- IHSG melemah tipis -0,15% ke 7.095; sektor industri menguat, sementara konsumen non-primer paling tertekan.
- Pasar Asia bergerak campuran karena ketidakpastian negosiasi AS-Iran, termasuk proposal pembukaan Selat Hormuz yang belum disepakati.
- Harga minyak naik sekitar 1% akibat mandeknya pembicaraan dan masih tertutupnya jalur pasokan energi utama.
Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dalam tekanan pada perdagangan sesi I hari Selasa (28/4). IHSG melorot 10 poin atau -0,15% ke level 7.095.
Sebanyak 171,7 juta lot saham tercatat sebagai volume perdagangan. Volume perdagangan tersebut membukukan nilai transaksi Rp85,94 triliun.
Saham top gainers LQ45: , , , , , , .
Saham top losers LQ45: , , , , , , .
Sektor industri memimpin penguatan sektor, naik tertingg +0,97% disokong saham-saham +12,37%, +0,82%.
Sektor konsumen non primer paling terpuruk, drop -1,19%. Saham sektor tersebut yang melemah -1,63%, -1,32%, -1,09%, -0,72%.
Bursa Asia
Pasar saham Asia bergerak beragam pada perdagangan hari Selasa (28/4) karena investor mempertimbangkan perkembangan negosiasi AS-Iran.
Presiden AS Donald Trump dan tim keamanan nasionalnya pada hari Senin membahas tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Iran mengajukan syarat AS mencabut blokade dan mengakhiri konflik, menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
Masih belum jelas apakah Trump, yang mengatakan pencabutan sanksi hanya akan dilakukan setelah kesepakatan "100% selesai," bersedia mempertimbangkan proposal tersebut sebagai jalan untuk meredakan konflik yang telah berlangsung selama dua bulan ini.
"Saya mengkonfirmasi bahwa presiden telah bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pagi ini," kata Leavitt dalam konferensi pers Senin sore ketika ditanya tentang laporan tersebut.
Bank sentral Jepang mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap di 0,75% pada hari Selasa. Sementara di sisi lain merevisi perkiraan inflasi naik karena perang Iran meningkatkan risiko sisi penawaran.
Indeks Saham Asia
Nikkei225 (Jepang) -0,89%
Topix (Jepang) +0,94%
Indeks Shanghai (China) -0,07%
Indeks Shenzhen Component (China) -0,41%
CSI 300 (China) +0,06%
Hang Seng (Hong Kong) -0,67%
Indeks Kospi (Korsel) +0,84%
Taiex (Taiwan) +0,36%
S&P/ASX200 (Australia) -0,62%
Asia Currencies
Yen up 0,19% menjadi 159,11 per USD
SGD melemah 0,05% menjadi 1,2750 per USD
AUD drop 0,08% ke posisi 0,7180 per USD
Rupiah drop 0,20% menjadi 17.245 per USD
Rupee turun 0,24% ke 94,4238 per USD
Yuan melorot 0,03% ke 6,8286 per USD
Ringgit menanjak 0,08% ke 3,9495 per USD
Baht merosot 0,36% ke 32,4510 per USD
Oil
Harga minyak naik 1% pada hari Selasa (28/4) karena upaya untuk mengakhiri perang AS-Iran tampaknya terhenti. Jalur laut penting Selat Hormuz sebagian besar masih tertutup. Sehingga pasokan energi dari wilayah penghasil utama Timur Tengah tersebut tidak dapat dijangkau oleh pembeli global.
Presiden AS Donald Trump tidak senang dengan proposal terbaru Iran yang bertujuan mengakhiri perang, kata seorang pejabat AS pada hari Senin. Sumber-sumber Iran mengungkapkan pada hari Senin bahwa proposal Teheran menghindari pembahasan program nuklirnya sampai permusuhan berhenti dan sengketa pelayaran di Teluk diselesaikan.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik $1,41 atau 1,3% menjadi $109,64 per barel.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni naik $1,27, atau 1,3% menjadi $97,64 per barel.
Putaran negosiasi sebelumnya antara AS dan Iran gagal pekan lalu setelah pembicaraan tatap muka tidak berjalan sesuai rencana.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)
Sumber : admin