Bursa Saham Eropa Cetak Rekor Baru, Disokong Sektor Teknologi dan Keuangan
Friday, January 16, 2026       03:27 WIB
  • STOXX 600 cetak rekor, naik 0,49% didorong saham teknologi dan keuangan.
  • ASML dan sektor chip melonjak, terangkat sentimen positif industri AI.
  • Saham bergerak variatif, keuangan menguat, barang mewah serta Repsol dan Maersk melemah.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa mencetak rekor tertinggi baru, Kamis, didorong penguatan saham teknologi dan keuangan seiring investor mencermati sejumlah laporan kinerja emiten yang positif serta tanda-tanda ketahanan ekonomi Jerman.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,49 persen atau 3,01 poin menjadi 614,57 poin, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Kamis (15/1) atau Jumat (16/1) dini hari WIB.
Bursa regional utama berakhir variatif. Indeks DAX Jerman menguat 0,26 persen atau 66,15 poin jadi 25.352,39 dan FTSE 100 Inggris bertambah 0,54 persen atau 54,59 poin ke posisi 10.238,94, sedangkan CAC Prancis melemah 0,21 persen atau 17,85 poin menjadi 8.313,12.
Saham teknologi melonjak 2,3 persen dan bergerak di kisaran tertinggi sejak tahun 2000, sementara sektor jasa keuangan melesat 2,2 persen.
Saham produsen peralatan chip terbesar di Eropa, ASML , melambung 11,2 persen ke rekor tertinggi dan melampaui kapitalisasi pasar USD500 miliar. Lonjakan tersebut terjadi setelah laporan kinerja kuat dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company ( TSMC ), produsen utama chip kecerdasan buatan (AI) canggih dunia, yang mengangkat sentimen di seluruh industri semikonduktor.
Optimisme juga diperkuat oleh laporan VAT Group yang membukukan hasil awal kuartal IV di atas ekspektasi. Saham pemasok semikonduktor tersebut melejit 14 persen ke level tertinggi sejak Juli 2024.
"Eropa tertinggal dalam belanja modal untuk infrastruktur AI. Ada sejumlah hambatan yang perlu diperhatikan, namun hampir dapat dipastikan industri teknologi Eropa masih memiliki peran yang jauh lebih besar dalam pengembangan AI," ujar ekonom Vanguard Investment Strategy Group, Shaan Raithatha.
Sektor keuangan turut terdongkrak oleh pembaruan kinerja yang solid dari manajer investasi asal Inggris, Schroders, serta perusahaan ekuitas swasta Swiss, Partners Group.
Saham Schroders melonjak 9,8 persen setelah perusahaan menyatakan peningkatan biaya pengelolaan akan mendorong laba tahunan melampaui perkiraan. Sementara itu, Partners Group melompat 7,6 persen setelah mengungkapkan perolehan aset baru senilai USD30 miliar sepanjang tahun lalu.
Indeks STOXX 600 membukukan kenaikan dalam tujuh dari 10 sesi perdagangan sepanjang tahun ini, didukung penguatan sektor pertahanan dan komoditas di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Sepanjang tahun berjalan, indeks tersebut juga mengungguli kinerja indeks acuan Amerika Serikat, S&P 500.
"Langkah yang baik untuk melakukan diversifikasi dari Amerika Serikat, bukan hanya di dalam pasar AS, tetapi juga melihat peluang di luar AS," kata analis Trade Nation, David Morrison.
Di sisi lain, saham barang mewah melepas kenaikan awal dan melorot 1,3 persen. Saham Richemont merosot 2,4 persen meski pemilik merek Cartier tersebut melaporkan kenaikan penjualan kuartal ketiga sebesar 11 persen dalam mata uang konstan. Analis menilai penurunan tersebut dipicu aksi ambil untung di sektor terkait.
Dari sisi makroekonomi, data turut memperkuat sentimen positif. Perekonomian Jerman tercatat tumbuh untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, didorong peningkatan belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat.
Sementara itu, saham Repsol jatuh 6,3 persen setelah RBC menurunkan peringkat perusahaan energi asal Spanyol tersebut menjadi "underperform" dari sebelumnya "sector perform".
Saham raksasa pelayaran Denmark, Maersk, juga melemah 5,3 persen setelah perusahaan menyatakan akan melanjutkan kembali operasional jalur Laut Merah dan Terusan Suez untuk layanan MECL . Analis menilai langkah tersebut berpotensi meredakan tekanan permintaan pengiriman peti kemas. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin