Bursa Siang: AS Kaji Opsi Serang Iran Lagi, IHSG dan Saham Asia Babak Belur
Thursday, April 30, 2026       12:41 WIB
  • IHSG anjlok tajam -2,46% ke 6.926, dengan seluruh sektor melemah dan sektor basic industry menjadi yang paling terpuruk.
  • Bursa Asia ikut turun mengikuti Wall Street, dipicu lonjakan harga minyak dan meningkatnya risiko aksi militer AS terhadap Iran.
  • Harga minyak melonjak signifikan (Brent >$120) karena kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah dan mandeknya negosiasi AS-Iran.

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) gagal selamat dari tekanan pada perdagangan sesi I hari Kamis (30/4). IHSG melambat 174 poin atau -2,46% ke level 6.926.
Sebanyak 234,7 juta lot saham tercatat sebagai volume perdagangan. Volume perdagangan tersebut membukukan nilai transaksi Rp11,27 triliun.
Saham top gainers LQ45: , , , .
Saham top losers LQ45: , , , .
Semua sektor berada di zona merah. Sektor basic industry paling terpuruk, drop -3,77%. Saham sektor tersebut yang melemah -4,87%, -5,19%, -3,90%, -1,95%, -1,91%.
Bursa Asia
Sebagian besar pasar saham Asia babak belur pada hari Kamis (30/4), mengikuti penurunan indeks acuan utama Wall Street karena harga minyak mencapai level tertinggi sepanjang masa.
Minyak melejit setelah muncul pemberitaan bahwa militer AS akan memberi pengarahan kepada Presiden Donald Trump tentang potensi tindakan terhadap Iran. Sementara Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap stabil.
Harga minyak naik setelah Axios , mengutip dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa Komando Pusat AS akan mempresentasikan rencana Trump untuk kemungkinan tindakan militer terhadap Iran.
Sebelumnya, Trump diberitakan telah menolak proposal Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang menandakan blokade angkatan laut akan tetap berlaku hingga kesepakatan nuklir yang lebih luas tercapai.
Indeks Saham Asia
Nikkei225 (Jepang) -1,26%
Topix (Jepang) -1,46%
Indeks Shanghai (China) +0,06%
Indeks Shenzhen Component (China) -0,09%
CSI 300 (China) -0,04%
Hang Seng (Hong Kong) -1,39%
Indeks Kospi (Korsel) -0,95%
Taiex (Taiwan) -0,11%
S&P/ASX200 (Australia) -0,08%
Asia Currencies
Yen drop 0,04% menjadi 160,47 per USD
SGD down 0,01% menjadi 1,2814 per USD
AUD naik 0,08% ke posisi 0,7122 per USD
Rupiah drop 0,34% menjadi 17.385 per USD
Rupee turun 0,50% ke 95,3250 per USD
Yuan melemah 0,01% ke 6,8404 per USD
Ringgit melorot 0,53% ke 3,9727 per USD
Baht merosot 0,08% ke 32,8040 per USD
Oil
Harga minyak naik pada hari Kamis (30/4) menyusul laporan bahwa AS sedang mempertimbangkan potensi tindakan militer terhadap Iran untuk memecah kebuntuan dalam negosiasi untuk mengakhiri perang. Kabar ini meningkatkan kekhawatiran akan lebih banyak gangguan pasokan terhadap ekspor Timur Tengah yang sudah dibatasi.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk bulan Juni naik $5,27 atau 4,5% menjadi $123,30 per barel. Dan kontrak Juli yang lebih aktif berada di $113,10, naik $2,66, atau 2,4%, setelah naik 5,8% pada sesi sebelumnya.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate AS untuk bulan Juni naik $2,42, atau 2,3%, menjadi $109,30 per barel, setelah naik 7% pada sesi sebelumnya, dan mengalami kenaikan dalam delapan dari sembilan sesi.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)

Sumber : admin