iran, serta kompensasi atas kerusakan akibat perang. Iran kembali menegaskan kendali atas Selat Hormuz. EIA memperkirakan Selat Hormuz tetap terganggu hingga akhir Mei dan pemulihan pasar energi bisa molor sampai 2027.
Produksi minyak OPEC turun ke level terendah lebih dari dua dekade akibat berkurangnya ekspor kawasan Timur Tengah. Analis memperkirakan harga minyak masih berpotensi naik lagi karena defisit pasokan global terus membesar. Di AS stok minyak mentah diperkirakan turun sekitar 2,1 juta barel pekan lalu. Persediaan minyak global diperkirakan akan menyusut sekitar 2,6 juta barel per hari sepanjang tahun ini.
- Harga Brent berjangka meloncat 3,42% ke USD107,77 per barel.
- Harga WTI berjangka melompat 4,19% ke USD102,18 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi berakhir menurun tajam akibat lonjakan harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran inflasi global. Memudarnya harapan damai AS-Iran mendorong kenaikan harga minyak dan menekan minat terhadap emas. Pasar khawatir The Fed dan bank sentral lain akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Data IHK AS naik untuk bulan kedua berturut-turut pada April, menghasilkan lonjakan inflasi tahunan terbesar dalam hampir tiga tahun terakhir.
Perbankan India dilaporkan kembali melanjutkan impor emas dan perak setelah penghentian pengiriman selama lebih dari satu bulan. Harga logam berharga lainnya; perak spot merosot 1,1% ke USD85,12, platinum anjlok 1,5% ke USD2.099,05, paladium drop 2% ke level USD1.479,27.
- Harga emas di pasar spot merosot 1,2% ke USD4.678,49 per ounce.
- Harga emas berjangka AS melorot 0,9% ke USD4.686,70 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)