- Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bertekut lutut pada perdagangan sesi I hari Rabu (13/5).
- Sebagian besar pasar saham Asia bergerak menguat pada perdagangan hari Rabu (13/5). Para investor mencermati angka inflasi AS.
- Harga minyak turun pada hari Rabu (13/5), mengakhiri reli tiga hari karena investor menunggu perkembangan seputar gencatan senjata Timur Tengah yang rapuh.
Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bertekut lutut pada perdagangan sesi I hari Rabu (13/5). IHSG melemah 124 poin atau -1,81% ke level 6.734.
Sebanyak 261,3 juta lot saham tercatat sebagai volume perdagangan. Volume perdagangan tersebut membukukan nilai transaksi Rp10,27 triliun.
Saham top gainers LQ45: , , , , , , .
Saham top losers LQ45: , , , , , , .
Sektor industri menjadi satu-satunya yang menguat, naik 1,84%. Sedangkan sektor basic industry terlemah setelah turun 3,86%. Saham sektor ini yang terpuruk di antaranya , , , , .
Bursa Asia
Sebagian besar pasar saham Asia bergerak menguat pada perdagangan hari Rabu (13/5). Para investor mencermati angka inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan di tengah kekhawatiran atas kenaikan harga minyak serta konflik Timur Tengah.
Pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan antara AS dan Iran "sangat lemah" dan " berada dalam kondisi kritis ". Trump menyatakan hal tersebut setelah menolak usulan balasan yang "tidak dapat diterima" dari Teheran untuk mengakhiri konflik tersebut.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan Trump tidak memerlukan persetujuan Kongres untuk memulai kembali serangan terhadap Iran. Komentar ini muncul setelah pemerintahan Trump melewati batas waktu 60 hari yang dipersyaratkan oleh undang-undang kekuasaan perang federal untuk menerima otorisasi penggunaan kekuatan militer.
Sementara itu, para investor juga akan memfokuskan perhatian pada perkembangan terkait pertemuan mendatang antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, di mana perdagangan diperkirakan akan dibahas.
"Laporan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dan ketegangan geopolitik yang terus berlanjut mengingatkan investor bahwa harga yang tinggi dan biaya energi yang tinggi tidak akan hilang dalam waktu dekat," kata Tony Sycamore, analis pasar di IG di Sydney.
Konflik di Timur Tengah tetap buntu, karena Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa ia tidak berpikir akan membutuhkan bantuan China untuk mengakhiri perang dengan Iran, menjelang pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping akhir pekan ini.
Indeks Saham Asia
Indeks Nikkei225 (Jepang) +0,83%
Indeks Topix (Jepang) +1,25%
Shanghai Composite (China) +0,09%
Shenzhen Component (China) +0,36%
CSI 300 (China) +0,00%
Hang Seng (Hong Kong) +0,26%
Indeks Kospi (Korsel) +2,08%
Taiex (Taiwan) -1,42%
S&P/ASX200 (Australia) -0,50%
Asia Currencies
Yen drop 0,06% menjadi 157,72 per USD
SGD drop 0,02% menjadi 1,2722 per USD
AUD down 0,10% ke posisi 0,7233 per USD
Rupiah melaju 0,19% menjadi 17.496 per USD
Rupee melemah 0,04% ke 95,6738 per USD
Yuan naik 0,07% ke 6,7923 per USD
Ringgit menguat 0,17% ke 3,9275 per USD
Baht up 0,18% ke 32,3550 per USD
Oil
Harga minyak turun pada hari Rabu (13/5), mengakhiri reli tiga hari karena investor menunggu perkembangan seputar gencatan senjata Timur Tengah yang rapuh. Juga bersiap mengantisipasi hasil pertemuan puncak penting di China antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Xi Jinping.
Harga minyak mentah Brent berjangka turun $1,22 atau 1,1% menjadi $106,55 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka turun $1,16, atau 1,1%, menjadi $101,02.
"Kekhawatiran atas gangguan pasokan dan ketidakpastian seputar Timur Tengah membuat harga minyak tetap stabil, meskipun para pedagang kesulitan untuk menentukan arah yang jelas," kata Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di Phillip Nova.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)
Sumber : admin