- IHSG rebound 0,36% (22 poin) ke 6.484 di sesi I; sektor perindustrian memimpin naik 1,89%.
- Pasar Asia tertahan menjelang keputusan The Fed; imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke 4,9875%.
- Harga minyak turun karena persediaan minyak AS naik tak terduga 7,1 juta barel.
Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) rebound di akhir perdagangan sesi I hari Rabu (16/9). IHSG melaju 0,36 persen (22 poin) ke posisi 6.484.
Volume perdagangan yang tercatat mencapai 136,2 juta lot saham. Dengan volume perdagangan tersebut, nilai transaksi yang dibukukan Rp6,23 triliun.
Saham top gainers LQ45: , , , , , , .
Saham top losers LQ45: , , , , , , .
Sektor perindustrian unjuk daya, naik terkuat 1,89% didukung saham-saham ,
Sektor teknologi turun paling dalam 0,56%. Saham sektor tersebut yang tumbang dan .
Bursa Asia
Pergerakan saham di sesi perdagangan Asia pada hari Rabu (16/9) cenderung tertahan karena kenaikan imbal hasil obligasi global. Dan harga minyak terhenti menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve yang dijadwalkan keluar hari ini.
Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang berfluktuasi antara kenaikan dan penurunan setelah melemah dalam empat sesi sebelumnya. Indeks ini terakhir tercatat naik 0,3%.
Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun turun 0,85 basis poin menjadi 4,9875% di pasar Asia. Setelah sempat menembus level 5% pada hari Selasa--kali pertama dalam tiga tahun--menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve dan konferensi pers oleh Ketua The Fed, Kevin Warsh. Rapat the Fed berlangsung 2 hari 16-17 September pekan ini.
"Kami mempertahankan pandangan yang secara taktis berhati-hati/netral menjelang pertemuan The Fed," tulis tim analis JPMorgan, seraya mencatat bahwa konsensus pasar memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin yang disertai dengan sedikit panduan ke depan.
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyatakan preferensinya terhadap suku bunga yang lebih rendah. Bulan lalu ia mengatakan bahwa AS akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang memiliki defisit perdagangan dengannya jika The Fed tidak memangkas suku bunga.
Para pedagang telah mengabaikan berbagai ancaman tersebut dan meyakini bahwa kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve hampir pasti terjadi; menurut perangkat FedWatch milik CME Group. Pasar memperhitungkan probabilitas tersirat sebesar 92,4% untuk kenaikan sebesar 25 basis poin.
Indeks Saham Asia
Indeks Nikkei225 (Jepang) +0,44%
Indeks Topix (Jepang) +0,63%
Shanghai Composite (China) +0,57%
Shenzhen Component (China) +1,42%
CSI 300 (China) +0,66%
Hang Seng (Hong Kong) +0,12%
Indeks Kospi (Korsel) +0,86%
Taiex (Taiwan) +1,09%
S&P/ASX200 (Australia) +0,24%
Asia Currencies
Yen drop 0,15% menjadi 155,34 per USD
SGD down 0,02% menjadi 1,2731 per USD
AUD turun 0,06% ke posisi 0,7128 per USD
Rupiah melemah 0,09% menjadi 17.710 per USD
Rupee up 0,04% ke 95,9238 per USD
Yuan naik 0,03% ke 6,7100 per USD
Ringgit menguat 0,25% ke 4,0755 per USD
Baht melaju 0,02% ke 33,2730 per USD
Oil
Harga minyak turun pada hari Rabu (16/9) setelah persediaan minyak AS secara tak terduga naik. Di sisi lain pelaku pasar mencermati risiko pasokan setelah Arab Saudi menunda loading minyak di Pelabuhan Yanbu.
Harga minyak mentah Brent berjangka turun 93 sen menjadi $107,82 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka turun 97 sen menjadi $104,86 per barel.
Persediaan minyak mentah AS meningkat sebesar 7,1 juta barel pada pekan yang berakhir 11 September, kata sumber, mengutip data API. Angka itu dibandingkan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan sekitar 1,6 juta barel, menurut jajak pendapat Reuters.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)
Sumber : admin