- Bursa Eropa turun dipicu eskalasi konflik AS-Iran dan lonjakan harga minyak.
- Mayoritas indeks melemah, meski sektor keuangan dan pertahanan naik.
- Pasar dibayangi inflasi dan ketidakpastian, fokus ke suku bunga dan laporan keuangan.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa melorot, Senin, seiring memudarnya harapan penyelesaian cepat konflik di Timur Tengah setelah gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi semakin memanas setelah Washington memutuskan untuk memberlakukan blokade di sekitar Selat Hormuz.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,16 persen atau 0,96 poin menjadi 613,88, dengan indeks acuan tersebut masih lebih dekat ke level sebelum konflik dibandingkan titik terendah yang terjadi pada pertengahan Maret, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Senin (13/4) atau Selasa (14/4) dini hari WIB.
Bursa regional utama juga berguguran. Indeks DAX Jerman melemah 0,26 persen atau 61,51 poin jadi 23.742,44, FTSE 100 Inggris melorot 0,17 persen atau 17,57 poin ke posisi 10.582,96 dan CAC Prancis berkurang 0,29 persen atau 23,62 poin menjadi 8.235,98.
Ketegangan meningkat setelah tenggat waktu dimulainya blokade militer AS berlalu, sementara Teheran mengancam akan melakukan pembalasan terhadap pelabuhan negara-negara Teluk jika pelabuhan Iran diserang.
Lonjakan tensi geopolitik turut mendorong harga minyak menembus level USD100 per barel. Kenaikan ini memperbesar kekhawatiran inflasi global yang telah menjadi perhatian utama sejak konflik dimulai.
Analis UBS menilai tidak adanya kemajuan dalam pembicaraan AS-Iran selama akhir pekan telah menantang optimisme pasar. Mereka menyarankan investor untuk mengurangi risiko melalui diversifikasi dan strategi lindung nilai, meski tetap mempertahankan investasi karena kedua pihak dinilai memiliki insentif untuk mencapai solusi.
Penurunan pada awal pekan ini terjadi setelah reli pada minggu sebelumnya, ketika STOXX 600 melesat 3 persen didorong optimisme bahwa gencatan senjata sementara dapat mengakhiri konflik.
Di tengah pelemahan pasar, sektor keuangan justru mencatat kenaikan 1,2 persen. Perusahaan fintech asal Inggris, Wise, melambung 6,5 persen setelah volume transaksi lintas negara kuartalannya meningkat menjelang debutnya di Nasdaq.
Sektor kedirgantaraan dan pertahanan juga menguat setelah sempat tertekan pekan lalu. Saham Rheinmetall Jerman dan BAE Systems Inggris masing-masing melompat lebih dari 2 persen.
Sebaliknya, sektor layanan komunikasi dan kesehatan menjadi penekan utama indeks. Saham Deutsche Telekom anjlok 6 persen setelah menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan, menyusul penurunan target harga oleh JP Morgan.
Perusahaan barang mewah asal Prancis, LVMH , melaporkan dampak signifikan dari konflik Timur Tengah, dengan penurunan penjualan di kawasan Teluk. Saham perusahaan tersebut tercatat turun tipis.
Dari sisi kebijakan moneter, pasar saat ini memperkirakan Bank Sentral Eropa akan menaikkan suku bunga hampir tiga kali masing-masing sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun, berdasarkan data yang dihimpun LSEG .
Sementara itu, saham Nokia melejit 7,2 persen ke level tertinggi dalam 16 tahun, didorong peningkatan rekomendasi menjadi "beli" dari Bank of America.
Pelaku pasar mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan, dengan bank-bank kakap Amerika Serikat dijadwalkan memulai publikasi kinerja kuartalan mereka pekan ini. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin