Bursa Saham Wall Street Melemah, Ketakutan Inflasi Hantui Investor
Friday, March 20, 2026       05:06 WIB
  • Wall Street melemah karena kekhawatiran inflasi dari lonjakan harga minyak, mengurangi harapan pemangkasan suku bunga.
  • The Fed dan bank sentral lain menahan suku bunga di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah.
  • Tekanan pasar dipimpin sektor teknologi dan otomotif, dengan sentimen investor tetap lemah.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street merosot, Kamis, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap inflasi akibat lonjakan harga minyak, yang mengurangi harapan akan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup turun 0,27% atau 18,21 poin menjadi 6.606,49, sementara itu, Nasdaq Composite Index melemah 0,28% atau 61,73 poin jadi 22.090,69, dan Dow Jones Industrial Average menyusut 0,44% atau 203,72 poin ke posisi 46.021,43, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di San Francisco, Kamis (19/3) atau Jumat (20/3) pagi WIB.
Sentimen pasar dipengaruhi pernyataan Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, yang menegaskan bahwa prospek ekonomi masih diliputi ketidakpastian di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Konflik tersebut mendorong kenaikan harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi. The Fed sendiri mempertahankan suku bunga, sesuai ekspektasi pasar.
Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar kini melihat peluang kecil untuk pemangkasan suku bunga sebelum pertengahan 2027.
Senada dengan the Fed, Bank of England dan European Central Bank juga menahan suku bunga, sambil menyoroti tingginya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah.
Head of Research and Quantitative Strategies Horizon Investments, Mike Dickson, menilai pasar saat ini tengah mencerna pesan dari bank sentral bahwa risiko inflasi benar-benar nyata.
Harga minyak acuan Brent sempat melejit hingga USD119 per barel setelah Iran menyerang target energi di Timur Tengah. Meski demikian, harga kemudian sedikit mereda setelah pemerintah AS mengambil langkah untuk meningkatkan pasokan.
Dari sisi saham, tekanan datang dari sektor teknologi dan otomotif. Micron Technology anjlok 3,8% setelah proyeksi kinerja kuartalannya tidak memenuhi ekspektasi investor, meski sebelumnya saham perusahaan ini meroket lebih dari 50% sepanjang tahun berkat permintaan terkait kecerdasan buatan.
Saham Nvidia--yang saat ini menjadi perusahaan paling bernilai di dunia--melorot 1%. Sementara itu, Tesla merosot 3,2% setelah National Highway Traffic Safety Administration meningkatkan penyelidikan terhadap sekitar 3,2 juta kendaraan Tesla yang menggunakan fitur Full Self-Driving. Sistem tersebut diduga berpotensi gagal mendeteksi atau memberi peringatan kepada pengemudi dalam kondisi jarak pandang buruk.
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, delapan di antaranya ditutup melemah. Sektor material memimpin penurunan dengan koreksi 1,55%, diikuti consumer discretionary yang turun 0,87%.
Secara teknikal, ketiga indeks utama--S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones--berada di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (MA200), mengindikasikan melemahnya momentum pasar. Sepanjang 2026, S&P 500 kehilangan lebih dari 3% dan kini berada di level terendah dalam empat bulan terakhir.
Tekanan juga terjadi pada sektor pertambangan seiring kejatuhan harga logam mulia. Saham Newmont anjlok 6,9%, sementara Freeport-McMoRan menyusut 3,3%.
Di sisi ekonomi, data terbaru menunjukkan klaim tunjangan pengangguran mingguan di AS secara tak terduga menurun, mengindikasikan pasar tenaga kerja tetap stabil dan ada potensi pemulihan pertumbuhan lapangan kerja pada Maret.
Jumlah saham yang mengalami penurunan melebihi yang naik di dalam indeks S&P 500 dengan rasio 1,4 banding satu.
Indeks S&P 500 mencatatkan 17 rekor tertinggi baru dan 26 rekor terendah baru; Nasdaq membukukan 30 rekor tertinggi baru dan 276 rekor terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 20 miliar saham, sejalan dengan rata-rata dalam 20 sesi terakhir. (Reuters/Investing/CNBC/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Chevron Corp (1,42%)
-Cisco Systems Inc (1,17%)
-Goldman Sachs Group Inc (0,50%)
Saham berkinerja terburuk
-Boeing Co (-2,34%)
-McDonald's Corporation (-1,95%)
-3M Company (-1,63%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Seagate Technology PLC (6,84%)
-Baker Hughes Co (5,62%)
-Slb NV (5,52%)
Saham berkinerja terburuk
-Fair Isaac Corporation (-7,52%)
-Newmont Goldcorp Corp (-6,89%)
-The Mosaic Company (-5,69%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-Wetour Robotics Ltd (64,29%)
-Linkers Industries Ltd (51,72%)
-Duluth Holdings Inc (44,70%)
Saham berkinerja terburuk
- MDJM Ltd (-71,10%)
-U Power Ltd (-64,44%)
-Reviva Pharmaceuticals Holdings, Inc (-55,45%)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:35 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of HRME
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:30 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of CASA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:24 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PYFA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:20 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PTPP
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:11 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of WIKA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:07 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of MTEL
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:02 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of BMHS
Saturday, Apr 04, 2026 - 14:57 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of KJEN