- Bursa saham Asia dibuka melemah pada Jumat setelah harga minyak melonjak lebih dari 9% akibat eskalasi konflik Timur Tengah dan ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
- Minyak Brent crude oil ditutup di atas USD100 per barel untuk pertama kali sejak 2022, memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan meningkatkan peluang resesi AS hingga 32% menurut Kalshi.
- Indeks kawasan bergerak beragam--Kospi anjlok lebih dari 2%, sementara Nikkei 225 sempat rebound--dan IHSG diperkirakan masih bergerak sideways cenderung melemah di kisaran 7.250-7.400.
Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (13/3), bursa saham Asia dibuka melemah melanjutkan tren penurunan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Pasar terpukul oleh lonjakan harga minyak hingga lebih 9%. Konflik berkepanjangan di Timur Tengah dikhawatirkan akan semakin mengganggu pasokan energi dan memicu perlambatan ekonomi global.
Laa CNBC melaporkan, Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dalam pidatonya Kamis malam mengatakan, Selat Hormuz harus tetap ditutup dan Teheran akan membuka front perang lain jika konflik terus berlanjut.
Komandan Angkatan Laut Islamic Revolutionary Guard Corps, Alireza Tangsiri, juga menegaskan ancaman tersebut melalui unggahan di media sosial dengan memperingatkan akan memberikan "pukulan paling keras kepada musuh agresor."
Para pelaku pasar di platform prediksi Kalshi, meningkatkan taruhan bahwa ekonomi AS dapat masuk ke resesi tahun ini, dengan probabilitas naik menjadi 32% - tertinggi sepanjang tahun ini.
Harga minyak acuan internasional Brent crude oil melonjak 9,22% menjadi USD100,46 per barel pada Kamis malam, penutupan pertama di atas USD100 sejak Agustus 2022. Sementara itu, kontrak berjangka West Texas Intermediate AS naik 9,72% dan ditutup di USD95,73 per barel.
Presiden AS Donald Trump berusaha meredam kekhawatiran terkait kenaikan harga minyak. Ia sesumbar AS sebagai produsen minyak terbesar dunia justru berpotensi diuntungkan oleh harga yang lebih tinggi, dan menegaskan bahwa prioritasnya adalah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,3%. Indeks berlanjut menguat 0,13% menjadi 8.640,1 padapukul 8:15 WIB
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka terperosok hampir 3%, dan indeks Kosdaq anjlok hampir 2%. Kospi berlanjut merosot 2,16% ke level 5.462,55.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melonjak 1,26% ke level 53.768,25, setelah dibuka tergelinicr 2%, dan Topixanjlok 1,4%.
Indeks Hang Seng, Hong Kong diperkirakan dibuka melemah, dengan kontrak berjangka terakhir diperdagangkan di 25.467 dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.716,76.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih akan mengalmai tekanan pelemahan, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan menurun 0,37% menjadi 7.362,12. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange anjlok 1,98% ke level USD15,86.
Beberapa analis memperkirakan peregrakan IHSG hari ini akan bergerak sideways , cenderung melemah. Ketidakpastian global tetap tinggi menjelang periode libur panjang Lebaran.
Secara teknikal, indeks cenderung bergerak sideways cenderung turun dalam jangka pendek, diperkirakan bergerak pada kisaran 7.250 hingga 7.400. Level resistance berada di 7.450 dan support di kisaran 7.250.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menurun tajam. Iran menyerang dua kapal tanker minyak dan mengancam menutup Selat Hormuz, mendorong harga minyak mendekati USD100 per barel.IEA memperingatkan potensi gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah. Investor menunggu rapat The Fed, Selasa (17/3). Lonjakan harga energi dikhawatirkan menekan peluang pemangkasan suku bunga.
Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor energi (+1%) mencatatkan kenaikan terbesar, sedangkan sektor industri (-2,5%) turun paling tajam. Chevron melompat 2,70%. Boeing dan 3M Company ambles 4,36% dan 3,91%. Kekhawatiran risiko kredit mulai meningkat di pasar keuangan. Saham Morgan Stanley dan Goldman Sachs terperosok 4,1% dan 4,40%, JPMorgan Chase anjlok 1,6%. Indeks S&P Fertilizer and Agricultural Chemicals melesat 4,9%. Salesforce dan Walmart melonjak 2,65% dan 1,49%.
- Dow Jones Industrial Avrg. drop 1,56% ke 46.677,85.
- S&P 500 merosot 1,52% ke 6.672,58.
- Nasdaq Composite anjlok 1,78% ke 22.311,98.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah. Harga minyak sempat menembus USD100 per barel setelah Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz dan menyerang dua kapal tanker di perairan Irak. Lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperburuk prospek ekonomi Eropa yang sangat bergantung pada impor energi.
Indeks STOXX 600 melorot 0,61% ke 598,86. Sektor perbankan (-3,5%) memimpin pelemahan, seiring meningkatnya risiko resesi dan potensi perlambatan kredit. Sektor energi dan utilitas melonjak 1,4% dan 1,8%. Saham Leonardo, Italia dan Daimler Truck, Jerman melesat 5,7% dan 4% setelah merilis prospek bisnis yang positif. Zalando melejit 9,5%. Abivax, Prancis melesat 6,7%. K+S AG, Jerman melejit 15%.
- DAX Jerman melemah 0,21% di posisi 23.589,65.
- FTSE 100 turun 0,47% menjadi 10.305,15 .
- CAC 40 Prancis melorot 0,71% ke 7.984,44.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Permintaan dolar sebagai aset safe-haven meningkat, penguatan dolar juga didukung oleh posisi AS sebagai net eksportir energi. Ketegangan meningkat setelah Iran memperluas serangan terhadap fasilitas energi dan menegaskan akan menutup Selat Hormuz. Konflik berkepanjangan di Timur Tengah memperbesar potensi dampak negatif terhadap perekonomian dunia.
Sentimen juga memburuk setelah pemerintahan Trump meluncurkan penyelidikan perdagangan baru terhadap 16 negara mitra dagang utama AS.Investor kini menunggu keputusan kebijakan The Fed dan ECB terkait dampak lonjakan harga energi terhadap inflasi dan suku bunga. Euro dan yen tertekan akibat lonjakan harga energi, meningkatkan kekhawatiran terhadap perekonomian. Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,51% ke 99,739.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1516 | 0.00 | 0.03% | 7:24 PM |
Yen (USD-JPY) | 159.35 | 0.00 | 0.00% | 7:23 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3347 | 0.00 | 0.03% | 7:24 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 16,893 | 7.00 | 0.04% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.8806 | 0.01 | 0.09% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 12/3/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi berakhir melonjak ke atas USD100 per barel. Ketegangan meningkat setelah serangan terhadap dua kapal tanker minyak dan satu kapal kargo di kawasan Teluk Persia. Iran menegaskan akan menutup Selat Hormuz, memicu kekhawatiran gangguan pasokan global.
International Energy Agency (IEA) mengumumkan pelepasan cadangan minyak darurat terbesar dalam sejarah, namun pasar menilai jumlahnya hanya menutupi seperempat dari kekurangan akibat penutupan Selat Hormuz. Analis memperkirakan tambahan minyak dari cadangan strategis baru akan berdampak dalam 60-90 hari, sehingga harga minyak berpotensi tetap tinggi dalam waktu dekat.
- Harga Brent berjangka melesat 9,22% ke USD100,46 per barel.
- Harga WTI berjangka melejit 9,72% ke level USD95,73 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup anjlok lebih dari 1%, tertekan penguatan dolar AS dan berkurangnya harapan pemangkasan suku bunga. Kenaikan imbal hasil obligasi AS juga membuat emas kurang menarik bagi investor. Permintaan emas masih mendapat dukungan dari pembelian bank sentral dan arus dana ke produk investasi berbasis emas seperti ETF.
Sementara itu, analis memperkirakan permintaan investasi yang kuat diprediksi mempertahankan reli harga timah yang terjadi pada 2025, meski kenaikan harga dapat mengurangi permintaan dari sektor industri seperti panel surya dan perhiasan. Harga perak spot merosot 1% ke USD84,90 per ounce. Harga logam mulai lainnya, platinum drop 1,1% ke USD2.145,75 per ounce, dan paladium juga melorot 1% keUSD1.620,86.
- Harga emas di pasar spot merosot 1,1% ke USD5.118,16 per ounce.
- Harga emas berjangka AS melorot 1% ke USD5.125,80 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)