Bursa Siang: Pasar Asia Mixed, IHSG Anjlok Lagi Usai Downgrade Goldman Sachs
Thursday, January 29, 2026       12:43 WIB
  • HSG kembali tertekan dan turun 5,91% ke level 7.828 pada sesi I Kamis, di tengah kekhawatiran lanjutan pasca peringatan MSCI .
  • Tekanan jual masih mendominasi IHSG dengan sektor energi terpuruk paling dalam.
  • Pasar Indonesia tetap menjadi sorotan investor global setelah Goldman Sachs menurunkan peringkat Indonesia.

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) masih tetap dalam tekanan hingga akhir perdagangan sesi I hari Kamis (29/1). IHSG melorot signifikan 492 poin atau 5,91% ke level 7.828.
Volume perdagangan yang terjadi mencapai 429,1 juta lot saham. Volume tersebut menghasilkan nilai transaksi Rp32,75 triliun.
Saham top gainers LQ45: .
Saham top losers LQ45: , , , , , , .
Seluruh indeks sektor saham berada di zona merah. Indeks sektor energi paling terpuruk, tumbang 8,04%. Saham energi yang melemah di antaranya -10,62%, -9,60%, -8,56%, -7,87%, -4,18%. -4,07%, -3,96%.
Bursa Asia
Pasar saham Asia bergerak bervariatif pada perdagangan hari Kamis (29/1). Sementara emas kembali mengukir rekor tertinggi baru setelah the Fed mempertahankan suku bunga acuannya pada rentang 3,5% - 3,75%.
Harga emas batangan naik lebih dari 3% dan menembus angka $5.500 per ons untuk pertama kalinya.
Para investor bereaksi dengan semakin mengurangi kemungkinan pelonggaran kebijakan lebih lanjut hingga April menjadi 26%. Bulan Juni dipandang sebagai periode berikutnya yang paling mungkin dengan peluang pelonggaran 61%.
Investor akan terus memantau perkembangan pasar saham Indonesia setelah indeks acuan Jakarta Composite ( IHSG ) anjlok lebih dari 8% pada hari Rabu menyusul pernyataan dari penyedia indeks MSCI yang memperingatkan potensi penurunan peringkat negara tersebut menjadi status pasar negara berkembang.
Perdagangan dihentikan setelah indeks acuan turun 8% pada hari Kamis, menurut siaran pers dari bursa saham. Sementara rupiah Indonesia sedikit melemah terhadap dolar AS.
Goldman Sachs menurunkan peringkat Indonesia menjadi underweight menyusul ekspektasi penjualan pasif lebih lanjut, kata bank investasi tersebut dalam sebuah catatan yang diterbitkan Kamis seperti dikutip CNBC . Para ahli strategi bank tersebut juga menganggap perkembangan ini sebagai "hambatan yang akan menghambat kinerja pasar."
Bank sentral Singapura mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah pada hari Kamis, sambil memperingatkan risiko kenaikan inflasi dan permintaan karena prospek ekonomi negara kota itu tetap tangguh. Indeks acuan Straits Times negara itu naik tipis 0,19%.
Indeks Saham Asia
Nikkei 225 (Jepang) +0,09%
Topix (Jepang) +0,25%
Shanghai Composite (China) -0,10%
Shenzhen Component (China) +0,01%
CSI300 (China) -0,10%
Hang Seng (Hong Kong) +0,54%
Kospi (Korsel) +0,59%
Taiex (Taiwan) -0,51%
ASX200 (Australia) -0,12%
Asia Currencies
Yen naik 0,30% menjadi 152,95 per USD
SGD naik 0,10% menjadi 1,2616 per USD
AUD melaju 0,74% ke posisi 0,7092 per USD
Rupiah melorot 0,36% menjadi 16.783 per USD
Rupee drop 0,21% ke 91,975 per USD
Yuan melaju 0,01% ke 6,9471 per USD
Ringgit turun 0,34% ke 3,934 per USD
Baht melaju 0,29% ke 31,025 per USD
Oil
Harga minyak naik lebih dari 1,5% di pasar Asia, memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga pada trading hari Kamis (29/1), karena meningkatnya kekhawatiran bahwa AS mungkin akan melakukan serangan militer terhadap Iran, yang dapat mengganggu pasokan dari kawasan tersebut.
Harga minyak mentah Brent berjangka naik 99 sen atau 1,5% menjadi $69,39 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik $1,06 atau 1,7% menjadi $64,27 per barel.
Harga minyak naik karena Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan pada Iran untuk mengakhiri program nuklirnya dengan ancaman serangan militer dan karena kelompok angkatan laut AS telah tiba di wilayah tersebut. Iran adalah produsen terbesar keempat di antara negara-negara anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak ( OPEC ) dengan produksi 3,2 juta barel per hari.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)

Sumber : admin